
Ketika siap membayar, Febi dan Jordan menaruh pembayaran mereka secara bersamaan. Bedanya, Febi menyodorkan uang cash seratusan sejumlah 300 ribu. Sedangkan Jordan dengan Black Card. Keduanya lalu bersitatap dengan keterkejutan di wajah Febi.
Sedangkan, Mia yang makan popcorn melihat reaksi dua orang dewasa itu lalu tertawa genit. Dua orang dewasa itu serentak menatapnya tajam dan ....
Jordan dengan gerakan cepat memegangi ketiak Mia dan, tubuh Jordan berputar dengan Mia diangkat melebihi tinggi kepala lelaki itu. Seketika terdengar tawa cekikikan Mia yang melengking. Pada saat yang sama, Febi memanfaatkan situasi dengan mendorong lembaran ratusan sambil mengangguk agar segera diproses kasir.
"Hahaha Paman! Paman!" Mia merasakan bumi berputar dan sensasi melayang, angin sejuk menerpa wajah dan rambutnya, terasa sangat menyenangkan.
"Siapa yang tadi menertawakan Paman? Harus dihukum!" Jordan semakin memutar badannya dan akhirnya lumayan pusing. Dia sendiri terhuyung saat kemudian lengannya ditahan seseorang agar seimbang.
"Anda tidak apa-apa?" Febi menunggu Jordan yang masih berkedip seakan menunggu sensasi mabuk hilang. Febi mengambil alih Mia yang wajah itu sangat senang.
"Yah, popcornnya pada jatuh، Nak?" Febi menyayangkan ceceran makanan. Dia menurunkan Mia kembali ke lantai, anaknya juga sedikit mabuk dan terhuyung sampai Febi memegangi sebentar.
Setelah yakin Mia bisa berdiri stabil. Dia berjongkok untuk mengumpulkan butiran popcorn. Daripada terbuang sia-sia, lebih baik dibawa pulang.
"Sudah dibayar oleh istrinya, Pak," kata kasir perempuan pada Jordan yang berniat membayar.
__ADS_1
"Apa, istri?" Jordan menggaruk tengkuk dan Febi juga sempat menoleh ke arah kasir karena ucapan barusan. Sampai dia bersitatap dengan Jordan.
"Gantian saya yang membayar, tadi Anda sudah membelikan kami banyak belanjaan," kata Febi lalu mengalihkan kecanggungan dengan meraup semua popcorn di tangannya yang mengada.
Jordan mengangguk dan melihat tingkah Febi yang minta kantong plastik ke kasir. Dia sesungguhnya menjadi malu karena ulah Febi memasukan popcorn dalam plastik yang dipegangi kasir. "Untuk apa? Biar saya belikan lagi."
Febi berjalan lebih cepat menuju Romeo. "Ini untuk ayam. Kan, kasian mubazir."
"Ayam?" Jordan mendapat senyuman hangat dari Febi. Entah, apa hanya dirinya yang merasa kalau kekakuan di antara mereka sedikit mencair. "Kamu ... memelihara ayam?" Dia melongo saat wanita itu mengangguk. "Ayam!?"
Jordan menoleh ke bawah karena genggaman tangan Mia. "Kamu memiliki ayam?" tanyanya berkali-kali dengan tidak percaya.
"Oh, iya?" Jordan berjalan beriringan dengan Mia, lalu duduk di sofa. Sedangkan anak perempuan itu berdiri menghadapnya dan memberikan wadah popcorn ke sang mama. "Secantik apa ayamnya, Mia?"
"Seperti kapas, bulunya seperti kapas, Paman. Ayam kapas. Lalu ada yang seperti hulk."
"Hulk?" Jordan mengangkat alis begitu tinggi, tidak paham apa yang dimaksud.
__ADS_1
"Ayam Serama, Tuan Jordan. Jadi, bagian dada ayam itu seperti seperti binaragawan." Febi menimpali karena wajah kebingungan Jordan.
"Oh?" Jordan mengangguk saja, walau dia sama sekali tidak bisa memahami. Lelaki itu melihat ke samping kanan, pada putranya yang bermain games dengan Adam.
Karena menunggu belasan menit, Jordan dan Febi hanyut dalam dunianya sendiri saat Mia terus bermain dengan boneka.
Febi mengingat tatapan ayah padanya saat dia diusir. Kalau memang dirinya melakukan kesalahan besar meskipun dia tak yakin, karena saat di California dia tinggal di hotel dan apartemen tanpa membawa laki-laki, tetapi kalau dia sampai hamil karena anak lelaki lain, lalu siapa lelaki itu? Dan apa semua ayah akan mengusir anaknya bila melakukan kesalahan seperti ini?
Jordan mengingat kejadian di ruang ganti.
Setelah membayar bajunya di kasir, Jordan melewati si kembar yang sudah berganti baju kering. Ya, dia mengutamakan baju anak kecil lalu membayar, agar mereka segera berganti baju sehingga tidak sampai masuk angin. Kemudian memilih baju Febi dan membayar. Terakhir, Jordan.
Ketika memasuki lorong ganti, Jordan yang melangkah santai tiba-tiba terkejut karena bayangan lewat di sampingnya. Kemudian gerakannya refleks. Berikutnya, Pria Itu terkesima setelah tahu bahwa yang disangga adalah bahu Febi.
Kulit wanita itu yang seputih mentega dan masih basah dari tetesan rambut itu menjadi semakin berkilau. Mendengar suara langkah di ujung ....Jordan mendorong Mrs.Febi ke balik ruang ganti yang cuma tertutup kain.
Tangan Jordan membekap mulut Febi saat suara sepasang kekasih lewat di belakangnya. Jantung Jordan berdebar, melihat ke cermin pada posisinya dan Febi yangamat dekat dan panas dari tubuh mereka menguar satu sama lain.
__ADS_1
Mata wanita itu membulat dan pipinya merona semerah tomat.