![ANTOLOGI CERPEN [HORROR] !](https://asset.asean.biz.id/antologi-cerpen--horror---.webp)
02 JUNI 2020
KOTAPINANG, SUMATERA UTARA
Bulan mulai menghilang menyebabkan gelapnya malam.
Semua orang telah masuk ke dalam kamar mereka masing-masing.
Begitu pula dengan Kiki, remaja laki-laki itu bersiap untuk tidur.
Saat akan menutup matanya, Kiki mendengar ada orang-orang yang berbicara dengan suara yang besar dan juga ada suara yang berasal dari play station dari rumah sebelah.
Yah, karena kamar kiki langsung mengarah ke rumah itu.
Awalnya kiki tak menghiraukan suara-suara itu dan menutup wajahnya dengan selimut.
Tetapi semakin Kiki berusaha untuk tertidur semakin keras pula suara-suara itu berbunyi.
Kiki semakin merapatkan selimut dan bantal pada kedua telinganya.
Karena tak kuat mendengar suara berisik yang begitu dahsyat, Kiki akhirnya bangun dari tidurnya dan berjalan ke balkon kamarnya.
Dari balkon Kiki dapat melihat rumah itu dengan luas dan sempurna.
Tapi ada yang aneh, rumah itu tampak sepi, tak ada lampu yang menyala di rumah itu bahkan pagarnya pun terkunci dengan rapat.
Kiki menaikkan alisnya sebelah merasa binggung melihat rumah itu.
"Bukannya tadi suara itu berasal dari rumah itu?" Tanya Kiki pada dirinya.
Merasa tak ada yang aneh, Kiki pun masuk ke dalam dan melanjutkan tidurnya lagi.
Tapi, suara itu kembali terdengar bahkan sekarang lebih aneh, banyak suara yang muncul dalam pendengarannya.
Kiki mencoba berdamai dengan suasana malam itu, ia mencoba mendengarkan segala suara yang terdengar.
Sampai satu suara menyadarkannya bahwa ada yang tak beres dalam rumah itu.
"KALIAN SEMUA HARUS MATI!!"
Kiki yang mendengar suara itu langsung melompat dari kasur dan berlari ke kamar abang nya.
"Abang.." ucap Kiki sambil mengetuk pintu kamar abang nya.
Suara suara itu seolah mengikuti Kiki pergi, ketukan pintu semakin kuat dan itu mengganggu Aldi.
Aldi bangun dari tidur nya dan berjalan lalu membuka pintu.
"Apa sih malam malam bukannya tidur malah Teriak-teriak," ucap Aldi sambil menguap.
"Gue tidur sini ya malam ini," ucap Kiki memohon kepada Aldi.
__ADS_1
Aldi langsung membuka matanya yang tertutup melihat kearah Kiki.
"Gak gak, ngapain juga Lo tidur di kamar Gue. Lo kan punya kamar sendiri," ucap Aldi tak setuju ucapan Kiki.
"Plis bang, Gue gak bisa tidur di kamar Gue malam ini, banyak suara aneh yang Gue denger," ucap Kiki sambil menjelaskan keanehan yang dirasa nya.
"Suara apaan wong dari tadi sunyi begini, Lo halu kali," ucap Aldi tak percaya ucapan Kiki.
"Terserah deh kalo abang gak percaya, abang boleh coba tidur di kamar aku besok. Dan malam ini Gue tidur di sini, titik!" Ucap Kiki memasuki kamar Aldi tak menghiraukan Aldi yang melonggo.
Aldi berdecak kesal melihat kelakuan adiknya itu, sungguh menjengkelkan mempunyai adik seperti ini !
Mau tak mau akhirnya mereka tidur dengan berbagi kasur dan suara suara itu tak lagi terdengar sampai pagi.
...
Paginya saat semua berkumpul di ruang keluarga, Kiki menceritakan kejadian yang dialaminya semalam.
"Iya Ma, Pa, Kiki gak bohong itu bener. Kiki denger semua suara-suara itu sampai teriakan terakhir itu Kiki langsung pergi ke kamar abang tidur disana. Anehnya suara bahkan teriakan itu gak ada lagi," ucap Kiki setelah menceritakan kejadian yang dialaminya kepada semua orang.
