AMNESIA ( Jadilah Wanitaku Season 2 )

AMNESIA ( Jadilah Wanitaku Season 2 )
Mungkin Berjodoh


__ADS_3

"Mama, cepat ke sini. kita main bersama!" teriak Vicnez.


"Iya," jawab Rancy dengan senyum.


Saat Rancy ingin menghampiri mereka, tiba-tiba saja wanita itu menghentikan langkahnya.


"Rancy, ada apa?" tanya Chris.


Rancy terdiam selama beberapa saat karena mendengar suara seorang pria dan suara ledakan. apa yang didengar olehnya tiba-tiba muncul di dalam ingatannya.


"Ini hadiah untukmu, uang bukan masalah. pernikahan ini adalah selamanya. aku ingin memberi kenangan terbaik untuk istri yang kucinta."


"Serahkan dirimu, Baby!"


"Pernikahan? apakah kamu sudah menikah?" batin Rancy.


"Rancy," panggil Chris sambil memegang tangan putranya.


"Aku hanya sakit kepala," kata Rancy.


"Papa, cepat kita ke rumah sakit!" ujar Vicnez.


"Rancy, ayo...kita ke rumah sakit sekarang juga!" ajak Chris.


"Aku tidak apa-apa, sakitnya sudah hilang!" jawab Rancy.


"Apakah ada yang muncul dalam ingatanmu?" tanya Chris.


"Suara pria dan suara ledakan, aku tidak bisa ingat lagi yang lain," jawab Rancy.


"Jangan dipaksakan! ikut aku ke rumah sakit. temui Caine sekarang juga!"


"Iya," jawab Rancy.


Setelah setengah jam kemudian.


Caine adalah dokter spesialis beda saraf yang merawat kondisi Rancy selama ini.


"Papa, apakah mama baik-baik saja?" tanya Vicnez yang khawatir. mereka sedang menunggu di luar dan duduk di kursi.


"Jangan cemas! dokter Caine bisa menyembuhkan mama!" jawab Chris.


"Papa, apakah ingatan mama akan sembuh?"


"Untuk saat ini belum, mungkin suatu hari mamamu akan sembuh," jawab Chris.


"Mama sering mengalami sakit kepala, sebenarnya karena apa, Pa?"


"Tidak ada yang tahu apa yang telah terjadi, karena mama tidak bisa mengingatnya," jawab Chris.


Tidak lama kemudian Caine keluar dari ruang pemeriksaan.


"Caine, bagaimana dengan kondisi Rancy?" tanya Chris yang bangkit dan berdiri di depan Caine.


"Masih seperti biasa, apa yang dia alami hari ini bukan pertama kalinya. jadi, jangan khawatir!" jawab Caine.

__ADS_1


"Bibi, apakah mama sudah bisa pulang?" tanya Vicnez.


"Mamamu akan pulang besok," jawab Caine yang menyentuh kepala anak itu.


"Kapan mama akan sembuh?" tanya Vicnez.


"Semua tergantung dengan kondisi mamamu," jawab Caine dengan senyum.


"Sekarang Rancy sudah ketiduran, aku baru memberinya obat penenang agar bisa tidur dengan baik," kata Caine


"Tolong berikan vitamin dan suplemen untuk mencegah kerusakan otak yang lebih parah, aku cemas karena dia sering mengalami sakit kepala," pinta Chris.


"Aku mengerti, tenang saja!" jawab Caine.


"Papa, Vicnez ingin melihat mama!" pintanya yang menunjukan ke arah kamar Rancy.


"Vicnez, masuklah ke kamar dan temani mamamu, bibi dan papamu ada yang ingin dibicarakan!" ujar Caine.


"Vicnez, masuklah dulu, nanti papa menyusul," kata Chris.


Sesaat kemudian Vicnez masuk ke dalam kamar itu.


"Caine, apakah terjadi sesuatu?" tanya Chris.


"Bukan terjadi sesuatu, hanya saja...ada tanda-tanda kalau ingatannya akan pulih dalam waktu dekat..Rancy mengingat sesuatu yang dia lupa selama ini," jawab Caine


"Misalnya apa saja?" tanya Chris.


"Suara ledakan dan suara seorang pria, bukan hanya itu saja. dalam ingatannya muncul seorang pria yang berpostur tinggi dan sedang bersama dia sebuah tempat. akan tetapi dia tidak bisa ingat wajah pria itu," kata Caine.


"Apakah kamu tidak keberatan?"


"Kenapa aku harus keberatan? bukankah selama ini kita semua juga mengharapkan itu," jawab Chris.


"Bagaimana denganmu ketika dia sembuh dan kembali ke pria itu? mungkin saja pria yang muncul dalam ingatannya adalah papa kandung Vicnez," ujar Caine.


"Kalau memang ini yang akan terjadi, bukankah dari awal ini adalah harapan kita semua?"


"Chris, kau begitu mencintainya, suatu saat setelah dia kembali ke pria itu bersama Vicnez, lalu bagaimana denganmu?"


