ANTOLOGI CERPEN [HORROR] !

ANTOLOGI CERPEN [HORROR] !
BEAUTIFUL


__ADS_3

Aku sangat membenci wanita yang saat ini juga sedang menatapku, tubuhnya yang gemuk membuatku jijik, belum lagi luka bakar yang ada di sekujur tubuhnya yang sangat mengerikan.


Aku sangat membencinya dan ingin melenyapkannya tapi bagaimana ia adalah diriku sendiri, bayangan dan refleksi diriku di cermin.


Aku sangat ingin menjadi cantik sama seperti kakakku, setiap pria jika melihatnya akan memujanya, aku pun begitu sekaligus sangat teramat sangat membencinya karena kecantikannya itu.


Setiap orang selalu membeda-bedakan kami berdua dan setiap orang yang melihatku akan menampakkan tampang jijik lalu memalingkan wajah sedangkan ketika orang menatap kakakku mereka akan terpukau karena kecantikannya.


Tapi mengapa aku dibedakan, aku sama saja sepertinya, kami ini kembar identik, ia lahir sedikit lebih cepat dariku, bukankah harusnya jika ia cantik maka aku juga cantik?, tapi luka bakar ini merusak wajahku, sehingga tampak sangat mengerikan, belum lagi dengan tubuhku yang gemuk semakin memperparah semuanya.

__ADS_1


Tapi kini tidak akan ada lagi orang yang membeda-bedakan kami, karena kembaranku yang cantik itu kini ada di hadapanku dengan kaki dan tangan yang terikat dan mulut tertutup, matanya yang cantik terbelalak menatapku yang semakin menambah intesitas kecantikannya, sedikit lagi saudaraku aku akan membuatmu sama cantiknya sepertiku.


Ia berusaha menjerit lewat mulutnya yang telah kututupi, ketika aku mulai mengambil pisau kecil dan mengarahkannya ke wajahnya yang cantik itu.


“Kenapa kakakku?, kenapa kau takut, tenanglah, aku akan membuatmu semakin cantik” aku tertawa keji melihat ketakutan di matanya dan jeritannya yang tertahan ketika aku melukai wajahnya yang cantik itu, darah merembes dari lukanya yang memberikan kepuasan tersendiri bagiku


“Kenapa kau diam saja bukankah mulutmu ini dulu sangat ahli dalam menghina dan mencaciku kakakku” ia tetap diam sambil menatapku horor.


“Hahhah… aku lupa mulutmu kututup ya bwahhahhah andai kau bisa melihat wajahmu saat ini sangat lucu” ucapku tertawa keras meledeknya.

__ADS_1


“Aku mulai bosan mengunakan pisau apalagi yang harus aku gunakan untuk membuatmu semakin cantik hemmmm,” aku mendekatkan wajahku ke wajah kakakku yang cantik ini, aku puas melihat wajahnya yang terluka karena pisauku tadi, tapi aku belum benar-benar puas, aku memundurkan wajahku dan mulai mencari senjata lain yang terletak di meja.


“ah bagaimana dengan palu kakakku, sekali aku menghempasnya ke wajahmu yang cantik itu mungkin ia akan sedikit meremukkan wajahmu, menghancurkan bola matamu dan mengahancurkan otakmu, lalu aku akan melakukannya berulang-ulang kali, dan setelah itu kau akan semakin cantik, bagaimana hemmm, aku sangat baik kan, bwahahhahahah,” aku menghujamkan palu itu berulang-ulang kali, suara tulang yang patah membuatku semakin senang dan mengila, dan akhirnya kakakku yang cantik ini menjadi semakin cantik cantik dan tak bernapas.


“Kini tidak akan ada lagi orang yang membeda-bedakan kita, kita ini kembar, seharusnya wajah kita sama, bukan begitu kakakku?, bwhahhahhahha,” aku tertawa dan berbicara sendirian kehilangan kewarasanku hanya karena kecantikan rasa iri dan dendamnya.


****


END

__ADS_1


__ADS_2