ANTOLOGI CERPEN [HORROR] !

ANTOLOGI CERPEN [HORROR] !
HANTU KAMAR MANDI


__ADS_3

04 JUNI 2020


KOTAPINANG, SUMATERA UTARA


Suara air yang jatuh dari kamar mandi membangunkan Dika.


Suara air yang jatuh begitu keras, Dika melihat jam yang ada di dinding masih tengah malam.


Suara itu semakin kuat diikuti dengan bunyi sower yang hidup.


Dika turun dari tempat tidur dan berjalan menuju kamar mandi yang ada di kamarnya.


Di buka nya pintu kamar mandi pelan, tak ada siapa pun disana hanya sower yang tetap hidup.


Dika mematikan sower itu dan kembali ke kamar nya.


Saat akan tidur lagi, Sower kembali hidup dengan sendirinya.


Dika kembali lagi ke kamar mandi untuk melihat apa di dalamnya.


Dan masih sama, tak ada siapa pun disana dan juga air sower kembali hidup padahal tadi sudah dia matikan.


Dika kembali ke kamar nya dan menutup matanya.


Belum ada lima menit Dika menutup mata nya, air di kamar mandi kembali hidup bahkan sekarang ada suara orang menyanyi.


Memang suara itu merdu dan enak di dengar, tapi mengapa harus tengah malam begini, bukannya keren malah menakutkan.


Sungguh menyeramkan!!


Dika menutup kepala nya dengan selimut dan berusaha tertidur sambil berkali-kali membaca doa.


Akhirnya Dika tertidur walaupun suara orang bernyanyi masih ada dan suara air juga masih terdengar.


....


Pagi ini Dika meminta sang Mama untuk memanggil tukang pipa agar memeriksa sower kamar mandinya.


Dika menceritakan kejadian tadi malam yang dialaminya, bahkan Dika meminta pindah kamar karena bukan sekali saja dia mengalami itu.


"Ma, Dika gak tahan di kamar itu, Dika takut," ucap Dika kepada Mamanya.


Mama Dika merasa kasihan melihat anaknya, tapi tak ada kamar lain di rumah ini. Ada pun sudah di jadikan gudang penyimpanan barang.


"Kamu tahan dulu ya sayang, Mama janji kalau kita bakal pindah dari sini," ucap Mama Dika meyakinkan Dika.


Mau tak mau Dika mengangguk dan menyetujui perkataan Mama nya.


"Tapi malam ini Dika tidur sama Mama yah, Papa kan gak pulang," ucap Dika memohon.


Mama mengangguk dan mengajak Diak ke dalam rumah sarapan.


.....


Dika pergi ke sekolah menggunakan motor nya. Dia melajukan motor nya dengan pelan dan lambat.


Sampai di sekolah Dika langsung memarkirkan motor nya di parkiran motor dan melangkah ke dalam kelas.


Sampai di kelas, Dika langsung mendatangi teman sekelasnya yang ada di pojok kelas dekat tempat duduknya.


"Dilla," Panggil Dika kepada Dilla membuat Dilla melihatnya.

__ADS_1


Dilla menaikkan alisnya, tak biasanya Dika menghampiri nya karena tak ada seorang pun yang mau berteman dengan gadis aneh seperti nya.


Yah, mereka memanggil Dilla dengan sebutan gadis aneh karena Dilla merupakan anak indigo yang sering berbicara sendiri.


"Gue bisa minta tolong sama Lo gak?" Tanya Dika ragu.


Ini pertama kalinya Dika berinteraksi dengan Dilla, si gadis indigo.


"Apa?" Tanya Dilla menatap Dika.


"Lo bisa bantu Gue usir hantu yang ada di kamar mandi Gue gak? Lo kan bisa lihat hantu, pasti bisa kan?" Tanya Dika panjang.


"Gue gak yakin," Ucap Dilla singkat.


"Kok gak yakin? Lo kan indigo pasti bisa dong," ucap Dika gemas.


"Tergantung 'dianya' kalau dia kuat Gue gak sanggup," Ucap Dilla lagi dan memandang Dika.


"Lo bisa minta bantuan orang pintar," ucap Dilla memberi Dika saran.


"Bener juga Lo, kok Gue gak kepikiran yah," ucap Dika menggaruk kepalanya.


"Makasih Ya Dilla, "ucap Dika di balas senyuman oleh Dilla.


Dika kembali ke tempat duduk nya dan bertepatan dengan guru yang datang.


Mereka memulai pelajaran dengan diam.


....


Dika mengikuti saran Dilla untuk memanggil orang pintar.


Sudah seminggu lebih orang pintar yang Dika datangkan dari berbagai daerah.


Dika menyerah dan mendatangi Dilla lagi.


