ALKENA(ALZENA&KEENAN)

ALKENA(ALZENA&KEENAN)
5.


__ADS_3

Alzena menghela nafas pelan, lagi-lagi tas nya hilang. Entah dimana teman-temannya menyembunyikan tas miliknya.


Ia sering kali di jahili oleh teman sekelasnya seperti menaruh ular mainan di dalam tasnya atau sepatunya yang mereka buang ke dalam tong sampah.


Alzena mencari kesana kemari dan kembali hingga membuatnya sedikit lelah.


"Mau gua bantu? Nih minum dulu"tanya Leo,ia memberikan sebotol air mineral untuk Alzena.


"Makasih kak"ucap Alzena sambil tersenyum.


"Kenapa? Dikerjain lagi sama temen?"tanya Leo.


Alzena mengangguk pelan"biasa kak."ucapnya.


"Mau gua bantu?"ucap Leo.


"Nggk usah kak,aku bisa sendiri kok"ucap Alzena.


"Yakin?"tanya Leo kembali.


Alzena mengangguk dengan semangat,ia tidak mau menyusahkan Leo untuk kesekian kalinya.


"Kalau gitu Zena cari tas dulu ya kak"ucap Alzena.


Leo mengangguk sambil tersenyum"iya,ok"balasnya.


Alzena kembali mencari tas miliknya entah itu di tong sampah atau pun tempat yang bisa menyembunyikan tas miliknya.


Saat akan melewati kamar mandi,tangannya di tarik dengan kasar membuat Alzena terkejut bukan main,namun saat ia melihat Ferry yang menarik tangan nya nyalinya langsung menciut.


"Kenapa lo selalu nyusahin orang,ha?!"ucap Ferry marah.


Tubuh Alzena gemetar ketakutan melihat kakaknya tengah kalap seperti ini.


"Maksudnya apa kak?"tanya Alzena takut-takut.


"Lo pikir aja sendiri,gua bilang apa kemaren? Jauhin Leo,lo sama dia kayak langit dan bumi. Gak bakal bersatu"ucap Ferry.


"Lo itu cuman parasit yang cuman nyusahin kehidupan orang lain"sambungnya dengan sinis.


Alzena terhenyuh mendengar perkataan kakaknya.


"Jangan masang tampang bodoh lo itu,gak guna. Gak bakal mempan! Asal lo tau."Ferry memukul dinding di samping Alzena membuatnya langsung memejamkan matanya.


Takut kakak nya akan memukulnya seperti kemarin.


"Kak,apa salah Zena?"tanya Alzena dengan mata berkaca-kaca.


Ferry menatap remeh kearah Zena"lo tanya apa salah lo? Lo yang buat ayah meninggal, gara-gara nyelamatin cewek pembawa sial kayak lo"ucapnya.


"Kenapa bukan lo aja yang mati? Gua lebih baik lo yang mati dari pada ayah"ucap Ferry dengan sinis.


Hati Alzena berdenyut nyeri mendengar perkataan pedas kakaknya.

__ADS_1


"Kak"lirih Alzena,ia memegang tangan Ferry namun langsung di hempas kasar oleh kakaknya.


"Gak usah pegang-pegang gua! Gua gak sudi di pegang pembunuh kayak lo itu"ucap Ferry.


"A-aku--"


"Oh ya satu lagi,jangan pernah manggil gua kakak lagi. Gua gak sudi punya adek pembunuh kayak lo"ucap Ferry.


"Minggir!!"sambung Ferry sambil mendorong tubuh Alzena hingga jatuh tersungkur.


Alzena terisak ia memegang dadanya yang terasa sesak. Kenapa kakaknya bisa berbuat seperti itu padanya.


Ferry berjalan menjauh dari kamar mandi tersebut sampai sebuah suara membuat tubuhnya membeku ditempat.


"Jadi lo kakaknya Alzena. Bagus kebohongan apa lagi ini."


∆∆∆


Bugh~


"Shit!! Kebohongan apa lagi ini"Leo memukul Ferry dengan membabi buta.


"Lo kakak kandungnya sialan!! Jadi selama ini lo ngebohingin gua!"Leo kembali memukul wajah Ferry hingga tersungkur.


