AMNESIA ( Jadilah Wanitaku Season 2 )

AMNESIA ( Jadilah Wanitaku Season 2 )
Baku Tembak Restoran.


__ADS_3

"Vicnez, Apakah kamu takut?" tanya Vic


"Tentu saja, Tidak. Kalau Vicnez takut maka siapa yang akan melindungi mama," jawabnya.


"Pintar! Nanti akan terjadi baku tembak, kamu pejamkan saja matamu," kata Vic.


"Tidak perlu, Paman! Vicnez tidak takut sama sekali," jawabnya.


"Kamu memang pemberani," ucap Vic.


Para pengujung di sana hanya bisa patuh dan menyerahkan barangnya kepada perampok itu.


"Keluarkan semuanya barang kalian," bentak perampok itu sambil melepaskan ke atas.


Dor...


Dor...


Tembakan yang dilakukan oleh kelompok bersenjata itu menghancurkan kaca besar dan membunuh beberapa pengunjung restoran.


"Aarrgh...," jeritan pengunjung di sana yang ketakutan.


Jacky dan Will langsung membalikan meja makan untuk menghadang peluru tersebut. sementara Vic melindungi Vicnez sambil memegang pistolnya.


Setelah memecahkan kaca besar itu, mereka pun melepaskan tembakan tanpa berhenti.


Dor...


Dor...


Dor...


Tembakan mereka gagal mengenai Vic dan anggotanya.


"Bunuh mereka dan setelah itu kita ambil semua uang dan pergi dari sini," ujar salah satu perampok itu.


"Baik, Bos!" jawab anggotanya.


"Mereka datang merampok atau membunuh?" tanya Jacky.


"Jangan bertahan! tembak mereka juga!" perintah Vic sambil melindungi Vicnez.


"Baik, Bos," jawab Will dan Jacky yang mengeluarkan senjata mereka.


Vic, Jacky dan Will sama-sama membalas tembakan ke arah perampok itu.


Dor...

__ADS_1


"Aarghh...."


Dor...


"Aarghh...."


Dor...


"Aarghh...."


Teriakan perampok itu yang langsung tewas ditempat.


"Paman, berikan aku pistolmu!" pinta Vicnez.


"Vicnez, kamu tidak boleh mengunakannya," jawab Vic.


"Aku bisa mengunakannya," jelas Vicnez yang tanpa rasa takut.


"Menunduk!" titah Vic pada Vicnez. Anak itu langsung menunduk dan menutup kedua telinganya. dan di saat yang sama kalung yang dia kenakan jatuh keluar dari bajunya. terlihat jelas cincin pernikahan ibunya sedang digantung di kalung emas itu.


Perampok itu melepaskan tembakan ke arah Vic dan lainnya


Dor...


Dor...


Dor...


Dor...


"Maju!" perintah Vic.


Vic, Jacky dan Will mendorong meja itu ke arah lawannya dan sambil melepaskan tembakan bersama ke arah sejumlah perampok itu.


Dor...


Dor...


Dor...


Dor...


Tembakan yang dilakukan oleh Vic dan lainnya dengan serentak.


"Aaarrghh....," jeritan mereka yang ditembus oleh peluru.


Dor...

__ADS_1


Dor...


Dor...


Tembakan yang dilakukan oleh Vic mengenai tubuh lawannya.


"Aarrghh....," teriakan para perampok yang tertembak dan tewas langsung di tempat.


"Bunuh mereka semua!" perintah Vic sambil melepaskan tembakan. Sementara tangan kirinya mengendong Vicnez.


Dor...


Dor...


Dor...


"Aaarrggh....,"teriakan perampok itu yang akhirnya tergeletak tidak bernyawa.


Dor...


Dor...


Dor...


Tembakan yang dilakukan oleh Will menembus beberapa pembunuh lainnya.


"Aaarrghh....," teriakan mereka yang tertembak dan tewas satu-persatu.


Sebanyak tiga belas perampok tewas tak tersisa, dan tidak tahu dari mana asal usul mereka.


"Vicnez kamu tidak apa-apa?" tanya Vic.


"Aku tidak apa-apa, Paman," jawab Vicnez yang tanpa takut


" Bos, mereka sudah tewas," ujar Will.


"Mari kita pergi!" ajak Vic yang melangkah keluar dan masuk ke dalam mobilnya


"Paman, kenapa kita harus lari?" tanya Vicnez.


"Bukan lari, Tapi, kita hanya meninggalkan tempat tadi," jawab Vic


"Paman, kenapa tidak membiarkan Vicnez menembak mereka?" tanya Vicnez yang duduk di pangkuan Vic.


"Pistol sangat berbahaya, untuk usiamu sekarang sangat tidak cocok," jawab Vic.


"Vicnez ingin menjadi mafia, Agar bisa membantu paman!"

__ADS_1


"Vic--" ucap Vic yang terhenti karena melihat cincin yang digantung di kalung yang dikenakan oleh Vicnez.


__ADS_2