"Dari awal sejak aku tahu dia hilang ingatan, di saat itu aku sudah siap suatu saat aku akan kehilangan dia," jawab Chris.


"Selama lima tahun kamu merawat mereka, dan pada akhirnya mereka kembali ke rumahnya. sementara kamu tidak mendapatkan apa-apa. apakah ini tidak sia-sia bagimu?"


"Tidak sia-sia, karena aku melakukannya secara sukarela. aku mencintainya dan aku sangat menyayangi Vicnez. ini adalah kenyataan," jawab Chris.


"Kamu rela menikahinya demi Vicnez, tanpa memikirkan resikonya. menikah di atas kertas dan membiarkan mereka tinggal bersamamu. di dunia ini tidak ada pria yang rela melakukan itu," ucap Caine.


"Aku rela melakukannya karena merasa simpati, aku kasihan padanya karena kondisinya di saat itu yang begitu parah dan hampir meninggal. dan aku tidak menyangka rasa simpati itu berubah menjadi suka. aku menyukainya dan juga anaknya. aku merasakan bahagia selama lima tahun ini. sebuah keluarga sederhana yang ku miliki," ungkap Chris.


"Tapi, keluarga sederhana yang kamu miliki sekarang adalah sebuah keluarga yang bukan milikmu," ujar Caine.


"Caine, aku mengerti maksudmu, aku akan menghargai setiap saat bersama mereka dan tidak akan menyesalinya," ucap Chris.


"Aku kagum padamu, tapi aku juga merasa simpati denganmu?" kata Caine.

__ADS_1


"Jangan berkata seperti itu! aku tidak apa-apa sama sekali, kalau saja Vicnez menemukan papa kandungnya bukankah ini hal yang mengembirakan," ujar Chris.


"Kau adalah seorang dokter yang paling mulia," ujar Caine.


Tidak lama kemudian Chris melangkah masuk ke kamar Rancy.


"Papa, mama masih belum bangun? apakah mama baik-baik saja?" tanya Vicnez.


"Mama diberi obat tidur, jadi biarkan mama tidur sebentar ya," jawab Chris.


"Iya, Pa," jawab Vicnez.


Di sisi lain Vic berada di rumah sakit yang sama dan bertemu dengan seorang dokter.


"Tuan Andrianez, saya tidak menyangka Anda akan datang menjumpai saya," sahut dokter itu yang adalah dokter Jimz.


"Saya mendapat informasi bahwa Anda dipindahkan ke Los Angeles, sungguh luar biasa," kata Vic yang duduk di sofa.


"Ini adalah keinginanan saya juga, keluarga saya tinggal di sini dan saya ingin berkumpul dengan mereka," jawab Jimz.


"Apa tujuan Anda menjumpai saya? apakah butuh bantuan saya?" tanya Dokter Jimz.


"Saya ingin bertanya sesuatu, apakah saya amnesia?" tanya Vic yang membuat dokter itu terdiam sejenak.


"Ah...itu...kenapa Anda bisa merasakan seperti itu?" tanya Jimz.


"Dalam beberapa tahun terakhir sering muncul bayangan seorang wanita dan suaranya. saya tidak tahu apakah mereka adalah orang sama atau beda. dan apa sebabnya saya bisa koma selama dua bulan di saat itu?"


"Bukankah sebelumnya anggota Anda mengatakan bahwa terjadi kecelakaan, kapal pesiar milik Anda meledak dan mengakibatkan Anda terluka dan koma," jawab Jimz.


"Dokter Jimz, selama ini saya selalu bermimpi dan mengalami sakit kepala, oleh sebab itu saya ingin tahu apa yang telah terjadi. siapa yang mengantarku ke rumah sakit?"


"Anggota Anda yang bernama Will, dia datang merawat Anda selama Anda koma," jawab Dokter Jimz.


"Dokter Jimz, terus terang tentang kondisiku, apakah kau hilang ingatan?"


"Hingga saat ini saya tidak ada alasan lagi menutupinya, saya akan memberitahu semuanya pada Anda," jawab dokter Jimz.


Setelah dokter Jimz menjelaskan semuanya, Vic meninggalkan ruangan dokter itu. ia berjalan dengan raut wajah yang tidak gembira sama sekali.


"Paman dingin," suara panggilan Vicnez yang berlari ke arah Vic.


"Paman dingin...," teriak Vicnez.


Vic menghentikan langkahnya dan melihat ke arah anak itu yang sedang berlari ke arahnya.


"Kenapa kamu ada di sini?" tanya Vic.


"Paman, kita bertemu lagi! apakah kita berjodoh?" tanya Vicnez yang memegang tangan Vic.


Vic yang merasa sentuhan dari tangan mungil itu, ia terdiam dan melihat anak itu tanpa beralih pandangan.


"Berjodoh?" tanya Vic.


"Kata mama, bisa bertemu dengan papaku karena berjodoh, mungkin kita berjodoh juga," ujar Vicnez.

__ADS_1


__ADS_2