AMNESIA ( Jadilah Wanitaku Season 2 )

AMNESIA ( Jadilah Wanitaku Season 2 )
Transaksi Palsu


__ADS_3

"Mari kita pergi!" ajak Vic yang bangkit dan melangkah pergi.


"Baik," jawab Will yang ikuti langkah bosnya.


Vic menaiki mobilnya yang dikendarai oleh Jacky. mereka menuju ke sebuah gedung tinggi untuk bertemu dengan seseorang.


"Bos, dia sudah tiba, dan ditemani oleh beberapa pengawalnya," kata Jacky.


"Mungkin akan terjadi sesuatu yang tidak menyenangkan, bersiap saat mereka mulai bertindak!" kata Vic.


"Kami akan menemani bos naik ke lantai atas!" ujar Will yang duduk di samping Jacky.


"Tidak perlu! dia sangat berhati-hati, lebih baik kalian di bawah saja. apakah Jhon sudah berada di posisinya?" tanya Vic.


"Sudah, Bos. dia sudah tiba dari awal untuk memantau kondisi gedung itu. terdapat beberapa pengawalnya di setiap tingkat," jawab Jacky.


"Pengecut, hanya melakukan transaksi saja harus dijaga dari lantai bawah hingga atas," kata Vic.


Setelah beberapa menit kemudian mereka tiba di depan gedung itu. terlihat beberapa orang yang mengenakan pakaian hitam berdiri di depan.


Setelah Vic keluar dari mobil mereka menghampiri ketua mafia itu sambil memeriksa seluruh tubuhnya untuk memastikan tidak tersimpan senjata dibalik pakaiannya.


"Silahkan," seru mereka yang menunjukan jalan.


Vic mengikuti mereka melangkah masuk ke dalam dan menaiki lift. pria itu menekan tombol angka 25. Vic membawa koper berwarna hitam yang berisi sesuatu untuk melakukan transaksi.


Setelah beberapa saat kemudian Vic tiba ditingkat 25. ia berjalan mengikuti pria itu menuju ke salah satu ruangan di ujung koridor itu.


Pria yang menunjukan jalan adalah salah satu gangster dari Los Angeles yang bernama Zeus.


Zeus membuka dua pintu ruangan itu dan melangkah masuk ke dalam.


"Bos, orangnya sudah datang," ucap Zeus pada seorang pria yang berdiri di jendela sambil mengunakan tongkat.


"Vic Andrianez, kamu sangat tepat waktu," ujar pria itu yang berambut putih dan berusia sekitar enam puluh tahunan.


"Anda sudah lama menunggu, Tuan Farlos," kata Vic.


"Tidak! aku memiliki banyak waktu luang," jawabnya yang duduk di sofa.


"Duduklah!" ucap Farlos pada Vic.


"Di mana barangnya?" tanya Vic yang duduk berhadapan dengan Farlos.


"Tunjukan barang itu!" perintah Farlos.


Anggotanya meletakan koper di atas meja dan membukanya memperlihatkan kepada Vic.


Vic mengambil salah satu bungkusan kecil berisi narkoba dan mencium aromanya. kemudian ia juga menyerahkan kopernya kepada mereka.


Farlos mengambil seikat lembaran uang itu dan memeriksanya.


"Transaksi yang luar biasa," ujar Farlos yang puas melihat sejumlah uang itu.


Setelah Vic terima barang ia pun membayar sejumlah uang kepada Farlos. tidak lama kemudian ia meninggalkan tempat itu sambil membawa barang yang dia beli.


Vic berjalan dengan santai menuju lift dan menekan tombol ke angka 1.


Anggota Vic yang adalah penembak jitu berada di seberang atas gedung sedang mengamati Farlos dan menunggu kesempatan untuk menembak.


"Si tua, malam ini adalah hari kematianmu," ucapnya yang kemudian menembak mengunakan senapan.


Tembakan yang dilakukan Jhon menembus kaca hingga ke jantung Farlos.


"Augh...," jeritan Farlos yang sesaat kemudian tewas di tempat.


"Bos," teriak anggota Zeus yang menunduk sambil melepaskan tembakan.


Tembakan dari Zeus yang tidak tepat pada sasarannya.


Jhon mengunakan senjatanya mencari sasaran yang tepat untuk membunuh anggota Zeus yang berada di setiap tingkat.

__ADS_1


"Saatnya pertunjukan," ucap Jhon yang melepaskan tembakan demi tembakan ke arah anggota Farlos.


"Aargh...."


"Aargh...."


Tembakan yang dilakukan oleh Jhon menewaskan puluhan anggota Farlos.


Zeus bersembunyi di bawah meja sambil mengambil koper itu karena berminat dengan uang itu. ia membuka dan melihat lembaran dollar dengan tersenyum. sesaat kemudian senyumannya hilang dan membulatkan mata besarnya.


"Sia,lan sisanya adalah uang palsu, Vic Andrianez, aku akan membunuhmu," ketus Zeus dengan kesal.


Sementara Vic yang keluar dari lift ia berjalan menuju ke pintu utama dan dihadang oleh anggota Farlos. mereka ingin melepaskan tembakan ke arahnya.


Vic yang melihat mereka ingin beraksi ia langsung melempar koper yang dia pegang ke arah mereka.


Dor..


Dor..


Tembakan mereka mengenai koper sehingga semua isi koper itu berserakan di lantai.


Vic mengeluarkan silet dari mulutnya dan melempar ke arah anggota Farlos.


Beberapa anggota Farlos mengenai silet itu yang menyayat tangan mereka sehingga senjata yang mereka pegang jatuh ke lantai.


Vic maju ke arah mereka dan langsung menendang dengan kaki panjangnya


Brugh...


"Aargh...."


Brugh...


