AMNESIA ( Jadilah Wanitaku Season 2 )

AMNESIA ( Jadilah Wanitaku Season 2 )
Kejaran musuh


__ADS_3

"Tidak biasanya Vicnez bersikap manja dengan orang lain," batin Rancy.


"Adik, apakah kamu merasa sakit?" tanya dokter yang sedang mengoles obat.


"Tidak sakit, Paman Dokter. luka ini hanyalah luka ringan. tidak apa-apa bagiku," jawab Vicnez yang sambil memeluk Vic


"Pintar sekali, kalau begitu paman akan membalut dengan perban agar tidak kena debu ya!"


"Terima kasih, Paman!" ucap Vicnez.


"Sama-sama!" balas Dokter.


"Kenapa aku merasa tidak asing dengan anak ini? saat bersama mereka aku merasakan sebuah perasaan keluarga," batin Vic.


"Paman, nanti bisa temankan Vicnez makan ice cream?" tanya Vicnez.


"Vicnez, jangan menganggu paman, Ya. paman masih ada urusan. kita saja yang pergi!" kata Rancy.


"Aku ada waktu luang, dan tidak ada urusan, tidak masalah aku bisa menemaninya," ujar Vic dengan senyum.


"Hore...kita akan makan ice cream dan main-main di taman hiburan sampai puas," teriak Vicnez dengan girang


"Anak ini kenapa bisa begitu dekat dengan pria ini, siapa pria ini saja aku tidak tahu. Vicnez yang ku kenal benar-benar berubah total," batin Rancy.


Setelah luka Vicnez diobati, Vic mengendong anak itu dan berjalan menuju ke pintu utama.


"Tuan, terima kasih karena menemani kami, biarkan aku saja yang mengendongnya," ucap Rancy.


"Kita akan membawanya pergi makan ice cream!" kata Vic yang menuju ke mobilnya.


"Tapi...."


"Masuklah!" seru Vic yang mendudukan Vicnez ke dalam mobil.


"Iya," jawab Rancy yang terpaksa menyetujui kata pria itu.


Mereka duduk di belakang mobil, Vicnez duduk di bagian tengah dengan ditemani oleh Vic dan Rancy.


"Paman, terima kasih karena sudah menemani Vicnez!" ucap VIcnez yang memegang tangan Vic.


"Sama-sama!" balas Vic dengan senyum yang juga memegang tangan mungil itu.


Saat mobil mereka sedang berjalan, tiba-tiba terlihat mobil berwarna hitam mengikuti mereka dari belakang.


Jacky yang sedang menyetir ia selalu memperhatikan melalui spion dan cermin yang di atas kepalanya.


"Bos, sepertinya ada yang mengikuti kita," ujar Jacky.

__ADS_1


"Abaikan saja dan bersikap seperti biasa!" perintah Vic.


"Iya!" jawab Jacky.


"Apakah mereka berniat jahat?" tanya Rancy yang melihat sebuah mobil di belakang mereka.


"Mereka adalah musuhku, apapun yang terjadi tetap menunduk dan jangan keluar dari mobil," kata Vic yang mengeluarkan senjatanya


"Siapa mereka, Paman? kenapa ikut dengan kita?"


"Mereka hanya parasit yang tidak berguna, Vicnez, maaf karena melibatkanmu. Jangan takut...setelah ini kita akan pergi makan ice cream!" jawab Vic.


"Baik, Paman!" balas Vicnez dengan patuh.


Rancy memeluk putranya dengan erat, sementara Vic mengeluarkan pistol sambil menunggu kesempatan untuk menembak.


"Ada dua mobil yang mengejar kita," ujar Vic.


"Aku akan menambahkan kecepatan mobil," kata Jacky yang melajukan mobilnya.


Dua mobil asing mengejar mobil Vic dengan kecepatan tinggi. Mereka mulai mengeluarkan senjata ingin menembak sasarannya.


Dor...


Dor...


Vic memeluk Rancy yang sedang ketakutan sambil memeluk putranya. tembakan dari musuhnya tidak berhasil menembus kaca mobilnya karena anti peluru.


Dor...


Dor...


Dua mobil itu tidak berhenti untuk menembak, mereka berusaha mendekati mobil Vic dengan berniat ingin menabraknya.


Vic melepaskan pelukannya dan mengeluarkan senjata ke jendela. ia mengarah ke mobil yang sedang mengejarnya.


Dor...


Dor...


Dor...


Tembakan yang dilakukan oleh Vic menembus kaca mobil sasarannya.


"Aarghh...," jeritan supir mereka yang ditembus oleh peluru.


Akibat tewas salah satu supir lawannya sehingga mobilnya berjalan dengan tidak stabil. mobil itu belok ke kanan dan ke kiri tanpa ada yang mengendalikan setir mobil itu.

__ADS_1


Tidak lama kemudian mobil tersebut menabrak kendaraan lain.


Brak...


Brak...


Sisa satu mobil yang masih mengejar mobil Vic.


Pria yang di dalam mobil melepaskan tembakan tanpa berhenti.


Dor...


Dor...


Setiap tembakannya tidak mampu menembus kaca anti peluru mobil ketua mafia itu.


"Buka atap mobil!" perintah Vic.


"Baik!" jawab Jacky yang menekan salah satu tombol yang di depannya. tidak lama kemudian atap mobil terbuka. Vic langsung berdiri dan melepaskan tembakan ke arah mobil itu.


Dor...


Dor...


Dor...


Beberapa tembakan yang dia lepaskan menembus kepala musuhnya yang ada di dalam mobil itu.


Setelah mengenai tembakan pria yang di dalam mobil itu langsung tewas sehingga mobilnya belok ke arah lain dan bertabrakan dengan mobil lain


Sesudah berhasil Vic duduk kembali kursinya dan atap mobil tertutup semula.


"Paman, hebat...berhasil menembak mereka," teriak Vicnez dengan girang.


"Apakah kamu tidak takut?" tanya Vic yang menyimpan senjatanya.


"Tidak takut! apakah paman adalah polisi atau mafia?"


"Menurutmu paman siapa?" tanya Vic dengan senyum.


"Paman lebih mirip dengan mafia," jawab Vicnez dengan tertawa.


"Apapun yang kamu lihat tadi, jangan dipelajari ya!" ucap Vic yang mengelus kepala anak itu.


"Paman, Vicnez ingin menjadi mafia saja," ujar Vicnez.


"Kamu masih anak-anak, jangan berkata seperti itu, bukankah kemarin kamu ingin menjadi dokter. kenapa tiba-tiba ingin berubah?" tanya Rancy.

__ADS_1


"Vicnez ingin menjadi dokter yang hebat seperti papa, dan menjadi mafia tangguh seperti paman," jawab Vicnez.


__ADS_2