
Di sisi lain Vic yang masih belum putus asa ia mendatangi semua tempat yang pernah dia datangi bersama istrinya.
Siang itu ia berada di sebuah restoran mewah. pria itu hanya duduk terdiam dan berusaha ingin mengingat masa lalu.
Setelah seharian bos mafia itu mendatangi hampir semua tempat akhirnya ia kembali ke kediamannya.
Raut wajah pria itu terlihat tidak gembira dan tertekan. ia melepaskan dasi dan jasnya kemudian ia melempar ke sembarang arah.
"Seharian aku berusaha akan tetapi tidak membuahkan hasil, bahkan selembar foto saja tidak ada," ketus Vic.
"Anita sudah pindah karena dikejar piutang, tidak ada yang tahu wanita itu ke mana. mungkin saja dia memiliki banyak foto nyonya," ujar Will.
Vic membuka botol whiskey dan menuangkan ke gelas beningnya.
Pria itu lalu menghabiskan minuman itu dalam seteguk.
"Bos, jangan khawatir! suatu saat ingatan Anda pasti kembali," ucap Will yang berusaha menenangkan bosnya.
Vic yang merasa emosi ia melempar gelas itu ke lantai hingga pecah berkeping-keping.
Prang...
"Ingatan pasti kembali? kau masih bisa berkata seperti itu, apa yang kau lakukan sudah salah total. aku tidak bisa ingat sama sekali dengan istriku. siapa dia, apa namanya, bagaimana dengan parasnya, berapa usianya, semuanya aku tidak ingat. sama sekali tidak ada petunjuk. yang ku dapatkan hanyalah sedikit ingatan yaitu suaranya. selain itu tidak ada lagi," bentak Vic.
"Maaf, Bos. semua ini salahku!" ucap Will.
"Pergi! tidak ada gunanya kau meminta maaf padaku!" bentak Vic yang kemudian menuju ke kamarnya.
Setelah memasuki kamarnya, Vic duduk di ujung kasur sambil menarik nafas panjang.
"Ma-maaf, aku tidak bisa keluar, kalau mereka melihatku, aku akan ditangkap. tolong bantu aku!"
"Kenapa suara ini tidak asing? di mana aku mendengarnya? apakah karena suara Grace oleh karena itu aku merasa tidak asing," gumam Vic.
__ADS_1
"Pernikahan di kapal pesiar? saat itu aku hanya ingat kejadian ledakan dan terjadi baku tembak dengan kapal asing. tapi aku sama sekali tidak ingat dengan pernikahan itu," ucap Vic.
"Tidak mungkin aku harus melupakan masa lalu, sesakit apapun aku akan menghadapinya. aku ingin ingat semua tentang Grace," gumam Vic.
Mansion Harry.
"Tuan, wanita itu datang itu lagi!" kata asisten rumah tangga.
"Frank, usir saja! tidak perlu melapor lagi!" jawab Harry.
"Dia tidak ingin pergi, dan bersikeras ingin bertemu Anda!"
"Apa lagi yang dia inginkan? apa masih belum puas menganggu terus," ketus Harry.
"Wanita itu menangis setiap datang, dia mengungkit tentang nona."
"Untuk apa lagi dia menangis, wanita yang tidak tahu diri," ucap Harry yang bangkit dari tempat duduk dan melangkah keluar dari kediamannya. Harry menuju ke pagar yang di mana mantan istrinya sedang berdiri di luar sana.
"Anita, untuk apa kau datang ke sini lagi?" tanya Harry yang sedang kesal.
"Kita sudah bercerai, memangnya hak apa lagi yang kamu miliki?"
"Putri kita sudah meninggal, apakah kamu ingin menelantarkan aku?"
"Putri kita? sejak kapan kau menganggapnya sebagai putrimu? semasa dia hidup kau gunaka dia sebagai pelunas hutangmu.sebagai seorang ibu kau tidak peduli padanya. tapi kini kau malah berani sekali datang ingin meminta hakmu," bentak Harry.
"Bagaimanapun aku yang membesarkan dia."
"Putriku yang malang karena dia hanya diperalatkan olehmu selama ini, dan sekarang kau masih tidak tahu diri datang menemuiku. pergi dan jangan muncul di hadapanku. aku tidak ragu menuntutmu kalau kau masih saja muncul di hadapanku!" kecam Harry yang kemudian melangkah masuk.
"Harry, jangan lupa dia adalah putrimu dan aku yang melahirkan dia...," teriak Anita.
"Usir wanita itu!" perintah Harry pada asistennya.
__ADS_1
"Baik, Tuan!"
Malam hari.
Vic yang telah tidur ia tiba-tiba saja berkeringat sehingga membasahi wajahnya. pria itu bermimpi sesuatu yang menyebabkan dirinya tidak bisa tidur dengan nyenyak.
"Aku memiliki seorang suami yang baik dan mencintaiku, mana mungkin aku bisa meninggalkanmu."
"Grace...," ucap Vic yang sedang bermimpi.
Tidak lama kemudian Vic membukanya dan bangkit berubah dengan posisi duduk.
"Kenapa Grace sepertinya sedang memanggilku, pasti ada yang terlewatkan," gumam Vic.
Vic langsung turun dari kasur dan mengambil handphonenya. ia menekan nomor seseorang.
Setelah beberapa saat kemudian seseorang menjawab panggilannya.
"Hallo, Bos!"
"Will, saat itu apakah jasad Grace tidak ditemukan?" tanya Vic.
"Benar, Bos!"
"Perintah anggota cari Grace sampai dapat, aku yakin dia masih hidup!"
"Tapi, Bos. kejadian ini sudah lima tahun berlalu, nyonya pasti sudah terhanyut dibawa arus!"
"Kau juga bisa mengatakan bahwa dia terhanyut dibawa arus, mungkin saja arus itu membawanya tempat lain. cari hingga ke pulau yang di seberang lautan. dan singgah setiap pulau yang ada di sana! mungkin saja dia koma, atau tidak tahu jalan pulang!" perintah Vic.
"Baik, Bos!" jawab Will.
"Lakukan sekarang dan jangan ada kesalahan lagi!" perintah Vic dengan tegas dan kemudian memutuskan panggilannya.
__ADS_1
"Aku berharap masih ada harapan, Grace, kalau dirimu masih hidup kau harus menungguku," ucap Vic.