ANTOLOGI CERPEN [HORROR] !

ANTOLOGI CERPEN [HORROR] !
BANGKU KEMATIAN


__ADS_3

05 JUNI 2020


KOTAPINANG, SUMATERA UTARA


Suasana sekolah yang masih sunyi menambah kesan menyeramkan bagi Disa.


Pagi ini Disa datang lebih cepat dari biasanya karena jadwal membersihkan kelas hari ini.


Disa meletakkan tas nya di bangku nya dan mulai membersihkan kelas dengan cepat.


Disa merasa bahwa ada orang lain selain dirinya di kelas ini.


Disa menghentikan kegiatan nya dan melihat ke sekitar kelas, kosong. Tak ada apapun selain dirinya di kelas itu.


Disa melanjutkan kegiatannya, saat hendak membersihkan bangku yang ada di depan bangku miliknya bangku itu mengeluarkan bau amis.


Disa memeriksa bangku itu.


"Tak ada yang salah sama bangku itu tapi mengapa bau amis sekali,"-batin Disa.


Disa bergidik ngeri, dirinya merinding sekarang.


Disa mempercepat pekerjaan nya dan keluar dari kelas menuju kantin menunggu temannya.


Rika, teman indigo Disa berjalan menuju kantin setelah menyimpan tas nya di dalam kelas.


"Oy Di, ceper banget. Btw, kelas udah bersih aja, Lo yang bersihin?" ucap Rika sambil duduk di samping Disa.


Disa menoleh kearah Rika dan mengangguk.


"Lo kenapa kok muka Lo pucat banget, Lo sakit?" Tanya Rika kepada Disa sambil menyentuh keningnya.


Disa hanya menggeleng kan kepalanya saja.


"Cerita sama Gue kalo Lo ada masalah," ucap Rika mencoba membuat Disa berbicara.


Dan ya, itu berhasil.


"Pagi tadi sewaktu Gue membersihkan kelas sendiri, Gue merasa kalo bukan cuma Gue aja di sana. Gue merasa kalo ada orang lain selain Gue, tapi sewaktu Gue lihat ke sekeliling kelas gak ada siapapun selain Gue di sana," ucap Disa memulai ceritanya.


Rika mendengarkan cerita Disa sesekali matanya melihat ke atas seolah berpikir.


"Lalu ketika Gue ingin membersihkan meja yang ada di depan meja Gue, Gue ngerasa ada bau amis yang nyengat banget. Gue udah ngerasa gak enak, Gue udah merinding di situ jadi langsung Gue bersihin bangku itu ceper cepet lah. Begitu," ucap Disa mengakhiri ceritanya sambil melihat ke arah Rika yang menatap ke arah nya juga.


"Lo gak pegang itu bangku kan?" Tanya Rika menyelidik ke arah Disa.


Disa menggeleng pelan.


"Gue saranin kalau Lo lagi jadwal membersihkan kelas, datangnya agak siang aja," ucap Rika melihat ke arah Disa.


Disa mengerutkan keningnya bingung mendengar perkataan Rika.


"Ntar Gue kesiangan dong," ucap Disa ta setuju dengan perkataan Rika


"Demi kebaikan Lo Di, Gue gak mau Lo kenapa-kenapa karena Dia," ucap Rika memelas.


Disa yang melihat wajah memohon Rika jadi merasa bersalah, Disa pun mengangguk setuju.


Bel masuk berbunyi, Disa dan Rika meninggalkan kantin menuju kelas.

__ADS_1


Di dalam kelaa semuanya lagi berkumpul di meja Disa. Disa dan Rika yang baru masuk menjadi binggung.


"Loh kok pada ngumpul di meja Gue sih, ada apa ya?" Tanya Disa kepada Rika.


Rika yang tak tahu hanya mengangkat bahu nya .


Disa dan Rika berjalan mendekat menuju kerumunan itu dan meja mereka.


"Eh ada apa nih? kok pada kumpul di sini?" Tanya Disa kepada teman-teman nya.


Mereka semua membuka jalan bagi Disa dan Rika untuk melihat meja dan bangku mereka.


Disa dan Rika terkejut melihat boneka yang di lumuri dengan darah di atas meja mereka, meja Disa lebih tepatnya.


Boneka itu sangat menyeramkan dengan di lumuri dengan darah di sekitarnya dan juga ada paku tepat di mata kanan nya.


Disa menangis melihat hal itu, dirinya takut melihat hal tersebut.


Rika hanya memandang boneka itu dengan datar, lalu pandangannya terarah ke bangku di depan meja mereka.


Ada sosok lain yang duduk di bangku itu dengan banyak luka di tubuhnya yang melihat ke arah mereka.


Dengan senyum sinis yang terarah ke Disa.


"Lo yang lakukan ini semua?" Tanya Rika melalui pikiran kepada sosok itu.


"Ya, Gue yang lakukan. Dia harus mati!!" Seru sosok itu dengan pandangan marah.


"Jangan sakiti Disa, Dia gak kenal sama Lo!!" Seru Rika kepada sosok itu.


