Anakku Bukan Anakku

Anakku Bukan Anakku
BAB 23 : Rumah Warisan Kakek Meyer untuk Jordan


__ADS_3

Ketika Donna hendak mengambil ponsel dari tas, dia tak sengaja melihat Logan di dalam mobil dan hendak turun. Dia sempat bersitatap dengan Logan yang jelas melihat ke mari, apa kaca ini transparan dari luar?


“Bibi! Mana ponselnya?” Mia menggoyang-goyangkan tangan Donna.


“Hem, ini.” Donna memberikan ponsel sambil memikirkan Logan. Matanya tidak salah melihat.


“Nak, kamu punya ponsel sendiri kenapa pake acara pinjam punya Bibi?” Febi memberikan ponsel milik Mia.


“Tidak Mau! Kalau lewat ponsel Mia pasti Om Logan tidak mau angkat.”


“Tadi siapa yang bilang mau main ke rumah Paman? Mia, kan? "


“Tapi, Mia mau dengar suara Om!" Mia bersandar pada lengan Febi.


Febi merapikan rambut Mia. “Nanti saja teleponnya. Om Logan pernah bilang, kalau Om siang pasti kerja, kan?”


“Tapi, Paman Jordan tidak kerja, memang Om Logan tidak bisa seperti Paman Jo, sering-sering main sama Mia?”


Ngotot banget si ketemu Logan? Kerenan juga aku! Jordan menjadi uring-uringan. Dia berpikir harus lebih intens untuk mengambil simpati putrinya.


Satu jam sudah saat Mia di rumah utama Jordan. Rumah itu adalah warisan bergaya klasik dari Kakek Meyer, yang dikelilingi tanah luas, yang dikelilingi pemukiman mewah.


Bila dilihat dari pesawat dan satelit tampaklah rumah paling besar. Luas bangunan sekitar 9.754 meter persegi, menjadikannya, terlihat sangat mewah dan megah.


Dulunya, Kakek Meyer membeli ini dengan harga di bawah pasar karena si pemilik gagal membayar hutang, yang lebih dari 165 Juta US Dollar. Saat itu Jordan kecil belum genap berumur satu bulan.


Keluarga Reyes paling diakui di Amerika. Reyes sendiri adalah ayah Jordan. Tidak heran, meski Jordan tidak bekerja, pundi-pundi dolar terus mengalir ke kantongnya.


Bukan rahasia umum bagi masyarakat kalangan atas kalau papa Jordan memiliki beberapa wanita di sisinya.

__ADS_1


Saat mamanya melahirkan Roman-adik Jordan, justru ayahnya membawa anak laki-laki bernama Roys Smith yang berusia satu tahun. Mamanya langsung meminta cerai. Kemudian papa menikah dengan Rose Smith.


Karena inilah, mamanya Jordan terus mendesak Jordan agar menikahi Jeslyn. Mamanya tidak mau bila Jordan dianggap sebrengsek papanya.


“Bagaimana Nona Febyan Ananta Bagaskara? Maukah anda menjadi pacar saya?” Jordan dengan nada yang dirasa paling elegan.


Febi memperhatikan sang putri yang duduk di kursi kayu, kira-kira sejauh 100 meter di depannya. Putrinya itu sedang memancing di pinggir danau. Bersama Donna.


“Nona Febi?”


“Ha kenapa, Jo?”


“Kamu jadi pacarku, ya?”


“Bercanda kamu.”


“Serius.” Jordan berpindah ke sisi kanan Febi. “Mau dong, ya, ya?"


“Saya tidak mau mengembalikannya, sebelum Nona Febi mau menjadi pacar saya.” Jordan menggaruk tengkuk, semakin di tolak, semakin bersemangat.


“Kalau begitu buang saja buar aku melupakan patah hatiku."


“Feb ... “ Jordan bernapas berat karena suara serak Febi. Dia berpikir cepat untuk menghilangkan kesedihan di wajah Febi. “Apa kamu menyukai mobil klasik?”


