ANTOLOGI CERPEN [HORROR] !

ANTOLOGI CERPEN [HORROR] !
40 Hari


__ADS_3

01 JUNI 2020


KOTAPINANG, SUMATERA UTARA.


Pagi ini Dita akan berjalan jalan ke taman di dekat hutan.


Dengan berbekal note serta tikar mungil nya, Dita duduk di sana.


Sambil melihat sekitar taman, sesekali Dita menulis hal hal yang menurutnya unik.


Karena bosan, Dita memilih untuk berjalan-jalan di sekitar hutan.


Seekor kupu-kupu menarik perhatiannya. Dita mengikuti perginya kupu-kupu itu.


Karena tak melihat jalan didepannya, Dita menabrak seseorang.


Orang itu terjungkal dan terjatuh bersama dengan kameranya.


Kamera itu terlepas dari tangannya dan jatuh ke jurang.


Orang itu melihat kearah orang yang menabrak nya.


"Astaga, Lo itu jalan gak pakai mata hah?" Tanya Orang itu sambil mendelik.


Dita mengejabkan matanya belum mengerti apa yang terjadi.


"Astaga nih orang imut banget," Batin orang itu**.


"Heh, Lo dengerin Gue gak?" Tanya orang itu lagi.


"Eh iya, Maaf aku gak sengaja," ucap Dita lalu menunduk.


"Alah, Gue gak mau tahu, Gue mau Lo gantiin kamera Gue," Ucap Orang itu kepada Dita.


"Aduh lagian kamu nya juga salah, ngapain coba di pinggir jurang gini. Mau lompat?" Ucap Dita menolak ucapan orang itu.


"Yeyy suka suka gue dong, kenapa Lo yang sibuk !" ucap Orang itu sarkas.


"Sekarang Lo gantiin tuh kamera Gue yang jatuh. Cepat !!!" Seru orang itu sambil mengadahkan tangannya kearah Dita meminta uang.


"Aduh aku gak punya uang, gimana dong?"Ucap Dita binggung.


Karena mendengar perkataan gadis didepannya ini, orang itu langsung memutar otaknya untuk mencari cara lain.


"Kalau gitu Mulai detik ini Lo harus jadi pacar gue selama empat puluh hari. Gak ada penolakan!" ucap Orang itu sambil melihat kearah Dita.


Dita hanya diam dan memandang orang itu dengan binggung.


"Gak ada cara lain ya, selain jadi pacar kamu?" Tanya Dita mencoba negosiasi.


Orang itu menggeleng pertanda tak ada.


Mau tak Mau Dita akhirnya mengangguk setuju.


Orang itu tersenyum melihat anggukan lemah Dita.


"Sungguh menggemaskan," batinnya.


"Kenalin nama Gue Andi," ucap Orang itu sambil mengulurkan tangannya .


"Nama aku Dita," ucap Dita sambil menjabat balasan tangan Andi.


"Ayo kembali, kamu dari taman di sebelah situ kan?" Tanya Andi sambil menggandeng tangan Dita.


Dita hanya mengangguk sambil mencoba melepaskan pegangan tangan Andi.


"Em Andi, bisa tolong lepaskan tangan aku gak?" Tanya Dita melihat kearah Andi.


"Kenapa? kamu kan pacar aku sekarang," ucap Andi kepada Dita.


"Aku gak nyaman, maaf ya," ucap Dita sambil masih mencoba melepaskan tangan Andi.

__ADS_1


Andi menghela napas dan melepaskan genggaman tangan mereka.


"Kali ini jangan protes!!" Ucap Andin sambil menautkan Jari-jemari mereka.


Dita hanya bisa menerima kemauan Andi, bagaimana pun ini bentuk rasa tanggung jawab Dita.


Mereka kembali ke taman itu dengan Andi yang menautkan Jari-jemari mereka.


"Em aku pulang dulu aja deh, udah siang banget," ucap Dita sambil membereskan perlengkapan nya.


Andi membantu Dita membereskan perlengkapan nya.


"Aku antar," ucap Andi tanpa melihat ke arah Dita.


"Gak usah aku bisa sendiri kok, lagian rumah aku gak jauh," Ucap Dita menolak tawaran Andi.


"Ini pernyataan bukan penawaran!" Ucap Andi menekan kalimatnya.


Dita diam mendengar perkataan Andi.


Terlalu memaksa bagi Dita.


Mereka pulang kerumah Dita dengan Andi yang terus menggenggam tangan Dita.


...


Banyak waktu sudah berlalu sejak pertama kali mereka bertemu.


Sekarang memasuki minggu keempat dimana sekarang adalah hari ke 33 hubungan mereka.


Sudah seminggu ini Andi selalu menunggu Dita untuk menghubungi nya tapi tak kunjung Dita menelponnya.


Karena tak ada kabar dari Dita, Andi memutuskan untuk datang kerumah Dita.


Sesampainya disana, Andi mengetuk pintu dan keluar lah Mama Dita.


"Hallo Tante, Dita nya ada?" Tanya Andi sambil menyalami Mama Dita.


Andi memasuki rumah mengikuti Mama Dita dari belakang.