Kemarahan menguasai Rika ketika ada yang mengganggu temannya. Mengganggu Disa artinya mengganggu Rika.


"Lo ga bisa larang Gue, Gue bakalan tetap membunuh Dia. Dia yang udah ngebunuh Gue," Ucap Sosok itu sendu.


"Lo tau dari mana?" tanya Sosok itu menatap Rika.


Rika melihat sosok itu dengan sendu.


"Gue ada di sana saat Lo di bunuh. Gue ngelihat semuanya, tapi Gue gak bisa nolong Lo. Seolah ada yang nahan Gue untuk nolong Lo," ucap Rika kepada sosok itu dan tatapannya kosong.


Sosok itu diam mendengar perkataan Rika.


" Gue juga tahu di mana tubuh Lo berada sampai saat ini, Tubuh Lo di simpan sama Dila di gudang bawah tanah di dekat tumpukan kertas ujian. Tubuh Lo di tutupi dengan puluhan kertas oleh Dila, agar tak ada yang tau bahwa ada tubuh manusia disana," ucap Rika lagi seolah melihat ke masa lalu.


"Gue mohon jangan sentuh Disa, Dia gak tahu apapun. Gue sama Disa bakalan cari tubuh Lo, dan kami akan ngubur Lo secara Layak," Ucap Rika kepada sosok itu memohon .


Sosok itu tersenyum kepada Rika, lalu mengangguk.


Perlahan sosok itu menghilang dengan senyum yang masih tersimpul di bibirnya.


"Rika!!!" Panggil Disa sambil menggoyangkan badan Rika.


Rika tersadar dan melihat ke Disa, lalu ke arah meja mereka terus ke arah bangku di depan mereka lalu ke sekeliling nya.


'Mejanya sudah bersih'-batin Rika.


"Rika kamu mikirin apa?" Tanya Disa sambil menyanggah kepalanya dengan tangannya.


Rika melihat ke arah Disa lalu menggeleng kan kepalanya.

__ADS_1


"Gak ada," Ucap Rika pelan.


Disa hanya mengangguk dan mengeluarkan buku nya.


Rika mengikuti apa yang Disa lakukan, dia mengeluarkan buku nya juga dan mereka mulai belajar.


....


Saat ini, Disa dan Rika saat ini ada di gudang bawah tanah.


Seperti yang Rika janjikan kepada sosok itu bahwa Dia dan Disa akan mencari tubuh sosok itu dan mengubur kan nya.


Disa dan Rika mulai membuka satu persatu lembar buku yang berserakan.


Saat Disa membuka lembar buku Yang ada di ujung gudang, sebuah jari muncul.


Disa berteriak kencang, dan Rika langsung berlari menuju Disa.


Disa langsung menunjuk ke bawah dan Rika mengikuti arah telunjuk Disa.


Ada sebuah jari yang muncul dari balik tumpukan kertas itu. Rika mulai membuka seluruh kertas yang menutupi jari itu.


Sampai tubuh sosok yang mereka cari ketemu. Tubuh yang mereka temukan merupakan tubuh sosok itu.


Keadaannya sangat mengenaskan. Baju seragam yang sobek di sana sini seolah korban pemerkosaan juga bercak darah di seluruh tubuhnya.


Rambut yang berantakan, dan yang paling menyedihkan sebelah mata nya di tusuk oleh paku. Semuanya sama seperti boneka yang ada di meja Disa tempo lalu.


Disa dan Rika memanggil polisi untuk memeriksa mayat itu.


Suasana sekolah ramai akan berita yang menggemparkan sekolah itu.


Polisi meminta keterangan kepada Disa dan Rika. Mereka hanya memberi keterangan kalau mereka lagi mencari bangku bagus di gudang bawah tanah itu dan tak sengaja menemukan mayat itu.


Mereka tak bisa bilang kalau mereka membantu sosok itu untuk mencari tubuhnya.


Polisi memeriksa mayat itu dan hasil yang keluar ada lah kalau mayat itu meninggal karena kasus pembunuhan dan juga pemerkosaan. Juga kekerasan karena banyaknya luka bekas pada mayat itu.


Mayat itu di bawa ke rumah sakit untuk diperiksa lebih lanjut dan akan di makamkan di pemakaman umum.


...


Proses pemakaman berjalan dengan lancar. Tak banyak orang yang melihat pemakaman itu karena mayat itu hanya sebatang kara.


Disa dan Rika berdoa kepada Sosok itu agar tenang di sana.


Rika memandang ke arah lain kuburan. Sosok itu ada di sana dengan wajah yang cantik, sosok itu melambaikan tangannya kepada Rika.


Rika tersenyum melihat ke arah sosok itu dan melambaikan tangan ke sosok itu juga.


"Rika ayo pulang," ucap Disa kepada Rika .


Rika mengangguk dan mereka pulang meninggalkan pemakaman.


...


Tentang pembunuh sosok itu, Dila kembaran Disa.


Sampai saat ini belum diketahui keberadaannya, karena setelah kejadian itu Dila menghilang dan tak pernah muncul lagi.

__ADS_1


******


END


__ADS_2