AMNESIA ( Jadilah Wanitaku Season 2 )

AMNESIA ( Jadilah Wanitaku Season 2 )
Vicnez Bermanja


__ADS_3

"Selain itu, apakah ada yang lain?" tanya Vic.


"Informasi dari rumah sakit, bahwa Rancy adalah pasien dokter itu lima tahun yang lalu, dia yang menyelamatkan saat wanita itu sekarat," jawab Jacky.


"Wanita mana yang kamu maksudkan?" tanya Will pada Jacky.


"Wanita yang bernama Rancy, anaknya sempat bertengkar dengan bos saat di dalam pesawat," jawab Jacky.


"Apakah dia adalah salah satu musuh kita?" tanya Will.


"Bukan! hanya saja...bos merasa tidak asing dengan wanita itu dan hanya ingin memastikan saja," jawab Jacky.


"Apakah kamu tahu asal usulnya?" tanya Vic.


"Hanya tahu dia adalah pasien suaminya, dan selain itu tidak ada lagi. pihak rumah sakit tidak ingin memberitahu lebih detail," jawab Jacky.


"Chris adalah dokter di sana, dia pasti ingin melindungi data pasiennya. apa lagi wanita itu adalah istrinya," kata Vic.


"Kalian pergilah istirahat!" titah Vic.


"Selamat malam, Bos!" ucap Will dan Jacky dengan serentak.


Keesokan harinya.


Rancy sedang bersiap ingin pulang ke rumah, ia ditemani oleh Vicnez yang sepanjang malam menemaninya.


"Mama, sebentar lagi papa akan menjemput kita!" kata Vicnez yang duduk di ranjang.


"Bukankah hari ini papa sudah masuk kerja?" tanya Rancy.


"Iya, tapi papa ingin mengantar kita pulang dulu, Ma!" jawab Vicnez.


"Vicnez, mari kita jumpai papa, mama ingin memberitahu papa tidak perlu mengantar kita. kita bisa pulang sendiri," ajak Rancy.

__ADS_1


"Baik, Ma," jawab Vicnez yang turun dari ranjang dengan dipegang oleh Rancy.


Saat Rancy dan Vicnez melangkah keluar dari kamar itu, mereka berpas-pasan dengan Vic.


"Paman...," teriak Vicnez.


"Vicnez," balas Vic.


"Paman, kenapa ada di sini?" tanya Vicnez yang berlari memeluk Vic.


"Vicnez, jangan tidak sopan!" ucap Rancy yang ingin menarik putranya.


"Tidak apa-apa!" kata Vic.


"Paman, apa bisa mengendongku!" pinta Vicnez yang membuka kedua tangannya.


"Apa yang anak ini lakukan? kenapa bisa bermanja dengan orang yang baru dia kenal," batin Rancy.


Vic yang melihat anak itu ia merasakan ada kedekatan dan tanpa ragu mengendongnya.


"Tidak! Vicnez sangat patuh dan tidak pernah nakal," jawabnya dengan senyum.


"Vicnez, cepat turun!" seru Rancy yang ingin mengendong putranya.


"Tidak mau!" jawab Vicnez yang memeluk Vic dengan erat.


"Apa kamu baik-baik saja?" tanya Vic pada Rancy.


"Aku? baik-baik saja," jawab Rancy.


"Paman, hari ini mama sudah bisa pulang," kata Vicnez.


"Benarkah?" tanya Vic.

__ADS_1


"Iya!" jawab Vicnez.


"Bagaimana kalau aku mengantar kalian pulang?" tanya Vic.


"Tidak perlu!" jawab Rancy.


"Mau!" jawab Vicnez.


"Vicnez," seru Rancy.


"Mama, Vicnez ingin paman yang mengantar kita pulang," ujarnya.


"Jangan menganggu paman, Ya, kita pulang dengan taksi saja," ucap Rancy.


"Tapi Vicnez ingin naik mobil paman," pinta Vicnez.


"Vicnez," ucap Rancy dengan nada sedikit keras.


"Tidak masalah!" ujar Vic pada Rancy.


"Paman, turunkan aku!" pinta Vicnez yang mengerti mamanya sedang kesal.


Vic menurunkan anak itu dan mengelus kepalanya.


"Maaf, karena sudah menganggu," ucap Rancy pada Vic.


"Aku bisa mengantar kalian pulang," kata Vic.


"Tidak perlu! terima kasih!" ucap Rancy.


"Vicnez, mari kita temui papa!" ajak Rancy yang memegang tangan putranya dan melangkah pergi.


"Paman, bye...bye...," ucap Vicnez sambil melambai tangan.

__ADS_1


"Sampai jumpa," ucap Vic.


"Kenapa aku bisa merasa dekat dengan anak ini? wanita itu juga tidak asing bagiku. apa yang aku pikirkan? seharusnya aku tidak memikirkan wanita lain," batin Vic.


__ADS_2