Suasana rumah itu begitu sepi seolah tak ada orang yang menempatinya padahal biasanya selalu rapi dan bergairah suasana nya.


"Kamu cari Dita?" Tanya Mama Dita setelah Duduk di sofa.


Andi hanya mengangguk sambil menatap Mama Dita.


Mama Dita menghela napas berat lalu memandang Andi dalam.


"Tante gak bisa sembunyikan ini terlalu lama pada kamu, kamu harus tahu sesuatu," ucap Mama Dita.


"Apa Tante?" Tanya Andi penasaran melihat raut wajah Mama Dita yang sendu.


"Dita sudah meninggal," ucap Mama Dita pelan.


Andi terdiam mendengarnya, seolah tak percaya akan apa yang didengarnya.


"Gak mungkin Tante, Kemarin saja kami baru jalan bareng." Ucap Andi menyangkal perkara Mama Dita.


"Tante gak bohong, Dita sudah meninggal karena sakit yang dialaminya Bulan lalu," Ucap Mama Dita lagi.


Kini tangisnya terdengar dan suara Andi tak lagi terdengar.


"Tapi bulan lalu Andi ketemu sama Dita Tan, bulan lalu juga Andi dan Dita pacaran," ucap Andi bersikeras menentang kebenaran ini.


Mama Dita menggelengkan kepalanya pelan.


"Kamu tahu pertama kali kamu datang kesini bilangnya mengantar Dita pulang kamu hanya datang sendiri saat itu. Dan saat kamu pulang, Dita menampakkan dirinya kepada Tante agar tak memberitahukan tentang nya yang sebenarnya," ucap Mama Dita sambil mengusap air matanya.


Andi terdiam dan tatapan matanya kosong kedepan.


Jiwa nya tak menerima kenyataan ini, bagaimana pun ia sudah mencintai Dita sepenuhnya.

__ADS_1


Mengapa Kisah cinta nya berakhir seperti ini.


Berarti selama ini Dia berpacaran dengan roh nya Dita.


"Anda boleh minta alamat makam Dita Tante?" Tanya Andi memohon.


Mama Dita berdiri dan menuju kamar. Lalu kembali lagi menyerahkan selembar kertas.


Andi langsung mengucapkan terima kasih dan pergi menuju alamat itu.


...


Tangannya bergetar melihat nisan didepan nya.


Andi berjongkok disamping kuburan Dita dan mengusap nisan nya penuh sayang.


"Kenapa? " Tanya nya pada nisan Dita.


"Kenapa gak bilang sama aku kalau kamu udah meninggal," ucap Andi sambil mengusap air matanya.


"Kalau kamu bilang lebih awal bulan itu aku pasti gak akan jatuh cinta ke kamu sedalam ini," Ucap Andi sambil mengusap nisan Dita.


Hanya hening yang menjawab pertanyaan Andi.


Semilir angin berhembus menerpa wajahnya.


Sebuah usapan dikepalanya membuat nya mengangkat kepala melihat objek yang mengusap nya.


"Dita.." Ucapnya Pelan.


Dita hanya tersenyum melihat Andi yang menangis.


"Sayang.." ucap Andi lagi.


"Jangan menangis, aku gak pantas untuk kamu tangisin. Jangan bersedih lagi, lupakan semua hal yang sudah kita lalui. Maaf gak bisa bersama Andi lagi, tapi Andi harus tahu kalau Dita sayang sama Andi." Ucap Dita sambil tersenyum manis.


Andi mengusap air matanya pelan dan berdiri mencoba menggenggam tangan Dita.


Nihil. Hanya angin.


"Jangan pergi.." ucap Andi.


Air matanya kembali menetes. Dita mengusap air mata Andi dengan lembut.


"Jangan menangis. Andi harus bisa melewati ini semua. Oh iya, Selamat hari Aniv ke 40 Andi. Makasih yah udah membuat Dita merasakan Cinta dan kasih sayang dari seorang lelaki." Ucap Dita tersenyum kearah Andi.


Andi masih Diam tak menjawab Dita.


"Andi harus melanjutkan hidup Andi, jangan berpatok pada masalalu, Andi harus bisa buktikan pada Dita kalau Andi bisa Maju. Dita ada di hati Andi kok. Dita pergi yah, waktu Dita hampir habis," Ucap Dita bersiap pergi.


Andi membatu dan menangis lagi.


"Sekali lagi untuk yang terakhir kalinya ijinkan Andi memeluk Dita, Andi mohon," Ucap Andi kepada Dita.


Dita mengangguk dan memeluk Andi.


Andi membalas pelukan Dita sambil mencium kepala Dita.


Ini nyata !.


Mereka melepaskan pelukan itu, Andi mencium kening Dita lalu mundur dengan pelan.


Dita tersenyum dan melambaikan tangannya kearah Andi lalu perlahan menghilang.


Andi membalas lambaian tangan Dita sebelum Dita menghilang.


Menghilang nya Dita diikuti oleh rintikan hujan yang mulai turun dengan lebat.


Inilah akhir cerita antara Andi dan Dita.


****

__ADS_1


END


__ADS_2