"Dilla Gue mohon, tolong bantu Gue usir hantu itu," ucat Dika sambil duduk di sebelah Dilla.


Dilla menoleh ke arah Dika lalu menatap Dika dalam.


"Plisss, " mohon Dika lagi.


Dilla akhirnya mengangguk mau menolong Dika, setelah lama terdiam.


"Hari minggu Gue ke rumah Lo bareng Papa," Ucap Dilla lalu meninggalkan Dika sendiri.


Dika tersenyum melihat Dilla yang mau membantu dirinya, padahal mereka tak pernah dekat. Jangan kan bertegur sapa, bertemu saja Hanya sekali.


....


Hari ini Dika duduk di depan menunggu kedatangan Dilla dan Papa nya.


Suara mobil membuat Dika tersadar kalau yang di tunggu nya telah datang.


Dilla dan Papa nya turun dari mobil dan menghampiri Dika.


"Hai Dilla, Halo Om. Saya Dika temen Dilla," Ucap Dika memperkenalkan diri nya.


"Saya Papa Dilla, Nama Om Dian," ucap Papa Dilla memperkenalkan dirinya balik.


"Masuk Om, Dill," ucap Dika mempersilakan Keduanya Masuk ke rumah.

__ADS_1


Ada aura negatif yang begitu besar yang Dilla dan Papa nya rasakan saat mereka memasuki rumah Dika.


"Ada yang gak beres di rumah ini Dill," ucap Papa kepada Dilla.


Dilla mengangguk membenarkan perkataan Papa nya.


"Sekarang aja Dika," ucap Dilla kepada Dika.


Dika dan Mama akhirnya mengantar keduanya ke kamar Dika, tepatnya kamar mandi.


Dilla memandang Papa nya , dan Papa Dilla mengangguk sambil menatap Dilla.


Dilla masuk ke dalam kamar mandi dan melihat keseluruhannya.


'Sosok' itu sedang duduk di dalam bathup sambil memandang Dilla tajam.


"Gue gak mau ganggu Lo, Gue cuma mau nanya kenapa Lo bisa ada disini?" Tanya Dilla melalui batin.


Sosok itu menjawab Dilla melalui batin juga.


"Oke Gue gak akan usir Lo, Karena Gue tahu ini pasti rumah Lo kan?" Tanya Dilla menebak.


Sosok itu nampaknya mengangguk.


"Lo bisa tinggal di sini, tapi tunggu Gue ijinin sama pemilik kamar dulu, Jadi jangan kemana-mana," ucap Dilla diangguki sosok itu.


Dilla keluardari kamar mandi dan berjalan menuju tiga orang yang sedang menunggunya.


"Pa," Panggil Dilla menyadarkan semuanya.


"Gimana Dek?" Tanya Dian kepada Dilla.


Dilla hanya mengangguk dan Dian menghela napas lega.


Putrinya sudah dewasa, sudah bisa menyelesaikan masalah dan membantu orang lain.


"Dika, Dia bilang kalau dia ada di sini karena ini rumah Dia, dan Dia ingin tinggal di kamar mandi Lo terus, Lo ijinin?" Tanya Dilla kepada Dika.


Dika spontan menggeleng tak setuju.


Gelas yang ada di meja tak jauh dari mereka jatuh ke bawah.


Mereka semua melihat gelas itu, Mama Dika dan Dika mulai merasa takut. Sementara Dian dan Dilla dapat melihat kalau Dia sedang sedih karena tak di ijinkan tinggal di rumah nya sendiri.


"Itu Dia Dika, Dia sedih karena Lo gak ijinin Dia untuk tinggal di rumah nya," ucap Dilla menyampaikan maksud dari jatuhnya gelas itu.


Mama dan Dika saling memandang dan akhirnya Mama mengangguk.


"Oke, Gue ijinin Dia tinggal di sini, tapi bukan di kamar atau di kamar mandi Gue. gue ijinin Dia tinggal di sini, Tapi Dia harus tinggal di rumah belakangan yang gak terpakai lagi, gimana?" Ucap Dika sambil memberi syarat.


Dilla melihat kearah Dia lagi, dan Dia mengangguk menyetujui syarat Dika.


"Dia setuju dengan syarat Lo," ucap Dilla .


Dika akhirnya bernapas lega, akhirnya Dika bisa tidur tenang lagi.


Sejak Saat itu, Dika dekat dengan Dilla. Mereka sudah menjalin hubungan lebih dewasa dan lebih serius tahun ini.


Bahkan Mereka berteman pula dengan hantu kamar mandi itu. Ternyata ketakutan Dika membawa hal baik dan menguntungkan yah!


***

__ADS_1


END


__ADS_2