ANTOLOGI CERPEN [HORROR] !

ANTOLOGI CERPEN [HORROR] !
Misterius


__ADS_3

14 JUNI 2020


KOTAPINANG, SUMATERA UTARA


Hari itu aku bersama seorang wanita mendatangi sebuah tempat yang cukup indah pemandangannya.


Keindahan tempat itu seakan akan membuatku terhipnotis oleh alam, aku tak dapat melihat keberadaan orang lain ditempat itu bahkan aku tak dapat merasakan dinginnya air hujan yang sedari tadi jatuh membasahi tubuhku.


Lama aku berdiam diri menatap satu arah, seorang wanita yang bersamaku tadi datang menghampiriku.


“Kak, aku ingin pulang,” katanya sambil menarik lengan bajuku.


Aku baru sadar, dia adalah adikku namanya Putri. 


 


Saat aku akan membalikkan badan dan melangkahkan kakiku dari tempat itu, tiba-tiba arah mataku kembali tertuju pada sebuah pohon yang berdiri cukup tinggi dihadapanku, aku menatap pohon itu sejenak dan berkata dalam hati “bunga anggrek..”


Tapi pandanganku mulai kabur dan aku melihat sepertinya ada sesuatu yang menghalangi pandanganku itu, tapi aku tak tau apa itu.


Lama aku berdiri menatap pohon itu dengan pandangan sedikit kabur, Putri kembali menarik lengan bajuku.


"kakak, aku lapar.."


Meskipun sedikit penasaran tapi aku harus tetap pulang, lagi pula hari semakin malam.


🔼🔼🔼


Keesokan harinya aku berniat pergi mengunjungi tempat itu lagi bersama seorang wanita yang bernama Lia, dia adalah kekasihku.


“An, mana bunga anggreknya?” Tanya lia saat kami telah sampai ditempat itu.


“kok ga ada An..?” sambungnya.


"iya kok ga ada ya Li?":tanyaku penasaran.


Aku seperti telah tertipu oleh pemandangan di hari itu, pemandangan yang sangat indah itu tak ada lagi di tempat ini.


Yang ada hanya rerumputan yang tingginya sampai betis orang dewasa dan burung-burung yang beterbangan karena ketakutan melihat manusia.


🔼🔼🔼


Beberapa hari setelah kejadian itu, Aku mendatangi tempat itu lagi tapi kali ini Aku hanya seorang diri.


“Ini benar-benar aneh.., kenapa pemandangan ditempat ini berubah lagi..?? ada apa dengan tempat ini..?” tanyaku dalam hati.


Disaat itu juga angin bertiup sangat kencang dan aku mencoba menggapai pohon tinggi itu untuk berlindung dibawahnya, tapi aku melihat seorang wanita terduduk dengan lemas dan tak berdaya sambil memegang sebuah sapu tangan berwarna putih.


“Siapa dia?” tanyaku dalam hati dan mendekatinya dengan perlahan.

__ADS_1


“Permisi mbak,” kataku padanya, tetapi Ia hanya menoleh sebentar kemudian tak meresponeku sama sekali.


Kucoba mencari tau apa yang terjadi pada wanita itu tapi ia sama sekali tak pernah menjawab pertanyaanku dan menghiraukakanku.


“Mbak, hari sudah mulai malam, sebaiknya Mbak pulang.” Kataku padanya dan Ia hanya tersenyum kemudian pergi meninggalkaanku.


Dalam perjalanan menuju pulang, Aku bertanya-tanya dalam hati dan dan terus memikirkan kejadian tadi.


“Siapa sebenarnya wanita itu dan apa yang ia lakukan ditempat itu seharian, apa sebenarnya yang terjadi padanya..?” Pikirku.


Hal ini sama sekali tak bisa hilang dari benak ku, wanita itu telah membuatku penasaran dengan hal yang telah terjadi dihari ini.


🔼🔼🔼


“Lia, kamu mau ga temenin aku ketempat kemarin.?” Tanyaku pada Lia saat tiba dirumah.


“Apa sih menariknya tempat itu An..?’ Tanya Lia sedikit kesal pada tempat itu.


“Aku ingin mencari tau sesuatu hal tentang tempat itu Lia, Aku rasa tempat itu tidak beres,” Ucap ku menerangkan kepada Lia.


“An, kamu kenapa sih akhir-akhir ini aneh banget..? kamu itu udah ga seperti yang dulu lagi, kamu yang dulu itu ga suka banget kalau diajak ketempat yang penuh dengan rumput dan banyak hewan-hewannya, tapi sekarang kamu justru malah suka banget sama tempat itu bahkan kamu sampai lupa makan siang hanya karena tempat itu, kayaknya dunia emang udah kebalik kali yah?” kata Lia kesal kepada ku.


“Lia, aku mohon temenin aku yah..?” kataku setengah memohon.


