AMNESIA ( Jadilah Wanitaku Season 2 )

AMNESIA ( Jadilah Wanitaku Season 2 )
Melakukan Pencarian


__ADS_3

"Mama, apakah mama sedang sedih?" tanya Vicnez yang duduk bersama Rancy di ruangan.


"Tidak! mama baik-baik saja!" jawab Rancy dengan senyum.


"Mama, di mana papa?"


"Papa pergi ke turki, dan mungkin tidak bisa pulang dalam waktu dekat," jawab Rancy.


"Maksud Vicnez adalah papa kandung," kata Vicnez yang membuat Rancy terdiam.


"Vicnez, apa maksudmu?"


"Mama, Vicnez tahu kalau papa Chris bukan papa kandung Vicnez," jawabnya.


"Sejak kapan Vicnez mengetahui hal ini?" tanya Rancy dengan penasaran.


"Vicnez tidak sengaja mendengar papa Chris dan mama sedang berbincang."


"Vicnez, apakah kamu membenci papa Chris?"


"Tentu saja, Tidak. papa Chris selama ini sangat baik dengan Vicnez. dan sering memanjakan Vicnez."


"Vicnez, apapun yang terjadi kamu harus menyayangi papa Chris dan menghormatinya!"


"Vicnez akan menyayangi dan berbakti pada papa Chris seumur hidup, Ma," jawab Vicnez.


"Anak mama yang pintar," kata Rancy yang mencium pipi anaknya.


"Ma, beritahu Vicnez...di mana papa kandung Vicnez?"


"Maaf, Sayang! karena mama tidak bisa ingat, karena mama lupa semua tentang masa lalu," jawab Rancy.


"Lalu, apakah Vicnez tidak bisa lagi bertemu dengan papa?" tanya Vicnez dengan mata yang berkaca-kaca.


"Pasti bisa bertemu lagi suatu saat nanti, percayalah pada mama!"


"Tapi Vicnez selama ini sangat merindukan papa, Ma. walau pun papa Chris selalu di sisi Vicnez, tapi Vicnez tetap berharap bisa bertemu dengan papa kandung," ujar Vicnez yang mengeluarkan air mata.


Rancy yang melihat putranya sedang bersedih ia melepaskan kalungnya.


"Vicnez, ini adalah cincin pernikahan papa dan mama, di dalam cincin ini terukir nama papa. mulai hari Vicnez harus menjaga cincin ini dengan baik," kata Rancy yang memakaikan kalungnya ke leher putranya itu.


"Apakah nama papa adalah Vic?" tanya Vicnez yang melihat ukiran nama itu.

__ADS_1


"Iya, anggap saja papa sedang menemani Vicnez, suatu saat ketika mama sudah sembuh kita akan mencari papa," jawab Rancy.


"Mama, Vicnez akan menunggu papa datang menemui kita, atau kita yang akan mendatangi papa," ucap Vicnez.


"Maaf, Sayang. mama sangat bodoh sehingga tidak bisa menemukannya."


"Bukan salah mama, Mama, jangan sedih lagi. Vicnez akan selalu menemani mama sampai kapanpun!" ucap Vicnez yang mencium wajah ibunya.


"Terima kasih, Sayang!" ucap Rancy dengan senyum dan memeluk putranya.


"Vic, andaikan kamu melihat putra kita kamu pasti bahagia, kan," batin Rancy.


Beberapa hari kemudian.


Rancy sedang mencari berita lima tahun yang lalu melalui komputernya. ia ingin menyelidiki kejadian ledakan kapal yang melibatkan dirinya itu.


"Lima tahun yang lalu terjadi ledakan di sebuah kapal pesiar yang telah menelan korban sekitar ratusan jiwa. para penumpang yang selamat mengalami luka bakar yang cukup parah. tim penyelamat langsung turun tangan melakukan evakuasi bagi korban yang masih selamat!" sebut Rancy yang sedang membaca berita itu.


"Hingga saat ini pihak kepolisian tidak mengungkap nama pemilik kapal tersebut, selain kapal pesiar terdapat kapal yang tidak dikenali ikut menjadi korban ledakan itu!"


"Kenapa polisi tidak mengungkap nama pemilik kapal pesiar itu? apakah itu adalah kapal yang sama tempat acara pesta pernikahanku dan Vic?" gumam Rancy.


"Banyak kejadian di tahun itu, tidak tahu kapal yang mana menjadi pesta pernikahanku. kenapa mereka harus menutupinya. apakah ada yang tidak boleh diketahui oleh orang lain," ucap Rancy yang mengacak rambutnya karena binggung.


Di sisi lain Will dan Jacky menemui bos mereka di kediaman Andrianez.


"Begitu juga pulau lainnya, mereka tidak pernah didatangi pengunjung dari luar," ujar Will.


