AMNESIA ( Jadilah Wanitaku Season 2 )

AMNESIA ( Jadilah Wanitaku Season 2 )
Paman Dingin


__ADS_3

"Bukankah kamu ingin uang? ambil saja uangku dan handphone milikku!" kata Vic yang mengeluarkan dompet dan handphone miliknya.


"Kau masih sadar diri rupanya," jawab perampok itu yang melepaskan tangan Rancy.


"Bukankah dia adalah pria yang di bandara itu," batin Rancy.


"Kelihatannya kau adalah pria kaya, dari pakaianmu adalah dari bahan yang berkualitas."


"Apakah kau ingin pakaianku juga?" tanya Vic.


"Tentu! lepaskan semuanya! karena harga blazermu ini sekitar jutaan Dollar."


Vic melepaskan blazernya, dan di saat yang sama beberapa pria bersenjata yang masuk ke dalam pusat perbelanjaan itu. jumlah mereka lebih unggul dari perampok hanya berjumlah beberapa orang.


"Semuanya jangan bergerak!" bentak mereka dengan serentak.


Perampok yang berdiri di depan Vic ingin melepaskan tembakan ke arah pria bersenjata yang baru datang.


Vic bergerak cepat melilit leher perampok itu dengan kuat sehingga membuat pria itu kesulitan bernafas.


"Ingin merampok? jangan bermimpi," ketus Vic yang menendang kaki perampok itu sehingga menyebabkan tubuh prianya terhempas ke lantai.


Brugh...


"Aarhg...," jeritan perampok itu yang kesakitan.


"Kalian semua jangan takut! berdiri dan pulanglah!" kata Jacky pada mereka semua.


"Mereka adalah teman kita, jadi tenang saja! kalian akan selamat!" ucap Jacky yang tidak ingin menakuti mereka.


"Terima kasih!"


"Terima kasih!" ucapan mereka satu persatu.


Para pengunjung kemudian meninggalkan tempat itu dengan tertib walau sebenarnya mereka masih ketakutan.


"Bos!" sapa mereka pada Vic.


"Serahkan saja mereka kepada pihak berwajib!" perintah Vic.


"Baik!" mereka dengan serentak.

__ADS_1


"Mama...," teriak Vicnez yang digendong oleh Chris mendatangi pusat perbelanjaan itu.


Vic mendengar suara anak yang tidak asing lagi baginya. ketua mafia itu memandang ke arah mereka yang tersenyum bahagia.


"Chris, Vicnez, kenapa kalian bisa ada di sini?" tanya Rancy.


"Mama, kami ingin pergi membeli ice cream, dan kemudian singgah ke sini untuk menjemput mama," jawab Vicnez.


"Apa yang terjadi di sini?" tanya Chris yang melihat banyak pengunjung berjalan meninggalkan tempat itu.


"Tadi terjadi hal yang tidak menyenangkan," jawab Rancy.


"Paman itu di sana," ucap Vicnez yang menunjuk ke arah Vic.


"Tuan, terima kasih karena telah menyelamatkan kami!" ucap Rancy yang menghampiri Vic.


"Tidak perlu berterima kasih!" jawab Vic.


"Mama, apa yang telah terjadi? kenapa banyak paman yang memiliki senjata?"


"Tadi ada perampok, dan paman-paman itu telah menangkap mereka," jawab Rancy.


"Tuan, terima kasih atas kejadian hari ini!" ucap Chris.


"Paman kenapa sombong sekali?" tanya Vicnez dengan terus terang.


"Vicnez, jangan bicara seperti itu.


"Paman sangat dingin dari luar, tapi memiliki hati yang baik. karena hari ini telah menyelamatkan mamaku. Vicnez akan berterima kasih dengan paman. Vicnez akan mentraktir ice cream untuk paman!" ucap Vicnez.


"Tuan, apakah Anda sudi makan bersama kami? karena telah menyelamatkan istriku, jadi aku ingin berterima kasih padamu," kata Chris dengan senyum ramah.


"Aku masih ada urusan lain," jawab Vic yang kemudian melangkah pergi.


"Papa, kenapa paman itu begitu angkuh?"


"Sayang, jangan berkata seperti itu!" ujar Chris yang mencium pipi putranya.


"Paman dingin, setelah Vicnez dewasa akan mencari paman dan traktir makan ice cream...," teriakan Vicnez.


"Dasar anak kecil!" gumam Vic.

__ADS_1


"Ayo...kita pergi dulu!" ajak Rancy.


Perjalanan menuju ke hotel


"Bos, apakah Anda terluka?" tanya Jacky yang sedang menyetir.


"Kita langsung pulang atau ke tempat lain?"


"Pulang saja!" jawab Vic yang memandang keluar jendela.


"Baik," jawab Jacky.


"Kenapa wanita itu dan anak itu muncul terus di dalam pikiranku? dan di mana kami pernah bertemu," batin Vic.


"Jacky, selediki wanita itu, aku ingin tahu semua tentang dia!" perintah Vic.


"Baik, Bos," jawab Jacky.


"Kenapa bos malah tertarik pada wanita yang sudah menikah? bukankah wanita bernama Joline menemuinya saat itu. apakah hanya hubungan sebatas ranjang?" batin Jacky.


Tidak lama kemudian Vic tiba di hotel dan langsung kembali ke kamarnya. setelah masuk ke kamar ia melepaskan semua pakaiannya dan menuju ke kamar mandi. seperti biasanya dia membersihkan dirinya dengan air hangat dari shower.


"Kenapa pikiranku begitu kacau?" batin Vic.


Setelah beberapa menit kemudian ia keluar dari kamar mandi dengan hanya mengenakan handuk.


Tok...tok...


Ketukan pintu dari luar.


"Siapa?"


"Joline, aku ingin selesaikan kerja yang belum tuntas," jawab Joline.


Vic membuka pintu dan menyambut kedatangan wanita itu.


Klek...


"Tubuh yang berotot dan seksi,"Joline yang mendekati pria itu.


"Apakah kau datang tujuanmu hanya itu?" tanya Vic yang menutup pintu dan mengunci dari dalam.

__ADS_1


"Iya, apakah kamu mau mencobanya lagi? selama ini pertemuan kita hanya untuk saling memuaskan. sepuluh tahun yang lalu kau melakukannya berulang kali denganku. dan semalam kau malah tidak jadi dan aku sangat tersiksa. namun, aku tidak ingin pria lain yang melakukan hubungan denganku," kata Joline.


__ADS_2