ANTOLOGI CERPEN [HORROR] !

ANTOLOGI CERPEN [HORROR] !
LIBURAN KEMATIAN


__ADS_3

06 JUNI 2020


KOTAPINANG, SUMATERA UTARA****


Pagi ini Dika dan teman-teman nya berencana berlibur sehari di puncak.


Mereka sudah menyiapkan persiapan dari jauh-jauh hari.


Dika memasukkan barangnya ke dalam mobil dan menjemput teman-temannya di tempat nongkrong mereka.


Di tempat nongkrong, mereka memasukkan barang bawaan ke dalam bagasi mobil Dika.


Sepanjang jalan mereka bernyanyi dan bercanda bersama.


Memasuki kawasan Puncak, udara sejuk langsung menyapa mereka.


Banyak pohon pinus di sebelah kanan dan kiri yang mereka lihat membuat pemandangan menjadi lebih indah dari biasanya dan juga kesan menyeramkan tetap ada.


Gita yang duduk di sebelah jendela melihat ke kanan seberang jalan.


Di salah satu pohon pinus matanya menangkap sesosok bayangan putih yang sedang melihat kearah mereka.


Gita yang terkejut melihat kemunculan sosok putih itu berteriak dengan kencang.


"AAAAAKH,"


Teriakan Gita membuat mereka terkejut dan Dika langsung menghentikan mobilnya.


"Ada apa Git?" Tanya Sinta yang ada di sebelah Gita.


Gita mencoba mengatur napasnya agar teratur.


Bagaimana pun, Ini pengalaman pertamanya melihat hantu yang ber-aura negatif.


"Gue lihat tadi ada hantu di sana," ucap Gita menunjuk pohon pinus.


Mereka melihat ke arah pohon pinus yang di tunjuk Gina.


"Gak ada apapun disana, Lo jangan ngaco deh Git, kita baru nyampe ini," ucap Bara kepada Gita yang mulai merasa takut.


"Gue gak bohong," ucap Gita yakin.


" Hei, udah udah kenapa jadi berantem gini sih, Kita kan mau liburan lagian besok kita pulang kok," ucap Dina yang sedari tadi diam.


Mereka akhirnya diam dan Dika melajukan mobil menuju villa miliknya.


....


Satu persatu dari mereka keluar dari mobil, mengambil barang masing-masing dan masuk ke dalam.

__ADS_1


"Huh pegel banget. Ternyata puncak jauh banget yah," Ucap Dina sambil merebahkan tubuhnya ke kasur.


Gita mengangguk dan berjalan ke balkon kamar.


Gita melihat ke sekeliling villa, tak ada yang aneh di sini tapi perasaan Gita merasa ada aura negatif yang begitu besar di daerah puncak ini.


"Aaaaakh.."


Suara teriakan dari dalam hutan membuat Gita terkejut disusul dengan bunyi sesuatu yang jatuh dari atas pohon.


Gita melihat ke atas pohon asal bunyi itu terdengar.


Mata nya memicing melihat sesuatu yang menggantung di salah satu ranting nya.


Gita merinding merasakan sesuatu yang aneh, dia memutuskan masuk dan menutup pintu balkon.


Gita menghampiri Dina yang sudah terlelap dan tertidur.


...


Hari mulai malam, Dika dan teman-teman nya mempersiapkan makan malam juga berkumpul di ruang keluarga.


Mereka makan dengan di selingi candaan dari Bara.


Setelah itu mereka menuju ruang keluarga untuk saling mengobrol.


"Kalian tahu gak, katanya nih ya di sekitar puncak sini, banyak hantu menyeramkan," ucap Alfin si cowo kaca mata kepada kelima temannya.


Alfin melanjutkan ceritanya sesekali mem-praktikannya.


"Katanya hantu-hantu itu gak suka kalau ada orang yang datang ke sini. Mereka akan meneror orang-orang yang datang kemari, sampai orang-orang itu gak betah dari sini dan pergi. Pernah ada seseorang liburan ke sini dan yah dia juga di ganggu mereka bahkan sampai orang itu stres kabarnya," ucap Alfin kepada teman-temannya.


"Gaes, Gue ngerasa ada yang gak beres sama tempat ini. Gue rasa cerita Alfin ada benarnya, kita balik aja yuk," ucap Gita mulai takut.


Alfin langsung tertawa melihat Gita yang ketakutan. Ternyata Alfin hanya berbohong dan menceritakan cerita khayalan.


"Lo takut?" Tanya Alfin masih dengan mencoba menahan tawanya.


Tawa Alfin pecah lagi saat melihat anggukan kepala Gita.


"Gue cuma bercanda, gitu aja Lo takut," ucap Alfin meledek Gita.


"Terserah Lo, kalo Lo mau becanda. Yang pasti Gue ngerasa gak aman disini. Ada aura negatif yang begitu besar yang Gue rasakan," ucap Gita menatap satu persatu teman-temannya.


Mereka saling diam dan tak melanjutkan obrolan lagi.


"Udah larut banget ini, tidur lah biar besok sempat jalan jalannya," ucap Dika.


Mereka memasuki kamar dan tertidur.

__ADS_1


....


Paginya mereka bersiap bersepeda untuk berkeliling.


Mengendarai masing-masing sepeda dan mereka memulai perjalanan.


Mereka terkadang berhenti untuk melihat pemandangan atau sesuatu yang keren dan menarik perhatian mereka.


Sampai mereka sampai di sebuah sungai lebar berwarna hijau.


Dapat di pastikan kalau warna hijau sungai itu berasaldari lumut di dasar sungai.


"Ada sungai berenang kuy," ucap Alfin kepada teman-temannya dan memarkirkan sepedanya.


Bukannya kalau di sekitar puncak atau hutan gak boleh sembarangan memasuki kawasan yah?Ck, emang sih Alfin ini !!


Mereka memutuskan berenang di sungai itu.


Di dasar sungai mereka menemukan sebuah peti besar dan mencoba mengangkatnya.


Setelah sampai di atas, mereka mencoba membuka peti itu tapi tak bisa.


Mereka tak menyerah dan mencari batu untuk membukanya.


Dan berhasil, saat akan membuka peti itu, peti itu bergoyang dan terbuka sendiri.


Muncul sosok menyeramkan dari peti itu dan menuju mereka.


mereka ketakutan dan melarikan diri menggunakan sepeda mereka meninggalkan peti serta sosok menyeramkan itu.


...


Mereka cepat cepat memasukkan barang mereka ke bagasi mobil dan pulang keluar puncak.


Tapi tak semudah itu!


Di depan sana sosok menyeramkan tadi berdiri di tengah jalan dan membuat Dika membanting stir menabrak pohon dan mobil mereka meledak.


Tak ada yang selamat dari kecelakaan itu, semuanya meninggal karena ledakan besar yang terjadi.


...


Berita kecelakaan yang terjadi di puncak terkabar di televisi.


Area puncak di tutup untuk pemeriksaan lebih lanjut.


Jenazah Dika dan teman-teman nya di pulang kan kerumah duka masing-masing.


Dari jauh Sosok menyeramkan itu tersenyum sinis dan masuk ke dalam peti lagi, lalu peti itu berjalan sendiri menuju sungai dan tenggelam ke dasarnya.

__ADS_1


***


END


__ADS_2