AMNESIA ( Jadilah Wanitaku Season 2 )

AMNESIA ( Jadilah Wanitaku Season 2 )
Menikah Demi Vicnez


__ADS_3

Joline yang ingin menyentuh dada pria itu tangannya digenggam erat oleh Vic.


"Kenapa, apakah kamu sudah bosan denganku?" tanya Joline.


"Hentikan, Joline! sudah ku katakan semalam jangan mencariku lagi!" jawab Vic yang mengabaikan wanita itu. Vic mengambil pakaiannya.


"Kamu sudah berubah atau kamu sudah memiliki wanita lain?"


"Kau tahu aku tidak akan suka berhubungan dengan sembarang wanita, selama ini aku hanya fokus pada bisnisku," jawab Vic.


"Dalam sepuluh tahun apakah kau tidak pernah menyentuh yang lain selain aku?"


"Aku tidak tahu karena aku sudah tidak ingat, lebih baik kamu pergi jangan pernah datang lagi!" ujar Vic.


"Baiklah! kelihatannya hari ini adalah hari terakhir kita bertemu. selamat tinggal!" ucap Joline yang keluar dari kamar pria itu dengan raut wajah kecewa.


Vic mengenakan pakaiannya sambil berdiri di depan cermin, ia sama sekali tidak peduli atau bernaf.su saat digoda.


"Aku lebih penasaran siapa gadis yang ada di dalam ingatanku. setelah kejadian itu sepertinya aku kehilangan sesuatu yang tidak bisa aku ingat kembali. siapa dia dan di mana dia? kalau kami tidak ada hubungan tidak mungkin suara itu muncul terus dalam ingatanku. aku harus mencarinya sampai dapat," batin Vic.


"Dokter yang menanganiku saat itu, aku harus menemui dia setelah urusanku selesai," gumam Vic.


Di sisi lain Rancy bersama suami dan putranya sedang menikmati ice cream sesuai permintaan sang buah hati mereka.


"Rancy, aku tidak menyangka terjadi perampokan di siang hari, setelah selesai makan aku akan memeriksa kondisimu dulu!" kata Chris.


"Aku tidak terluka, jadi tidak perlu periksa lagi," kata Rancy.


"Dengarkan saja kataku, aku hanya mengkhawatirkanmu," ucap Chris.


"Mama, dengar saja kata papa, papa adalah seorang dokter jadi papa pasti lebih pintar dari mama," ucap Vicnez yang sedang makan ice cream.


"Dasar bocah!" ujar Rancy yang mengelus kepala putranya.


"He he he...bahkan bocah ini saja ingin kamu mendengarkan kataku," kata Chris dengan tertawa.


"Papa, Mama, Vicnez ingin minta sesuatu!"


"Minta apa?" tanya Rancy dan Chris dengan serentak.


"Vicnez mau seorang adik perempuan," jawabnya.


"A-apa?" tanya Rancy.

__ADS_1


"Vicnez mau mama melahirkan lagi seorang anak perempuan," jawab Vicnez.


"Kenapa kamu tiba-tiba meminta sesuatu yang aneh?" tanya Chris.


"Papa, Mama, kalian lihat di sana!" kata Vicnez yang menunjukan ke arah pasangan suami istri yang sedang bersama putra putri mereka.


"Paman dan bibi itu memiliki dua anak yang sepasang, sedangkan papa dan mama masih kurang satu. Vicnez ingin meminta adik perempuan agar setelah Vicnez dewasa bisa melindunginya," ujar Vicnez yang membuat Rancy dan Chris langsung terdiam.


"Vicnez, habiskan ice creammu!" ucap Rancy.


"Mama, kapan kita bisa bertemu paman itu lagi?"


"Paman mana?" tanya Rancy.


"Paman kepala batu itu!"


"Kenapa ingin bertemu dengan dia? bukankah Vicnez tidak suka dengan paman itu?" tanya Chris.


"Paman itu hanya dingin tapi dia baik dan sudah menyelamatkan mama, Vicnez tidak membencinya karena dia baik hati walau agak mengjengkelkan," jawab Vicnez.


"Vicnez, jangan berkata seperti itu, bagaimanapun paman itu adalah penyelamat mamamu!" ucap Chris.


"Iya, Pa. lain kalian kalau Vicnez bertemu dengan paman itu lagi, Vicnez akan bersikap sopan dengannya," jawabnya.


Rancy yang melihat putranya ia tersenyum bahagia, akan tetapi di dalam hatinya masih merasa bersalah terhadap putranya karena ia tidak bisa mengingat siapakah ayah dari anak itu.