"Aargh...."


Selain menendang, Vic juga mematahkan tulang leher mereka sehingga menyebabkan mereka tergeletak tidak bernyawa.


Krek...


"Aargh...."


"Dasar sampah!" ketus Vic yang mengutip salah satu senjata milik mereka.


Anggota Farlos yang berjaga di luar ingin menembak ke arah Vic. akan tetapi niat mereka dihentikan oleh Will dan Jacky yang menembak ke arah mereka.


"Aargh...."


"Aargh...."


Tembakan mereka menewaskan sejumlah anggota Farlos yang di luar gedung.


"Vic Andrianez...," teriak Zeus yang keluar dari lift dan langsung melepaskan tembakan


Vic langsung berlari dan melompat ke meja resepsionis.


"Viz Andrianez, berani sekali kau membayar dengan uang palsu, apakah kau sudah jatuh miskin?" bentak Zeus sambil melepaskan tembakan ke arah meja itu.


Dor..


Tembakan demi tembakan dilakukan oleh Zeus menembus meja itu.


Vic bangkit dan langsung melepaskan tembakannya ke arah Zeus.


Tembakan yang dilakukan Vic menembus bagian perut lawannya.


"Aarghh," jeritan Zeus yang kesakitan dan terkapar di lantai itu.


"Bagaimana rasanya saat ditembus oleh peluru?" tanya Vic dengan senyum.


"Berani sekali kau menyerang kami dan membayar dengan uang palsu," ketus Zeus.

__ADS_1


"Bukankah kalian sama saja memberi barang yang palsu, dalam setiap bungkusan isinya adalah tepung putih. apakah kau dan bosmu menganggap aku adalah orang bodoh? aku sudah lama menjalani bisnis ini. mana mungkin aku tidak bisa membedakannya," kata Vic yang melepaskan tembakannya.


Tembakan Vic menembus tepat pada jantung pria itu.


Tembakan yang terjadi di luar, anggota Farlos datang menyerang Will dan Jacky.


Dua pengawal Vic terjadi baku tembak dengan mereka di luar sana. sementara Jhon menembak sasarannya dari atas gedung seberang.


"Aargh...."


"Aargh...."


Tembakan demi tembakan dari anggota Vic menewaskan lawannya satu persatu. tidak lama kemudian Vic keluar dari gedung itu dan sama-sama menembak mereka.


"Aarrgh...."


"Aarrgh...."


"Ayo...kita pergi!" perintah Vic yang melangkah menuju ke mobilnya.


Will dan Jacky mengikuti langkah bos mereka dan meninggalkan tempat itu setelah berhasil membunuh lawan-lawan mereka.


"Bos, sesuai dengan perkiraan Anda, Farlos akan menyerahkan barang palsu," ujar Will.


"Tujuannya adalah ingin membunuh bos," kata Jacky.


"Transaksi jual beli hanyalan topengnya saja," ucap Vic.


Keesokan harinya.


Apartemen tempat tinggal Chris dan Rancy.


Di pagi itu Chris yang belum bangun putra kecilnya masuk ke kamar dan naik ke atas kasur.


Vicnez memang sangat manja dengan papanya selama ini. Chris sangat menyayangi anak itu walau bukan darah dagingnya sendiri.


"Papa! Papa! Papa!" panggil Vicnez sambil menguncang tubuh Chris.


"Iya, ada apa?" tanya Chris yang baru membuka matanya.


"Papa hari ini libur, temankan Vicnez pergi makan ice cream!" pinta Vicnez yang tidur di atas tubuh papanya.


"Apakah jagoan papa ingin makan ice cream?" tanya Chris yang memeluk anak itu.


"Baiklah, papa mandi dan cuci muka dulu. di mana mama?" tanya Chris yang bangkit dan berubah posisi duduk.


"Mama sedang keluar belanja," jawab Vicnez.


"Kenapa tidak membangunkan papa? biar papa yang mengantar mama."


"Hari ini papa cuti kerja, mama bilang jangan ganggu papa," jawab Vicnez.


"Baiklah, setelah papa siap mandi,.kita pergi jemput mama, ya!"


"Iya, Pa," jawab Vicnez yang bangkit dan duduk di kasur.


"Duduk di sini dan tunggu papa sebentar," ujar Chris yang mencium pipi anak itu.


"Iya, Pa," jawab Vicnez dengan semangat.


Di sisi lain Rancy yang sedang belanja di pusat perbelanjaan, ia sedang memilih barang-barang kebutuhan dapur dengan mengunakan keranjang beroda. dan di saat yang sama Vic juga mendatangi tempat itu sambil melihat sekeliling pusat perbelanjaan yang cukup besar dan mewah.


"Bos, apakah butuh sesuatu?" tanya Jacky yang ikuti dari belakang.


"Aku hanya ingin melihat saja," jawab Vic yang mengambil salah satu botol minuman.


Sesaat kemudian Vic meletakan kembali minuman itu ke pajangan. ia lalu berjalan mengelilingi dan melihat semua barang pajangan yang ada di sana.


Setelah berhasil membunuh Farlos ia tidak langsung kembali ke hotel. ketua mafia itu singgah ke salah satu pusat perbelanjaan terbesar di Los Angeles untuk mencari sesuatu yang dia butuhkan.


Rancy yang mendorong keranjang beroda sambil memilih barang yang dipajang di sekitarnya. ia tidak memperhatikan pria yang berdebat dengannya sedang berdiri di depannya.

__ADS_1


Saat Vic menoleh ke samping ia melihat Rancy yang sedang fokus memilih buah-buahan. pria itu lagi-lagi terdiam saat melihat wanita itu.


"Kenapa setiap kali melihatnya aku merasa tidak asing," batin Vic.


__ADS_2