
Vic membelokkan mobilnya ke arah Rancy.
"Mobil pamanku!" seru Vicnez, yang menoleh ke belakang saat mendengar suara mobil.
Rancy ikut menoleh ke belakang saat mendengar kata anaknya.
"Kenapa dia ada di sini?" pikir Rancy.
Vic keluar dari mobil dan memandang ke arah Rancy yang ada di depan matanya. tatapan pria itu penuh dengan perasaan, meski sebenarnya dia tidak mengenal wanita itu.
"Paman! kenapa paman bisa ada di sini?" tanya Vicnez yang berlari menghampiri Vic.
"Paman ingin keluar dan kebetulan lewat sini, karena melihat kalian, oleh sebab itu paman singgah," jawab Vic yang mengelus kepala anak itu.
"Kami tinggal di sini, bagaimana kalau paman masuk dulu?" tanya Vicnez.
"Vicnez, jangan menganggu paman! mari ke sini," seru Rancy.
"Mama, ajak paman masuk dulu, Vicnez ingin bicara dengan paman," jawabnya.
"Tapi, Vicnez?"
"Mama, hanya sebentara saja!" ucap Vicnez.
"Apakah kalian sudah makan? bagaimana kalau kita makan bersama?" ajak Vic.
"Kami sudah makan," jawab Rancy yang ingin menjauh dari pria itu.
"Mama, tapi, Vicnez ingin makan bersama dengan paman!" pintanya
__ADS_1
"Biarkan aku mentraktir kalian makan," ucap Vic yang mengendong Vicnez.
"Tidak perlu! kami sudah makan," jawab Rancy
"Vicnez...," seru Rancy.
"Mama, izinkan Vicnez bersama paman sebentar, Vicnez berjanji tidak akan ke mana-mana dan akan patuh pada paman!"
"Aku akan membawanya pergi makan, setelah itu aku akan membawanya pulang, apakah kamu ingin makan sesuatu? aku bisa belikan untukmu!" tanya Vic.
"Karena ini adalah permintaan Vicnez, maka aku izinkan. tapi, jangan sampai ada bahaya yang menghampiri putraku!" ujar Rancy.
"Baiklah, aku berjanji padamu, aku akan melindunginya seperti anak sendiri," jawab Vic.
"Jangan bicara seperti itu! didengar orang tidak baik," kata Rancy.
"Apakah kamu tidak ingin pergi dengan kami atau pesan sesuatu?" tanya Vic.
"Tidak! aku tidak lapar, bawa pulang putraku pada waktu yang tepat, kalian hanya ada waktu selama dua jam," jawab Rancy yang kemudian melangkah masuk ke dalam gedung apartemen.
"Vicnez, apakah sebelumnya paman melakukan kesalahan? kenapa mamamu sepertinya marah dengan paman?"
"Mama bukan marah, hanya tidak suka dekat dengan mafia karena khawatir akan melukaiku," jawab Vicnez.
"Ternyata begini!" ujar Vic.
Setelah beberapa menit kemudian Vic membawa Vicnez makan siang bersama. suasana hati Vic yang buruk. kini berubah menjadi ceria karena melihat anak itu yang duduk di sampingnya.
Will dan Jacky melangkah masuk menghampiri bos mereka yang sedang menyantap makanan.
__ADS_1
"Bos!" sapa mereka dengan serentak.
"Kenapa kalian ada di sini?" tanya Vic.
"Kami mengikuti bos dari belakang, maaf!" ucap Jacky.
"Kami khawatir karena bos tidak membawa anggota," ujar Will.
"Tunggu saja di mobil!"
perintah Vic.
"Baik," jawab Jacky dan Will.
"Paman, kenapa tidak makan bersama kami saja!" ajak Vicnez yang menyantap dengan lahap.
"Anak ini adalah?" tanya Will yang melihat ke arah Vicnez.
"Namaku adalah Vicnez, Paman!" jawabnya dengan senyum.
"Kenapa namanya Vicnez?" batin Will.
Tidak lama kemudian sekelompok orang melangkah masuk ke dalam restoran sambil membawa senjata.
Tujuan mereka adalah ingin merampok pemiliki restoran tersebut.
"Jangan melawan kalau kalian masih sayang dengan nyawa sendiri, serahkan uang dan semua barang-barang kalian," bentak salah satu perampok.
"Kenapa sekarang banyak sekali paman-paman yang suka merampok," ucap Vicnez.
__ADS_1