“Tidak suka,” jawab Febi tanpa ragu. Dia kembali menatap Jordan dengan penasaran. “Kenapa kamu tanya-tanya tentang mobil?”


“Pengen tahu aja. Lalu apa pendapatmu tentang Bugatti Royalle?” Jordan mengembuskan napas panjang. Mata hazel itu terkejut pertanda tahu soal mobil.


“Bugatti Royale? Salah satu mobil termewah, dibuat di tahun 1920-an sampai 1930-an .... " Febi mulai cerita panjang lebar kali lebar so mobil yang akan menjadi hadiah balapan tahun ini.

__ADS_1


Jordan tersenyum ringan. Sebenarnya, seluas apa dunia Febi? “Feb, kalau kamu mau jadi pacarku, aku akan memberikan Bugatti Royalle padamu.”


Febi menatap mata biru Jordan. Dia jadi ingat kalau Jordan sering bercerita padanya seperti penyiar radio dan rasanya aneh saat ada seseorang terus bercerita, padahal Febi hampir tidak mendengarkan dan saat ditanya lalu menjawab Ha, Hm, He’em, Ya. Namun, lelaki itu jarang bertanya pendapatnya, mungkin hanya butuh didengarkan sebagai seorang lelaki.


“Kok tertawa sendiri?” Jordan mengernyitkan kening. “Jadi, kamu setuju?”


“Aku tidak berminat menjadi kekasihmu.“ Febi menambah jarak satu langkah dan kembali memandangi Mia.


Jordan mengamati pipi Febi yang kurus dengan bulu mata lentik. Garis tulang pipi dan hidungnya bagus dengan dagu lancip.


“Ada mobil listrik yang beralih dari 0-60 dalam 3,7 detik. Dengan kecepatan tertinggi dan terbatas pada 125. Lagipula tidak ada ban yang benar-benar dapat mengeklaim menangani 0–60 dalam 1,9 detik . Baterai 200kWh yang memberikan jangkauan 620mil terdengar masuk akal, sampai orang menyadari bahwa menggunakan 0–60 dengan kecepatan bodoh itu akan menghabiskan sebagian besar baterai apa pun.”


“Apa maksudmu, Nona Febi?” Jordan melongo, apa pekerjaan Febi di masa lalu adalah insinyur mesin? Mengapa seorang perempuan bisa tahu soal akselerasi dan lompatan kurang dari empat detik?


“Sekalipun anda memberikanku mobil tercepat, aku tidak akan berminat, Tuan Jordan. Mobil hanya mengingatkanku pada seseorang.” Penglihatan Febi terdistorsi oleh bayang-bayang Mike yang menolongnya dari kecelakaan.


Febi terdiam saat Jordan menangkup pipinya. Sesuatu kenyal menempel di bibirnya dan pandangan Jordan begitu dalam. Jempol pria itu meraba di pipinya dan semburan beraroma mint terasa panas di antara mereka.


Mobil Pontiac hitam klasik semakin mendekat dengan suara mesin yang khas. Dari kejauhan Logan tidak percaya dengan penglihatannya.


Logan menjejakkan gas penuh. Dengan kesal menginjak rem .... menahannya. Tangan memutar stir penuh ke arah kanan hingga terdengar keras suara berdecit dari rem, mengambil alih perhatian Mia dan Donna.


Mia menjatuhkan pancingan lalu berlari sekencang-kencangnya, diikuti Donna. Anak kecil itu tahu itu mobil Om Logan.


Mobil Pontiac berputar di depan Febi. Pasir berterbangan membuat Jordan berusaha melindungi Febi dari butiran beterbangan. Wanita itu batuk-batuk dan menutup hidung dengan tangan, lalu menyingkirkan Jordan darinya karena Logan melakukan hal berbahaya di luar lintas balap.


...****************...


Hai guys, sambil nunggu bab selanjutnya. Yuk, mampir ke novel temen aku di atas. Ceritanya bagus. Terimakasih jangan lupa like buat Author 😍

__ADS_1



__ADS_2