"Bangun banci!!"gertak Leo.


"Ngomong keparat!"Leo menarik kerah baju Ferry.


Ferry tampak mengenaskan,luka di sudut bibirnya,lebam di pipi dan pelipisnya.


Ferry meringis,ia tidak ada tenaga untuk melawan juara satu lomba wushu di hadapannya ini.


"Ngomong ga?!"ucap Leo,ia mendudukkan Ferry di kursi dengan kasar.


"Jelasin semua"ucap Leo dengan datar.


"Jelasin,jangan sampai ada yang lo sembunyiin dari gua"sambung Leo.


Akhirnya Ferry menceritakan semuanya pada Leo dengan sedikit ringisan karena bibirnya sedang terluka saat ini.


Leo tertawa miris"lo sama aja sama Keenan, penghianat"ucapnya.


"Jadi selama ini lo bohongin gua? Lo anggep gua itu apa?"tanya Leo.


"Sorry man, gua--"


Bugh~


"Permintaan maaf lo gua gak butuh,gua kecewa sama lo Fer. Ini balasan lo sama gua selama ini"ucap Leo dengan pandangan kosong kearah Ferry.


"Lo sama Keenan cocok, sama-sama penghianat"sambung Leo.


Ferry terdiam sambil memegangi sudut bibirnya yang terluka.

__ADS_1


"Inget ini,sampai lo nyakitin Zena lagi. Gua yang bakal turun buat ngabisin lo,ngeri!!"ucap Leo sambil menatap tajam Ferry yang berada di depannya


"Gua pergi,jangan cari gua pas lo butuh lagi."ucap Leo,ia menenteng tas nya dan langsung menuju ke area parkir.


Ferry terdiam,ia mengacak rambutnya frustasi lalu memukul dinding di sampingnya.


"Arghhh....!!"Ferry memegang dinding di sampingnya,Leo sudah sangat kecewa padanya. Apa lagi yang harus ia lakukan?


"Alzena,ini semua gara-gara lo!"lirih Ferry.


Bel pulang sekolah sudah berbunyi pertanda jam belajar sudah selesai kini mereka sudah di perbolehkan pulang.


Alzena menghela nafas pelan,akhirnya ia menemukan tas miliknya jika tidak ia tidak akan bisa belajar hari ini.


Alzena langsung berlari menuju pangkalan angkot,ia tidak mau tertinggal nantinya.


Alzena menoleh kekanan dan kekiri nampaknya angkot belum lewat sama sekali.


Sampai sebuah motor besar bewarna biru berhenti di hadapannya membuatnya langsung menoleh,dia Leo.


"Ayo balik gua anter"ucap Leo sambil melepas helmnya.


Alzena menggeleng pelan, bisa-bisa ia terkena amarah kakaknya lagi jika melihat ia di bonceng oleh Leo.


"Udah gak apa-apa,naik aja. Gak bakal ada yang marahin lo"ucap Leo sambil memberikan satu helm untuk Alzena.


Alzena menatap ragu lalu memasang helm tersebut.


"Yaudah naik"ucap Leo,Alzena lagi-lagi terdiam.


"Perlu gua gendong lo naik?"tanya Leo membuat Alzena langsung menaiki jok belakang Leo.


"Udah? Pegangan"ucap Leo namun Alzena hanya memegang ujung jaket Leo.


Leo tersenyum tipis lalu mulai menancapkan gas motornya meninggalkan area sekolah.


"Gua udah tau semuanya"ucap Leo.


"Tau apa?"tanya Alzena bingung.


"Tau kalau Ferry kakak lo"ucap Leo sukses membuat tubuh Alzena membeku di tempat.


"T-tau darimana?"tanya Alzena panik.


"Gak sengaja denger pas lewat kamar mandi,tenang aja. Cuman gua kok yang denger pembicaraan kalian"ucap Leo santai namun hati Alzena tetap gusar.


"Zen."panggil Leo.


"Iya"balas Alzena dengan lirih.


"Mulai sekarang,jangan ngerasa sendiri lagi. Lo masih punya gua."ucap Leo.


"Gua yang bakal jagain lo,mulai sekarang."

__ADS_1


∆∆∆


TBC


__ADS_2