ANTOLOGI CERPEN [HORROR] !

ANTOLOGI CERPEN [HORROR] !
HANTU RUMAH TUA


__ADS_3

09 JUNI 2020


KOTAPINANG, SUMATERA UTARA


Orang bilang kalau rumah yang sudah lama tak di tinggalin merupakan tempat tinggal hantu.


Orang bilang kalau rumah yang tak terawat, akan menjadi sarang hantu.


Apa iya?


Tidak!! Aku tidak setuju dengan asumsi mereka yang seenaknya beranggapan kalau itu rumah hantu.


Bagaimana pun itu merupakan rumah peninggalan Mama Papa.


Aku tak bisa menahan amarah ku saat orang lain berkata kalau rumah itu rumah hantu.


Akan aku buktikan kalau itu bukan rumah hantu.


Rumah itu layak di huni dan tak pantas di sebut sebagai rumah hantu.


Nama ku Rehan, Mahasiswa jurusan teknik semester akhir.


Aku anak tunggal yang di tinggal oleh kedua orang tua ku.


Mereka meninggalkan ku saat aku kelas sebelas SMA. Kecelakaan berencana lah penyebab kepergian mereka.


Bersedih? Tentu saja. Tapi aku bangkit mengolah semua harta dan pekerjaan yang di tinggal oleh mereka.


Walaupun aku memiliki semuanya tapi aku juga harus kuliah bukan?


Aku tinggal di rumah peninggalan Mama Papa. Tetangga bilang banyak hal hal aneh yang terjadi selama malam berlangsung .


Aku tak percaya dan menyangkal itu semua.


Aku akui rumah ini terkesan menyeramkan karena jarang di bersihkan.


Aku sering meninggalkan rumah ini untuk mengejar ketinggalan ku di skripsi dan pekerjaan Papa.


Malam ini aku memutuskan untuk tidur di rumah dan bermalam di sana selamanya.


Rumah ini cukup tua untuk jaman sekarang. Rumah ini di bangun saat Papa berumur dua tahun.


Papa dan Mama yang bercerita pada ku sewaktu ingin tidur dulu.

__ADS_1


Aku memasuki halaman rumah. Udara sejuk menyambut kedatangan ku.


Rumah ini seolah tak terawat, banyak daun-daun kering yang berserakan di halaman.


Aku memasukkan mobil ke dalam garasi dan berjalan masuk ke rumah.


Aku menghidupkan lampu dan menuju kamar yang biasa ku pakai.


....


Angin sejuk merepa ku dan aku memejamkan mata ku menikmati angin malam ini.


Suara ayunan yang berdecit membuat ku membuka mata.


Ayunan itu seolah ada yang menaikki nya dan mengayunkannya.


Awalnya aku tak memperdulikan itu, mungkin angin pikirku.


Tapi setelah ku pikirkan, bagaimana mungkin angin menggoyangkan ayunan itu.


Mungkin tidak kalau angin menggoyangkan besi?


Tak masuk akal bukan? Aku memperhatikan ayunan itu lebih dalam.


Rehan berjalan keluar menuju taman samping.


Dia mendekati ayunan itu dengan perlahan.


Langkah nya terhenti saat melihat siapa yang ada di sana.


Orang yang sedang duduk dan mengayunkannya ayunan itu Mama dan Papa Rehan.


Rehan tahu kalau itu hanya arwah mereka.


Tapi salahkan kalau Rehan ingin memeluk mereka walaupun hanya arwah.


"Mama, Papa," Ucap Rehan keras.


Kedua arwah itu melihat ke arah suara yang memanggil mereka. Mereka kenal suara yang berteriak itu,itu Rehan putra mereka.


"Maa, Paa," ucap Rehan perlahan mendekat kearah mereka.


Keduanya terdiam melihat Rehan yang melangkah ke arah mereka.

__ADS_1


"Mama, Papa," ucap Rehan setelah berada di depan ke dua nya.


Air mata yang di tahan akhirnya jatuh. Rehan menangis menahan rindu kepada keduanya.


Rehan memeluk mereka dengan erat dan itu nyata!!


Rehan tak percaya dengan ini semua, dia bisa memeluk mereka.


"Rehan rindu kalian. Kenapa kalian tinggalin Rehan sendiri, Rehan ingin ikut kalian," ucap Rehan di sela pelukan dan tangisan itu.


Keduanya membalas pelukan itu, mereka juga tak percaya.


Bagaimana bisa manusia dapat bersentuhan dengan makhluk asing.


Di luar akal memang!! Tapi mereka senang dan bersyukur, Mungkin aja karena rindu yang selama ini terpendam membuat mereka bisa saling bersentuhan.


Ketiganya bercerita dan saling berpelukan sepanjang malam.


Hari itu juga Rehan tahu kalau yang membuat suara-suara di tengah malam adalah mereka.


Mereka seolah melakukan pekerjaan biasanya selama hidup di dunia.


Setiap malamnya Rehan berkumpul bersama mereka, Rehan senang bisa berkumpul bersama keluarga nya kembali.


Yah walaupun mereka bukan manusia. Harus bersyukur bukan?


Ditambah adanya seorang gadis kecil yang merupakan adik Rehan yang ikut meninggal sewaktu di kandungan sang Mama.


Rehan cukup bersyukur bisa bertemu dan kenal adiknya walaupun adik nya harus ada menjadi makhluk halus seperti orang tuanya.


Isu dan cerita tentang rumah itu sudah tak ada lagi, karena mereka tak melakukan kegiatan mereka di malam hari.


Mereka melakukan kegiatan seperti di dunia manusia dulu sewaktu pagi hari.


Seolah nyata, pagi hari suara berisik selalu terdengar di rumah itu.


Seperti suara memasak, teriakan membangunkan seseorang dan sperti orang menyapu halaman juga menyiram bunga.


Aneh tapi nyata bukan?


***


END

__ADS_1


__ADS_2