
Apartemen Chris.
"Mama, sudah malam. kenapa papa belum pulang?" tanya Vicnez yang sedang berdiri di balkon melihat ke bawah.
"Vicnez, di luar sangat dingin, jangan berdiri di sana lagi. ayo...cepat masuk!"
"Vicnez sedang menunggu papa, Ma!"
"Vicnez, mungkin papa sedang sibuk, kita menunggu di dalam saja ya!" seru Rancy yang membawa putranya masuk ke dalam.
"Mama, apakah bisa kalau suatu saat kita ajak paman dingin itu makan bersama?" tanya Vicnez.
"Kenapa Vicnez begitu akrab dengannya sehingga ingin makan bersamanya?" tanya Rancy.
"Karena Vicnez suka dengan paman itu, Vicnez nyaman saat bersamanya!"
"Vicnez, bagaimana pun paman itu orang luar, jangan terlalu dekat karena kita tidak tahu siapa dia sebenarnya!"
"Mama, Vicnez yakin paman itu orang baik," kata Vicnez.
"Sudahlah! jangan membahas dia lagi, kita tunggu papa saja ya, ingat pesan mama. siapa pun yang baik denganmu. kamu hanya boleh percaya dengan papamu. karena papamu tidak akan melukaimu!" jawab Rancy.
"Iya, Ma. Vicnez mengerti!" jawabnya.
Tidak lama kemudian Chris kembali ke rumahnya.
Klek...
Vicnez yang mendengar suara membuka pintu, ia langsung turun dari sofa dan berlari menuju ke sana.
"Papa...," teriak Vicnez.
"Hallo, jagoan papa! apakah sedang menunggu papa pulang?" sahut Chris yang langsung mengendong putra kecilnya.
"Iya, apakah papa sangat sibuk sehingga pulang larut malam?" tanya Vicnez yang mencium wajah pria itu.
"Iya, sayang. apakah kamu belum makan?"
"Belum, Pa. Vicnez ingin makan bersama papa dan mama!"
"Chris, kamu pasti sudah lapar, makan dulu!" sambut Rancy dengan senyum.
"Rancy, kenapa kalian tidak makan dulu, aku kemalaman. kalian pasti sangat lapar, kan?"
__ADS_1
"Tidak! sore tadi kami ada makan, jadi kami belum lapar. apa lagi bocah ini makan cemilan begitu banyak," jawab Rancy dengan senyum.
"Papa, cepat makan! papa pasti belum makan, kan," ujar Vicnez.
"Ayo kita makan! maaf karena menungguku hingga larut malam!" ucap Chris.
"Tidak apa-apa!" jawab Rancy.
"Rancy, ada yang ingin ku katakan padamu!" ucap Chris.
"Ada apa, Chris?"
"Kepala dokter Wiliamz akan mengirimku dan Caine pergi ke Turki untuk membantu korban bencana alam," kata Chris.
"Bukankah sangat bahaya kalau kalian ke sana?" tanya Rancy dengan khawatir.
"Turki kekurangan dokter dan butuh peralatan medis, dari rumah sakit aku dan Caine terpilih untuk memberi bantuan. sementara di rumah sakit lain masing-masing akan mengirim dua orang dokter juga. banyak korban yang terluka parah hingga cacat. mereka butuh bantuan cepat. kalau saja kami masih menunda maka akan menyebabkan lebih banyak korban yang meninggal," kata Chris.
"Papa, kapan papa pulang?" tanya Vicnez.
"Belum tahu, sayang. papa akan usahakan untuk pulang cepat," jawab Chris.
"Papa harus hati-hati ya saat bekerja di luar! Vicnez ingin menjadi dokter juga setelah dewasa agar bisa membantu papa," ujar Vicnez.
"Kalau begitu Vicnez harus cepat menjadi orang dewasa dan menjadi dokter," kata Chris.
"Chris, di negara itu sekarang tidak aman, dan gempa akan terjadi lagi. bagaimana pun hati-hatilah saat berada di sana," ujar Rancy.
