
Setelah memilih beberapa barang, Rancy mendorong keranjangnya menuju ke meja kasir yang terdapat beberapa orang yang sedang antri di sana.
"Bos, gadis itu bukankah yang di bandara?" tanya Jacky.
"Apakah sebelumnya aku mengenal dia atau di mana pernah bertemu?" tanya Vic.
"Bos, aku berada di samping bos baru setahun. kalau dalam setahun ini aku belum pernah melihatnya," jawab Jacky.
Tidak lama kemudian pusat perbelanjaan itu didatangi oleh beberapa pria yang mengenakan topeng dan memiliki senjata.
Dor...
Dor...
Tembakan ke udara sehingga menakuti semua pengunjung di sana.
"Aaarrgh...," teriak mereka yang ketakutan dan menunduk.
"Diam semuanya kalau tidak ingin kehilangan nyawa," bentak perampok 1.
"Kami hanya ingin uang, kalian semua diam dan jangan melawan," bentak perampok 2.
Mereka menodong senjata ke arah para pengunjung itu. sementara Vic ikutan menunduk karena ingin mencari kesempatan untuk melawan. Rancy menunduk dan menutup kedua telinganya karena ketakutan saat mendengar suara tembakan.
"Keluar semua uangnya!" bentak perampok 3 yang melempar tas ke arah kasir. mereka yang ketakutan hanya bisa mengikuti arahannya dan memasukan uangnya ke dalam tas.
Saat terjadi perampokan, beberapa security menghampiri mereka.
"Jangan sembarangan! letakan senjata kalian!" kecam para security itu yang menodong senjatanya ke arah mereka.
"Hanya security saja sudah berani melawan kami," ketus perampok 4 yang langsung menembak tanpa menunggu.
__ADS_1
Dor...
"Aarghh...."
Dor...
"Aarghh...."
"Semuanya jangan bergerak kalau masih sayang dengan nyawa kalian," teriak perampok 3.
"Aku akan ke lantai dua, kalian awasi mereka!" perintah perampok 1 yang sebagai ketua mereka.
Vic menekan tombol di arloji miliknya. selama ini ketua mafia itu selalu mengenakan jam tangan yang bisa terhubung dengan anggota yang di mana pun dia berada.
Wanita yang berdiri di kasir ia menekan sebuah tombol yang terhubung ke kantor polisi.
Tindakannya diketahui oleh salah satu perampok.
Dor...
Tembakan perampok itu yang tepat menembus jantung wanita kasir itu hingga tewas.
"Aarghh...," teriakan semua orang yang ketakutan.
"Diam!" bentak perampok lainnya.
Perampok itu menarik salah satu wanita yang tidak jauh jarak dengannya.
"Aarrghh....tolong jangan sakiti aku!" tangisan wanita paruh baya yang ketakutan hingga gemetar.
"Kalau kalian masih melawan, nasib kalian akan berakhir seperti dia," kecam perampok itu menembak kepala wanita itu.
__ADS_1
Dor..
Satu tembakan tepat menembus kepala wanita itu sehingga mengeluarkan banyak darah dan tewas langsung di tempat.
Kematian wanita itu menakuti semua sandra yang ada di sana. ada yang menangis sehingga tidak berani mengeluarkan suara. dan ada yang ketakutan hingga gemetar.
"Tidak ingin mati? maka diam dan serahkan uang dan handphone kalian!" bentak salah satu perampok itu sambil menodong senjata mereka.
"Bos, jumlah mereka tidak banyak, tapi sangat bahaya bagi pengunjung yang ada di sini," bisik Jacky.
"Aku harus menghentikan mereka sebelum banyak jatuh korban," ucap Vic.
Semua pengunjung yang diancam hanya bisa patuh dan menyerahkan dompet dan handphone mereka. salah satu perampok itu mendekati Rancy dan meminta barang dari wanita itu.
"Aku hanya membawa uang, dan tidak membawa handphone," kata Rancy yang meletakan uangnya ke dalam tas milik perampok itu.
Perampok itu yang melihat wanita itu ia menarik lengannya dengan kasar.
"Wajahmu cantik juga," ujar perampok itu.
"Lepaskan tanganmu, aku sudah memberikan uangku," pinta Rancy.
"Hanya uang yang tidak seberapa, mana puas untukku," kata perampok yang menarik lengan Rancy berjalan ke arah lain.
"Apa yang kau ingin lakukan?" tanya teman perampok itu.
"Ketika ada makanan gratis, maka jangan di sia-siakan," jawabnya dengan tatapan jahat.
"Berhenti!" seru Vic yang bangkit dan berdiri.
"Kau siapa?" tanya salah satu perampok itu.
__ADS_1