"Kalau tidak ke pulau itu, lalu ke mana dia dibawa arus?" kata Vic dengan heran.


"Mungkin saja ke tempat lain dan bukan pulau," ujar Jacky.


"Tapi, pulau itu berhubungan dengan laut, kalau terbawa arus pasti hanya ke arah pulau," ucap Will.


"Bos, saya baru ingat, salah satu pulau yang saya datangi, mereka mengatakan ada seorang gadis muda yang terluka cukup parah dan tidak sadarkan diri ditemui oleh seorang dokter yang kebetulan sedang liburan ke sana. kejadian ini lima tahun yang lalu," kata Jacky.


"Apakah mereka tahu siapa dokter itu dan bagaimana dengan gadis itu?" tanya Vic.


"Sayang sekali tidak ada yang tahu nama dokter itu, karena setiap kali dokter muda itu berkunjung ke sana, mereka selalu bertanya siapa namanya. tapi tidak tahu apa sebabnya dokter itu tidak menjawab," jawab Jacky


"Apakah dokter itu ada niat lain? kenapa saat ditanya dia tidak ingin memberitahu namanya?" tanya Will.


"Dokter itu menjawab niatnya hanya ingin membantu dan tidak perlu ada yang mengenal namanya," kata Jacky.

__ADS_1


"Niatnya hanya ingin membantu tanpa ingin dikenal, bukankah dokter seperti ini sudah langka," kata Will.


"Bagaimana kondisi gadis yang tidak sadarkan diri itu? dia terluka karena apa dan bagaimana dengan ciri-cirinya?" tanya Vic.


"Luka bakar, seluruh tubuhnya luka bakar hingga wajahnya. semua penduduk di sana yakin bahwa gadis itu tidak akan bertahan hidup," jawab Jacky.


"Bos, mungkin saja dia bukan nyonya," ujar Will.


"Luka bakar di seluruh tubuh, apakah mungkin bukan dia? siapa dokter itu sebenarnya. apakah mereka mengatakan ke mana dokter itu membawa gadis itu pergi?" tanya Vic.


"Karena kondisinya yang kristis, gadis itu langsung dilarikan ke rumah sakit kota ini. akan tetapi tidak ada yang tahu di rumah sakit mana," jawab Jacky.


"Kalau begitu datangi semua rumah sakit dan tanya mereka, apakah lima tahun lalu ada korban yang terluka bakar menjadi pasien mereka!" perintah Vic.


"Baik, Bos," jawab Jacky dan Will dengan serentak.


"Grace, apakah kamu? aku tidak pernah salah dengan perasaan sendiri. aku yakin kamu masih hidup dan mengalami masalah sehingga tidak bisa pulang," batin Vic.


Will dan Jacky mengutuskan beberapa anggota mendatangi seluruh rumah sakit di kota itu. pihak rumah sakit harus mencari data-data pasien lima tahun yang lalu untuk membantu pencarian anggota mafia itu.


Setelah seharian Vic menunggu dengan penuh harapan akan tetapi sangat disayangkan dirinya menerima panggilan dari Jacky dan Will yang gagal menemukan pasien yang mereka cari.


Prang...


Suara pecahan gelas yang dilempar ke lantai hingga pecah berkeping-keping.


"Tidak mungkin tidak ada jejak sama sekali," ketus Vic.


"Tuan, tenanglah! mungkin nyonya akan ditemukan, asalkan tidak ada yang menemukan jasadnya," kata Asisten rumah tangga.


"Ingatanku hilang hingga saat ini aku masih tidak mampu mengingat semua tentang dia," ujar Vic.


"Tuan, Anda sangat mencintai nyonya sehingga menolak menerima kenyataan ini. karena kejadian ini adalah hal yang paling menyakitkan. oleh sebab itu Anda hilang ingatan. kalau tuan ingin pulih maka Anda harus bisa menerima kepergian nyonya. berbukalah hatimu dan relakan!"


"Relakan kepergian istriku?"


"Benar, Tuan!"


"Tidak mungkin, aku tidak akan bisa melakukannya. aku akan berusaha walau sulit. dalam kota ini terdapat banyak rumah sakit. aku tidak percaya tidak ada kabarnya. yang mereka datangi hanya sebagian saja," jawab Vic.


Tidak lama kemudian nada dering panggilan masuk ke handphone miliknya.


"Hallo!" sahut Vic yang menjawab panggilan itu.

__ADS_1


"Tuan, Anda di mana? menurut hitungan hari, obat Anda sudah habis. Anda harus mengambilnya lagi," kata dokter Jimz.


"Baiklah, aku akan berangkat besok," jawab Vic yang kemudian memutuskan panggilannya.


__ADS_2