ALKENA(ALZENA&KEENAN)

ALKENA(ALZENA&KEENAN)
28.


__ADS_3

Keenan meringis memegangi kepalanya yang terasa berdenyut,ia menatap sekelilingnya dengan bingung. Ia berada di kamarnya lalu siapa yang mengantarkannya pulang.


Apa mungkin----Alzena? Keenan langsung menyibakkan selimutnya ia berlari dengan sempoyongan namun tetap menuju lantai bawah.


"Ma"panggil Keenan.


Rika menoleh dan terkejut ia membopong tubuh Keenan dan mendudukkannya di kursi.


"Kamu belum pulih lagi,harus banyak-banyak istirahat"ucap Rika.


"Siapa yang anter Keenan? Zena?"tanya Keenan.


Rika mengangguk pelan,Keenan langsung berdiri namun tangannya kembali di tarik agar duduk lagi.


"Ma,Keenan mau ketemu sama Zena"ucap Keenan.


Rika menggeleng"Zena udah batalin pertunangan kalian"ucap nya.


"Apa maksud mama?"tanya Keenan tidak percaya.


Rika menghela nafas pelan"Zena batalin pertunangan kalian"ucapnya.


"Apa?"ucap Keenan terkejut,ia langsung bangun namun tubuhnya masih lemas.


"Kamu masih butuh istirahat"ucap Rika.


Keenan menggeleng"Keenan harus ketemu sama Zena mah,Keenan mau lurusin masalah"ucapnya.


"Nggk sekarang Ken,badan kamu masih lemah"ucap Rika.


"Tapi ma--"


"Kalau kamu udah sembuh baru kamu bisa ketemu sama Zena"ucap Rika.


Keenan memukul kursi dengan kuat,ia mengacak rambutnya dengan frustasi.


"Kenapa? Kok kamu tumben cari Zena?"tanya Rika bingung.


"Ma,yang donor ginjal buat Keenan waktu itu Zena ma"ucap Keenan dengan frustasi.


"Ha? Alzena? Serius kamu?"ucap Rika tidak percaya.


Keenan mengangguk lesu"Zena sekarang cuman punya satu ginjal ma,dan semua itu gara-gara Keenan"ucapnya lesu.


Rika memeluk tubuh Keenan"kalau kamu udah sehat,kita ketemu sama Zena"ucapnya.

__ADS_1


Keenan mengangguk"Ken masuk kamar dulu"ucapnya lalu berjalan perlahan menuju kamarnya.


Keenan berbaring sambil memandang kearah langit-langit kamarnya,ia teringat ia masih memegang buku milik Alzena.


Keenan mengambil buku tersebut dan mulai membaca satu persatu halaman buku tersebut.


12-01-2019


Aku suka dia,iya dia teman kecil aku dulu,mungkin dia nggk tau kalau aku teman masa kecil dia.


Keenan membuka lembaran selanjutnya.


14-02-2019


Kabar buruk saat aku mendengar Keenan gagal ginjal dan mengharuskan dia cuci darah atau operasi.


15-02-2019


Aku dengan ikhlas memberikan satu ginjal ku pada pria yang aku cintai,agar dia bisa menjalani kehidupannya dengan normal.


Hati Keenan serasa di remas,ia menyakiti seorang yang tidak salah sama sekali.


24-01-2020


01-02-2020


Aku senang membantu sesama apalagi yang terlihat lebih susah dariku,namanya Reza ia lebih tua dari ku. Aku mendonorkan darah untuknya yang hampir saja kehilangan nyawa.


∆∆∆


Keenan keluar dari kamar mandi,ia duduk di pinggir kasur. Tubuhnya berangsur-angsur pulih, ia kembali mengambil buku milik Alzena dan membacanya kembali.


15-02-2020


Aku selalu menyisihkan uang jajan ku hanya sekedar membelikan roti dan air minum untuk Keenan dan menaruh nya di loker. Hanya itu yang bisa aku lakukan.


Keenan terdiam,jadi selama ini yang memberikannya roti dan minuman adalah-----Alzena?


Keenan langsung menutup buku catatan tersebut dan menaruhnya di laci.


Ia menatap cermin di hadapannya,betapa seringnya ia menyakiti Alzena.


Bugh~


Prangg~

__ADS_1


Keenan memukul cermin tersebut hingga pecah dan membuat tangannya terluka. Ia menatap nanar,seharusnya ia mencari kebenaran terlebih dahulu.


Seharusnya ia tidak menyalahkan Alzena yang tidak tau apa-apa,seharusnya ia berada di samping gadis itu seharusnya-----sialan!!


Keenan tidak hentinya mengumpat sambil memukul cermin kembali dan membuat tangannya mengeluarkan darah.


"Maaf Zena"lirih Keenan.


Ia menghempaskan tubuhnya di kasur dan membiarkan tangannya yang terluka,ia tidak peduli bahkan rasa sakit yang ia alami tidak sebanding dengan rasa sakit yang ia berikan pada Alzena.


Mimpinya...


Intan...


Cinta pertamanya...


Dan juga teman masa kecilnya...


Dan yang selalu membantu nya dari dulu adalah Alzena.


"Arghhh!! ****"teriak Keenan.


Keenan memukul kepalanya"kenapa lo **** banget Keenan? Lo ****"umpat nya.


Keenan tertawa miris,ia menyakiti gadis yang selalu bersamanya. Ia menyakiti gadis yang selalu menolongnya. Sangat jahat bukan?


Menyakiti gadis yang menjadi cinta pertama nya,Keenan bodoh. Umpatnya terus dalam hati.


"Astaga Keenan!!"teriak Rika saat melihat Keenan berbaring dengan tangan terluka dan ia memandang cermin yang pecah.


"Kamu nyakitin diri kamu sendiri Keenan"ucap Rika.


Keenan memeluk tubuh ibunya"ma,Keenan bodoh. Keenan bodoh"lirihnya.


Rika mengelus punggung Keenan"kalau kamu mau ketemu sama Zena jangan nyakitin diri sendiri Keenan. Itu gak akan ada gunanya"ucapnya.


"Keenan nyakitin Zena ma,dia--"


"Shhh...udah ya besok kita bicarakan sama Zena"ucap Rika,ia mencium kening Keenan.


"Jangan nyakitin diri sendiri Keenan,kalau kamu ngelakuin itu sama aja kamu gak menghargai perjuangan Alzena buat kamu."


∆∆∆


TBC

__ADS_1


__ADS_2