"Vicnez, maafkan mama karena hingga saat ini mama tidak bisa ingat siapa papamu, kalau saja ingatan mama sudah terkubur selamanya maka biarlah kamu menganggap papa Chris sebagai papa kandungmu. sesuai janji mama dengan papa Chris setelah lewat lima tahun andaikan mama masih belum pulih ingatan mama. mama akan bersama dengan papa Chris untuk selamanya," batin Rancy.


"Rancy...," suara panggilan Chris yang membawakan botol minuman untuk wanita itu.


"Chris," balas Rancy.


"Minum air dulu!" ujar Chris yang memberikan botol minumannya kepada Rancy.


"Terima kasih!"


"Apa yang kamu pikirkan? apakah ada ingatan masa lalu?" tanya Chris.


"Tidak ada! aku hanya melihat Vicnez sudah semakin besar, tapi perasaan bersalahku padanya semakin besar."


"Kenapa?"


"Aku sedang berbohong padanya," jawab Rancy yang memandang ke arah putranya yang sedang bermain.

__ADS_1


"Rancy, apakah kamu ingin memberitahu kebenarannya? kalau memang iya, aku mendukungmu!"


"Maafkan aku, Chris. aku bukan tidak ingin Vicnez mengakuimu. aku hanya merasa bersalah padanya. dan sejak lahir dia sudah mendapat kasih sayang darimu. Vicnez sangat beruntung karena memiliki seorang papa yang begitu sayang padanya."


"Dia adalah anak yang lucu dan pintar, siapa yang tidak sayang padanya, aku mendukung apapun keputusanmu. asalkan yang terbaik buatnya aku tetap mendukung!" kata Chris.


"Aku tidak tahu bagaimana caranya aku membalas budi baikmu, saat aku kritis kamu yang menyelamatkan aku. aku menjadi cacat dan menakutkan kamu juga yang menyembuhkanku. selama aku koma selama beberapa bulan. kamu juga tidak putus asa dengan pasien sepertiku."


"Ini adalah tanggung jawabku sebagai dokter, aku ingin menyembuhkan semua pasienku. ketika mereka sembuh ini adalah kebahagiaan bagiku," kata Chris.


"Kamu adalah dokter yang berhati mulia, dan aku adalah pasien yang sangat beruntung. putraku adalah anak yang sangat beruntung!" ujar Rancy.


"Bukan putramu, tapi putra kita. jangan lupa di akta kelahirannya aku menjadi papa kandungnya," kata Chris dengan senyum.


"Papa yang baik hati, kalau saja banyak gadis yang mengetahui kebaikanmu mereka pasti akan mengincarmu," ucap Rancy dengan bercanda.


"Aku tidak akan sanggup melayani mereka," jawab Chris dengan tertawa.


"Rancy, aku bukan ingin membuatmu putus asa, aku hanya tidak ingin kamu terlalu berharap agar tidak kecewa. mungkin suatu saat ingatanmu akan pulih. apapun itu kamu harus siap menerimanya," kata Chris.


"Lima tahun sudah berlalu, apakah masih ada kesempatan untuk aku sembuh?"


"Aku yakin pasti bisa, percaya saja padaku. lagi pula Canie mengatakan suatu saat kamu pasti bisa sembuh!"


"Dokter Canie juga sudah berusaha, apakah kamu tidak mempertimbangkan dia? aku masih merasa tidak nyaman dengannya," ujar Rancy.


"Jangan merasa seperti itu! aku dan dia hanya teman lama, dia juga tahu!"


"Dia mencintaimu, kamu tahu itu!"


"Aku menolaknya dari dulu agar dia putus asa, tapi dia yang tidak ingin lepas tangan," jawab Chris.


"Demi Vicnez kamu membiarkan kami tinggal di tempatmu, aku yakin dokter Canie pasti sangat terluka," kata Rancy.


"Aku tidak butuh menjelaskan ke dia, lagi pula Vicnez butuh tempat tinggal yang tetap. aku ingin melihat dia bahagia setiap hari. setiap melihat senyum aku sangat bahagia. Rancy, terima kasih karena sudah memberiku keluarga yang bahagia," ucap Chris.


"Seharusnya aku yang berterima kasih padamu, tanpamu mungkin aku tidak sanggup menghadapi kesulitan yang ku hadapi saat itu."


"Jangan dipikirkan lagi! yang penting adalah Vicnez menjalani hidup bahagia," jawab Chris.


"Papa, cepat ke sini temani Vicnez main bersama!" ajak Vicnez yang sedang ayunan.


"Iya, papa akan bermain denganmu," jawab Chris yang menghampiri anaknya itu.

__ADS_1


"Vicnez sangat manja dengan Chris, dua pria ini adalah bagian dari hidupku. kami menikah di atas kertas demi Vicnez. anak ini menyatukan kami berdua. selama ini Chris sabar menungguku. apa lagi yang aku ragukan," gumam Rancy.


__ADS_2