
"Tempat ini sepertinya aku pernah datang, Tapi, kapan? ini adalah rumah mafia itu. Apakah aku mengenalnya?" gumam Grace.
"Nyonya, Silakan duduk!" ucap Jacky.
"Kenapa kamu memanggilku nyonya? di mana putraku?" tanya Grace.
"Jangan khawatir, Nyonya! Tuan muda kecil sedang tidur siang," jawab Jacky.
"Tuan muda kecil? apa yang kamu katakan?" tanya Grace dengan heran.
"Sebentar lagi bos akan menemui Nyonya," kata Jacky dengan sopan dan kemudian meninggalkan wanita itu di ruang tamu.
"Kenapa dia memanggil nyonya dan tuan muda kecil? Ada apa sebenarnya," gumam Grace.
Tidak lama kemudian Vic menuruni anak tangga dan melihat istrinya yang sedang berdiri di ruangan itu. Mata mafia itu berkaca-kaca saat melihat istri yang tercinta telah berada di depan matanya.
"Grace, Aku tidak menyangka setelah sadar dari koma aku langsung tidak ingat lagi padamu. Baru hari kedua setelah kita menikah kita sudah berpisah selama tiga tahun," batin Vic.
"Grace!" seru Vic yang berjalan menghampiri wanita itu.
__ADS_1
"Kamu sedang memanggil siapa?" tanyanya yang melihat sekitaran dan tidak mendapati siapapun selain dirinya.
"Aku sedang memanggilmu!"
"Di mana putraku?" tanya Grace.
"Dia sedang tidur di kamarku," jawab Vic dengan mata berkaca-kaca. Ia sangat ingin memeluk istrinya akan tetapi ia masih menahankan diri agar tidak membuat wanita itu membencinya.
"Kenapa kamu membawanya ke sini dan bukan membawanya pulang ke rumahku?"
"Di sini adalah rumahnya, Grace!" jawab Vic.
"Kamu yang aku maksudkan, Apakah kamu tidak ingat rumah ini?" tanya Vic.
"Apakah aku dulu pernah datang ke sini?"
"Pernah! pertama kali kita bertemu aku langsung membawamu ke sini," jawab Vic dengan senyum.
"Jangan bercanda denganku! Kenapa kamu tiba-tiba bicara seperti itu? Sandiwara apa yang kamu mainkan?"
__ADS_1
"Aku juga baru ingat kembali setelah melihat cincin ini," jawab Vic yang menunjukan cincin yang digantung di kalung itu.
"Itu adalah cincinku, Kenapa ada di tanganmu?" tanya Grace yang ingin merebut cincin itu dari tangan pria itu.
"Ini adalah cincin pernikahan kita," jawab Vic yang mengejutkan wanita itu. Grace yang mendengar kata pria yang ada di depan matanya ia terdiam dan tentu saja tidak percaya dengan pria itu.
"Jangan bercanda denganku! Itu tidak lucu sama sekali," ketus Grace.
"Dalam cincin ini terukir nama Vic, Vic adalah namaku. Namaku Vic Andrianez. Sedangkan putra kita Vicnez. Itu adalah gabungan namaku menjadi Vicnez," jelas Vic.
"Apakah kamu ingin mengatakan bahwa dirimu juga hilang ingatan sehingga tidak ingat siapa dirimu atau keluargamu? Tolong jangan mengunakan cara ini untuk membohongiku," kata Grace dengan sedikit kesal.
"Grace, Aku tidak bercanda! Namaku memang adalah Vic Andrianez, Tiga tahun yang lalu kita menikah di atas kapal pesiar. dan karena kapal itu diserang oleh musuhku pada tengah malam sehingga mengorbankan banyak tamu yang hadiri pesta kita. Malam itu kamu terjatuh ke laut. saat aku bangun aku mencarimu dan semua sudah terlambat," ungkap Vic yang mengeluarkan air mata. Ia melepaskan cincinnya dan menunjukan kepada istrinya.
"Cincin yang aku pakai ada terukir namamu, ini adalah cincin pernikahan kita yang berarti tidak akan berpisah untuk selamanya," ucap Vic.
"Namaku adalah Grace?"
"Grace Shorters adalah namamu, Kamu adalah gadis yang ku kejar selama ini. Aku tertarik padamu di saat pertemuan pertama kita," ungkap Vic.
__ADS_1