“Okey,, tapi ini yang terakhir ya An, setelah itu Aku maupun kamu ga boleh mendatangi tempat itu lagi.” ucap Lia mau menemani ku.


“Bener kan Lia, tempat ini tu bener-bener ga beres, kamu liat sendirikan buktinya sekarang”, kataku.


“Ia An, aku bener-bener ga ngerti dengan semua ini, ini bener-bener ga beres” ucap Lia mempercayai perkataan ku.


“Kamu tau ga Lia, apa yang Aku temui ditempat ini kemarin? Aku menemukan seorang wanita yang sedang duduk tak berdaya sambil memegang sebuah sapu tangan putih, saat aku bertanya Dia sama sekali tidak merespon ku dan tak melihatku tapi saat terakhir Aku ingin pulang, Dia malah tersenyum padaku kemudian meninggalkanku ditempat ini,” Ucap ku menjelaskan kejadian aneh kemarin kepada Lia.


“Aku rasa wanita itu ingin memberitahukan sesuatu padamu An, tapi Dia ingin kamu datang sendiri” Ucap Lia menduga-duga.


“tapi Li, Aku sudah janji sama kamu kalau aku tidak akan datang lagi ditempat ini” ucap ku mengingat janji untuk kepada Lia.


“Gak An, kamu boleh datang ditempat ini” ucap Lia memberi ijin kepada ku.


Kami memutuskan untuk pulang dan aku mengantar Lia ke rumah nya.


🔼🔼🔼


" Aku sama sekali tak bisa tidur memikirkan semua ini, Aku harus pergi ketempat itu dan menyelesaikan masalah aneh ini, hidupku tak akan tenang jika seperti ini” kataku sambil mengambil kunci motor kemudian bergegas pergi.


Saat aku sampai ditempat itu, Aku melihat wanita itu lagi, wanita yang duduk tak berdaya sambilmemegang sapu tangan berwarna putih itu.


Ia melihat dan menatapku dengan tatapan sedih, Aku mencoba mendekatinya.


“Mbak, kenapa malam-malam berada disini?” Tanya ku kepada wanita itu.

__ADS_1


"Aku menunggumu”, katanya sambil memegang tanganku.


“menungguku?”, tanyaku penasaran.


“Ia, aku ingin mengembalikan sapu tangan ini padamu” Kata nya menyerahkan sapu tangan putih itu.


“Mengembalikan…?" Aku semakin bingung.


“Aku ingin kembali ke kampung, jadi aku ingin mengembalikannya karena ini bukan milikku” kata wanita itu.


“Tapi ini juga bukan milikku Mbak” kataku sambil melihat sapu tangan itu.


"Maaf ya," kata wanita itu kemudian pergi meninggalkanku dalam kegelapan malam.


Aku bingung melihat kepergian nya dan memutuskan untuk pulang saja.


🔼🔼🔼


Keesokan harinya aku pergi mendatangi tempat itu lagi, tapi Aku tak melihat keindahan seperti yang pernah ku lihat sebelumya, begitupun hari-hari berikutnya.


Seminggu kemudian Aku mendatangi tempat itu bersama Lia.


Kami hanya berniat menikmati pemandangan yang sunyi, namun Kami bertemu dengan Seorang lelaki tua yang sedang membersihkan tempat itu.


“Permisi pak..”, kataku pada lelaki tua itu.


“Iya, ada apa nak..???” tanya lelaki tua itu.


“Boleh kami numpang beristirahat disini?” kata Lia.


“Maaf Nak, kalau boleh tau Kalian ini datang dari mana..?” Tanya lelaki tua itu.


“Kami dari kampung sebelah Pak, maaf sebelumnya Pak, apakah tempat ini milik Bapak..? jawab dan tanyaku penasaran.


“Iya Nak, ini kebun Bapak” ucap lelaki itu menjawab pertanyaan ku.


“Apakah bapak pernah melihat seorang wanita mendatangi tempat ini pak.. ? Tanya ku.


“Maaf Nak, selain bapak tidak pernah ada lagi siapapun yang berani mendatangi tempat ini” ucap nya.


“Tapi kenapa Pak?” Tanya ku merasa aneh.


“Ditempat ini sering terjadi hal-hal yang tidak dapat dijelaskan dengan kata-kata Nak” ucap bapak itu membuat ku bingung.


“Maksud Bapak…?” Tanya ku penasaran


“Maaf Nak, Bapak tidak bisa menceritakan lebih lanjut lagi, Bapak permisi dulu Nak” Ucapnya setelah itu Bapak tua itu meninggalkan kami berdua ditempat itu.


Aku tak mengerti akan kejadian ini semua tapi yang pasti aku yakin ini pasti terjadi karena kehendak Yang Maha Kuasa.

__ADS_1


****


END


__ADS_2