"Jangan cemaskan aku! yang pergi bukan hanya aku saja, pihak rumah sakit Los Angeles mengirim bantuan untuk para korban di sana agar bisa menyelamatkan lebih banyak korban yang terluka parah. dari awal aku menjadi dokter cita-citaku adalah untuk menyelamatkan orang yang butuh bantuan. dan aku sangat gembira akhirnya aku bisa ke tempat itu," ucap Chris.
"Aku mendukungmu, tapi ingatlah apapun yang kamu lakukan tetap harus hati-hati dan jaga kesehatanmu!" kata Rancy.
"Aku akan ingat dengan pesanmu, di saat aku tidak ada tolong jaga bocah ini untukku!" ucap Chris yang menyentuh kepala putranya.
"Papa, Vicnez tidak akan nakal, kalau mama bekerja Vicnez akan belajar dan dengar kata guru. jadi, papa dan mama tidak perlu khawatir!" jawab Vicnez.
"Putra papa selalu pintar dan patuh," ucap Chris dengan senyum.
Setelah selesai makan malam Chris berdiri di balkon sedang memandang bintang yang berkedip-kedip.
"Chris," panggil Rancy.
"Rancy," balas Chris.
__ADS_1
"Barang yang harus kamu bawa sudah aku kumpulkan," kata Rancy.
"Terima kasih!"
"Jangan berterima kasih padaku! hanya ini yang bisa aku lakukan untukmu," ujar Rancy.
"Di saat aku tidak ada, kamu jaga diri baik-baik..kalau kamu merasa tidak nyaman segera hubungi pihak rumah sakit. aku sudah sampaikan ke mereka kalau kamu butuh bantuan mereka harus langsung datang menemuimu," kata Chris.
"Aku tidak akan terjadi apa-apa, tapi kamulah yang harus hati-hati, ketika kamu bekerja kamu sering lupa makan!"
"Aku akan ingat pesanmu, tunggu aku pulang!"
"Aku dan Vicnez akan menunggu kamu pulang, cepat pergi dan cepat pulang," ujar Rancy.
"Rancy, malam ini temani aku melihat bintang, aku tidak tahu kapan aku akan bisa melihat bintang bersamamu. setelah ke sana pasti tidak bisa pulang cepat," ucap Chris.
"Jangan bicara seperti itu! kamu harus cepat pulang demi putra kita, dia pasti akan sangat merindukanmu!"
"Aku juga pasti akan merindukan dia, hampir setiap malam dia mengangguku tidur karena ingin aku memeluknya di saat dia sedang tidur," ucap Chris dengan senyum
"Anak itu dimanja olehmu dari sejak kecil, dia lebih suka dekat denganmu dari padaku!"
"Kamu lebih tegas terhadapnya, oleh karena itu dia lebih menyukaiku."
"Aku tegas karena tidak ingin dia bersikap sesuka hati, dari usia dini aku harus mengajar dia agar tidak bersikap manja ataupun menindas orang," jawab Rancy.
"Tapi, dia baru empat tahun, aku merasa sangat wajar kalau dia bersikap manja. semua anak-anak butuh kasih sayang. Vicnez adalah anak yang pintar. dan aku yakin dia pasti menjadi orang yang sukses setelah dewasa," ucap Chris.
"Dia ingin menjadi dokter sepertimu."
"Kita bisa mendukungnya kalau dia memiliki cita-cita ini!"kata Chris.
"Dan biaya untuk belajar ilmu kedokteran juga tidak murah," kata Rancy.
"Vicnez adalah putraku, aku akan membiayainya hingga dia berhasil dan dikenal oleh semua orang," jawab Chris dengan senyum.
"Kami sudah banyak berhutang denganmu," ucap Rancy.
"Kalau ingin membayar hutangmu, maka tetap tinggal di sisiku!" ucap Chris yang memegang tangan wanita itu.
"Chris, kamu telah membuang waktumu selama lima tahun, apakah kamu tidak menyesal?"
"Kenapa harus menyesal? kamu telah memberiku sebuah keluarga yang bahagia, aku malah harus berterima kasih padamu. Rancy, apakah kamu sudi menungguku pulang?"
__ADS_1
"Aku dan putra kita akan menunggumu," jawab Rancy dengan senyum.
"Terima kasih!" ucap Chris yang mengecup dahi wanita itu.