![ANTOLOGI CERPEN [HORROR] !](https://asset.asean.biz.id/antologi-cerpen--horror---.webp)
Berat rasanya tubuh ini bangun di pagi hari kerena aktivitas yang melelahkan yang kulakukan di sekolah. Aku bergegas mandi dan berkemas untuk melanjutkan aktivitasku yang biasanya.
Sampai di sekolah selalu aku melihat anak yang duduk di pojok kelas dan selalu memasang wajah yang sinis tanpa ekspresi apa pun yang bernama Lisa.
Entah kenapa suasana ramai di kelas ketika melihatnya seakan hanya ada kami berdua yang ada dikelas itu.
Aku Joel seoarang anak SMA yang senang main basket dan sering mengikuti perlombaan basket. Kelas pun selesai, tiba-tiba dari belakang dia menepuk pundakku.
Aku pun terdiam dan entah kenapa aku termenung aneh, seakan melihat hal yang suram di depan mataku. Namun tiba-tiba temanku Billy menepuk punggungku lagi dan mengajak pulang barang.
Sore pun berlalu, aku kembali ke sekolah untuk latihan basket bersama teman-temanku. Disaat latihan aku merasa ada yang memerhatikan aku dari belakang.
Namun ketika aku melihat ke tempat tersebut, tidak ada seorang pun di sana. Aku tidak bisa konsentrasi dengan hal tersebut. Aku pun menghentikan latihanku dan mengganti pemain.
__ADS_1
Tiba duduk sejenak, entah kenapa aku penasaran dengan keadaan kelasku. Aku pun meninggalkan teman-temanku dan mencoba melihat kelasku yang ada di lantai 3. Tiba di depan pintu kelas, seakan ada bayangan yang baru masuk.
Aku dengan cepat menuju pintu kelas dan masuk. Aku terkejut melihat Lisa ada di kelas dan sedang menulis. Aku melihat di belakangnya ada seorang wanita, begitu meyeramkan duduk di dekatnya. Seakan Lisa adalah bonekanya.
Hantu itu pun terbang dan langsung menghampiriku, aku sontak berlari dan menjauhi kelas. Namun ketika aku menuruni tangga, aku melihat seakan banyak sekali anak tangga yang harus kujalani.
Aku berteriak minta tolong dan tidak ada yang mendengar. Ketika aku sampai di lapangan, tidak ada sorang pun yang bermain basket di lapangan. Tiba-tiba Lisa sudah berada di lapangan dengan hantu tersebut dan mencoba menghampiri aku.
Entah kenapa Lisa berangsur-angsur menghilang dan meninggalkan jejak darah. Begitu juga dengan hantu tersebut menghilang begitu saja.
Sesampainya di rumah aku merenungkan kejadian yang baru terjadi di sekolah. Aku pun terbaring beberapa saat dan tertidur.
Keesokan harinya, sesampainya di kelas, aku tidak melihat Lisa yang padahal biasanya selalu ada di bangkunya setiap pagi. Entah kenapa suasana di kelas terasa berbeda, tidak ada suasana yang menyeramkan di kelas.
__ADS_1
Lisa pun tidak masuk seharian, teman-teman pun tidak ada bertanya-tanya tentang Lisa, bahkan guru pun juga sama dengan yang lainnya. Aku penasaran apa yang terjadi.
Pelajaran pun berakhir dan ketika aku bertanya-tanya tantang Lisa, tidak seorang pun yang mengenalnya. Bahkan ketika aku melihat daftar namanya di absen, namanya hilang begitu saja seakan tidak ada yang bernama Lisa.
Aku pun mendatangi rumahnya, namun ketika sampai di rumahnya, rumah tersebut menjadi rumah tua yang sangat menyeramkan. Ketika aku bertanya kepada tetangga, rumah tersebut telah lama tidak berpenghuni.
Dan ketika aku bertanya nama pemilik rumah tersebut, ternyata pemiliknya bernama Lisa. Aku sontak kaget dan segera bergegas meninggalkan rumah tersebut.
Keesokan harinya aku melihat di koran ada seorang gadis yang berusia 17 tahun hilang di sungai. Ternyata sungai tersebut dekat rumah Lisa, yang memang arus tersebut begitu deras.
Namun nama gadis tersebut tidak diketahui karena warga hanya melihat dari jauh seorang gadis melompat ke sungai tersebut dan tidak ada kabar yang jelas.
****
__ADS_1
END