ALKENA(ALZENA&KEENAN)

ALKENA(ALZENA&KEENAN)
17.


__ADS_3

"bang,menurut lo ibunya Zena laporin ke polisi gak?"tanya Leo.


"Gua sih mau,tapi kita gak punya bukti. Gimana ngelaporin nya coba?"tanya Reza kembali.


Leo menggaruk tengkuknya yang tidak gatal"iya juga,terus gimana bang. Gua kasian sama dia"ucapnya.


"Gua juga,tapi gimana gua gak ada koneksi dari dalam buat minta bantuan"ucap Reza.


Reza teringat sesuatu"gua inget,gimana kalau kita minta bantuan bang Ilham?"tanya nya.


"Bang Ilham? Kan dia lagi di luar kota,gimana minta bantuannya coba"ucap Leo.


Reza mengeluarkan handphone milik nya lalu menelpon seseorang.


"Halo bang,lagi di luar ya? Ada yang mau gua omongin,penting!"ucap Reza.


"Oh lo Za,gua baru pulang. Kenapa? Gua kerumah aja nanti"ucap Ilham.


"Ok bang,gua tunggu"ucap Reza,ia langsung mematikan sambungan telepon.


"Gimana bang?"tanya Leo.


"Bisa,nanti bang Ilham kesini"ucap Reza.


"Bagus deh"ucap Leo lega.


"Oh ya bang,besok gua ada acara lo ikut gak?"tanya Leo.


"Kemana?"tanya Reza.


"Pesta ulang tahun temen gua,ikut yok"ucap Leo.


"Asik gak? Kalau gak asik gua gak dateng"ucap Reza.


Leo berdecak kesal"Dateng dulu kesana,kalau gak asik ya tinggal pulang apa susahnya"ucapnya.


"Yaudah gua ikut,gitu aja sensi lo kayak cewek aja"celetuk Reza.


"Setan!"umpat Leo.


Reza mendelik"ngomong apa lo tadi? Ulangi?"ucapnya.

__ADS_1


Leo mengeluarkan cengiran nya"ampun bang,damai kita"ucapnya.


Reza mendengus"lo nambah sekolah, mulut Lo nambah berbisa ya"ucapnya.


Leo tertawa kecil"ampun bang,gak sengaja tadi"ucapnya.


"Nggk sengaja tapi di buat lagi"sindir Reza.


Disisi lain...


Azriel mendengus"ngapain lo ajak gua ketemuan disini?"tanya nya.


Keenan berdecih"kalau bukan karena ada urusan sama lo,gua gak bakal mau ketemu sama lo"dengusnya kesal.


"Cepetan! gua sibuk"ucap Azriel.


"Cih! Jauhin Alzena"ucap Keenan.


Azriel menatap remeh kearah Keenan"siapa lo ngatur-ngatur gua buat deket sama dia?"tanya nya.


Keenan mengepalkan tangannya"jauhin Alzena,cari cewek lain buat jadi mainan lo"ucapnya.


"Gua emang suka mainin cewek tapi Alzena nggk,dia beda. Dan sampai lo nyakitin dia,lo bener-bener ****"sambung Azriel sambil menunjuk pundak Keenan dengan tangannya.


Keenan mengepalkan tangannya"gak usah ngurusin hidup gua,lo bukan siapa-siapa disini"ucapnya.


Azriel menatap sinis"ok,gua akuin gua bukan siapa-siapa Alzena bukan kayak lo yang tunangan dia. Jadi,emangnya lo udah gak benci sama dia?"ucapnya.


"Bukannya dulu lo gak peduli ya? Atau jangan-jangan hati lo udah luluh sama dia?"


∆∆∆


"****! Siapa yang luluh sama dia anjing!!"umpat Keenan,ia menendang batu krikil di depannya.


"Gua gak luluh! Gua gak luluh! *******!!"Keenan mengacak rambutnya frustasi.


Entah kenapa langkahnya kali ini membawanya ke tempat pemakaman,ia ingat ia sudah lama tidak mengunjungi Intan.


Keenan melangkahkan kakinya masuk namun terhenti saat melihat seseorang berjaket kulit bewarna coklat menaruh bunga Lily di atas pusara Intan.


Keenan bersembunyi di pohon yang lebih dekat dengan kuburan Intan,ia tertenggun teryata yang selama ini memberikan bunga untuk Intan adalah Alzena.

__ADS_1


Alzena yang selalu ia benci,Alzena yang selalu ia caci maki namun Alzena pula yang tau kesukaan Intan.


Boleh kah Keenan merasa bimbang? Bimbang dengan apa yang ia rasakan.


Alzena berdiri dari duduknya membuat Keenan kembali menyembunyikan tubuhnya di balik pohon besar.


"Intan,aku pamit ya. Jangan salahin Keenan,dia gak salah. Disini aku yang salah"lirih Alzena membuat Keenan terenyuh.


Alzena kembali memakai masker miliknya dan melihat kesana kemari lalu berlari keluar dari pemakaman.


Keenan keluar dari pemakaman dan berlari mengikuti Alzena namun langkahnya terhenti saat melihat Alzena bersama dengan Leo dan seorang pria lain nya.


Keenan memilih kembali ke rumahnya,ia harus menanyakan itu sendiri pada Alzena untuk meminta penjelasan yang lebih akurat.


"Kenapa kak?"tanya Alzena bingung.


"Gak apa-apa sih,kangen sama lo gua"ucap Reza dengan nada humor.


Leo menyikut perut Reza"*******!!"umpat Reza.


Alzena tertawa kecil melihat tingkah mereka yang seperti anak-anak itu.


"Ini ada yang mau gua bicarain tentang orang tua Lo"ucap Reza.


Tubuh Alzena menegang"ma-maksud kakak?"tanya nya gugup.


"Ayo kita bicarain di tempat yang lebih enak"ucap Reza.


Alzena mengangguk ragu,mereka pun memilih datang ke kedai kecil dekat sana.


"Jadi,kenapa kak?"tanya Alzena.


"Gua gak tau ini kabar baik atau kabar buruk buat Lo"ucap Reza.


Alzena meremas jarinya menatap gugup Reza dan Leo di hadapannya.


"Ibu lo ketauan menggelapkan dana perusahaan senilai 5 miliar dan otomatis ibu lo bakal masuk penjara Zen."


∆∆∆


TBC

__ADS_1


__ADS_2