Semua nya terdiam mendengar cerita Kiki, mereka mengiyakan soal suara suara itu.
"Kalo kalian pada gak percaya malam ini kita semua kumpul di kamar Kiki seolah tidur di sana," ucap Kiki yang diangguki semuanya.
Mereka kembali melanjutkan kegiatan masing-masing dan tak membahas tentang kejadian semalam lagi.
Hari berlalu begitu cepat dan malam sudah tiba.
Tengah malam pun datang, suara suara yang diceritakan oleh Kiki mulai terdengar di telinga mereka.
"Bener kan kata Kiki?" Ucap Kiki kepada semuanya.
Mereka mengangguk dan teriakan yang di bilang Kiki juga terdengar membuat semuanya merinding.
"KALIAN SEMUA HARUS MATI!!"
Banyak lagi teriakan yang menyusul, mereka tak kuat mendengarnya begitu menyeramkan ditambah suasana hening diantara mereka membuat pikiran mereka kemana-mana.
Karena tak tahan, Kiki menghidupkan lampu kamarnya.
"Bang Kiki tidur sama abang lagi ya," ucap Kiki mulai takut.
Aldi mengangguk melihat rasa takut adiknya itu.
Mereka keluar dari kamar Kiki dan masuk ke kamar masing-masing.
Suara itu menghilang saat mereka masuk ke dalam kamar mereka masing-masing.
Karena suara itu sudah menghilang dari pendengaran mereka, mereka pun mulai tertidur.
...
__ADS_1
Pagi ini keluarga mereka berkumpul di ruang keluarga.
"Menurut penjelasan di sini, di rumah itu pernah ada pembunuhan berencana yang terjadi yang membuat seluruh anggota keluarga itu meninggal. Beberapa warga di sekitar kompleks ini juga sewaktu Papa tanya tadi mereka bilang kalau mereka pernah mendengar jeritan anak kecil dari rumah itu padahal rumah itu kosong dan sepi," ucap Papa menjelaskan kejadian dalam rumah itu setelah membaca situs di online.
Mereka saling diam dan tak ada yang berniat berbicara.
"Gimana kalau kita pindah aja Pa, Kiki gak mau tiap malam gak bisa tidur karena mendengar suara-suara itu," ucap Kiki akhirnya membuka percakapan.
Mereka semua melihat ke arah Kiki.
Kiki yang dipandang begitu oleh mereka semua merasa jengah.
"Oh atau gini aja, kita gak usah pindah tapi ada yang mau tukaran kamar dengan Kiki?" Tanya Kiki kepada semuanya.
Spontan mereka semua menggeleng tak setuju.
Bunuh diri namanya kalau mau tukaran bung!
"Yaudah kalo gitu kita pindah, Kiki gak mau gila dan tuli karena suara suara itu," ucap Kiki sambil bergidik ngeri membayangkan dirinya gila dan tuli di saat yang sama.
Oh No!!
"Yaudah kita pindah dari sini, tapi kita harus cari rumah dulu," ucap Papa menyetujui ucapan Kiki.
"Kiki udah dapat rumah yang cocok buat kita, kemarin Kiki udah cari rumah di online," ucap Kiki sambil menunjukkan ponselnya dimana alamat rumah itu berada.
"Kalau begitu, besok kita pindah," ucap Papa diangguki semua.
...
Pagi ini mereka bersiap siap untuk pindah ke rumah baru mereka.
Mereka pergi menuju rumah tempat mereka tinggal nantinya.
Mereka memasuki rumah dan melihat sekelilingnya.
Banyak tetangga di sebelah dan di sekitarnya dan juga ada sebuah rumah kosong di sebelah rumah mereka, lagi!
Setelah memilih kamar dan membereskan segalanya mereka makan malam dengan tenang sampai suara gaduh dari belakang rumah mengganggu mereka.
Mereka saling lihat satu sama lagi.
Mereka memutuskan untuk melihat ke belakang bersama-sama.
Saat sampai di belakang, tak ada apa-apa dan suara itu masih terdengar dari seberang rumah.
Lagi? Pikir mereka.
Yah itu benar, mereka mengalami hal yang sama seperti di rumah sebelumnya dia itu terus berlanjut sampai mereka pindah ke kota lain.
***
__ADS_1
END