ANTOLOGI CERPEN [HORROR] !

ANTOLOGI CERPEN [HORROR] !
TERIMA KASIH


__ADS_3

Di sekolah, aku termasuk anak yang pendiam. Bagaimana tidak? Aku selalu dimusuhi dan dikucilkan teman temanku. Bahkan dibully. Sungguh Kejam nasibku. Tiap hari hanya menerima cemohan cemohan dari mulut ke mulut.


“Hpnya aja masih jadul!” ucap salah satu anak yang membullyku.


“Eh katanya Messy itu perebut pacar orang tau!” ucap yang lain menambahi.


“Nilainya Messy itu 4 terus, bodoh banget kan?” Suara suara itu membuat telinga Messy panas.


Banyak sekali fitnah dan ejekan yang selalu ia terima. Karena sudah tidak kuat lagi, Messy pun berlari ke halaman belakang sekolah yang jarang didatangi oleh warga sekolah.


Hembusan Angin sedikit meredakan kesedihanku. Air mataku sudah berhenti untuk menangis. Tiba tiba ada yang memegang pundakku. Aku menoleh ke belakang.


Aku melihat seorang gadis sebayaku yang mengenakan pakaian seragam sepertiku, tapi sudah lusuh dan kotor.


“Maaf, kamu siapa?” tanyaku kepadanya.


“Aku Angela” katanya memperkenalkan diri.


“Aku tidak pernah melihatmu” ujarku memandangnya dengan aneh.


“Aku bukan manusia. Aku hantu, tapi jangan kaget!” ujarnya sambil memegang pundakku.

__ADS_1


Dingin.


“Ja.. jangan bunuh aku. Hiks” aku mulai ketakutan dan menangis.


“Hei tak usah menangis. Nasibku juga sama sepertimu. Penuh bullyan” ucapnya menatap kedepan melihat masalalunya.


FLASHBACK…


Ruangan kelas begitu sepi. Tak ada orang satu pun. Padahal, aku berangkat agak siang. Ke mana para pembully itu?


Tapi tiba tiba tanganku ditarik oleh Yora, orang yang sering membullyku.


“Udah ikut aku yuk” ucap Yora lembut. Ada yang aneh, tak seperti biasanya Yora seperti ini.


Aku dibawa Yora ke halaman belakang sekolah. Di sana sudah ada banyak teman sekelas yang sering mencemoh dan membully ku.


“Eh Ngel, kayaknya kamu tuh harus dimusnahin dari dunia ini” kata Fero menatapku.


“Pengganggu!!!” sorak teman teman. Fero membawa batu bata dan melemparkan ke kepalaku.


"Kepalaku mengeluarkan darah dan tubuhku terjatuh," ucapnya menangis.

__ADS_1


"Teman teman lain pada menginjak tubuhku, bahkan mereka tak segan segan meludahiku. Yora melempariku telur, tepung, bubuk cabai," lanjutnya lagi.


" Setelah disiksa, seragam sekolahku dibuka. Aku dipermalukan. Tiba tiba, Melly menusukan pisau ke pinggangku. Mayatku dibuang ke tempat sampah besar. Kejadian itu sudah 2 tahun, dan sekarang Mayatku sudah menjadi tengkorak. Tidak ada yang tahu. Kecuali kau!!!" serunya menatap ke arah ku dengan wajah yang menyeramkan mengingat kalau saat kematiannya tidak lah wajar.


“Astaga” mulutku menganga saking kagetnya mendengar cerita dari Angela.


“Jadi, janganlah patah semangat. Kau cuek saja, jangan hiraukan mereka. Sekali kali kau harus berani, lawanlah mereka! Jangan takut. Dan ingat, kau harus menjadi anak yang tidak pendiam dan berprestasi. Kalau perlu kau pindah sekolah saja!” jelas Angel panjang lebar menyemangati ku.


“Oke, terimakasih Angel kau telah memberiku motivasi!” aku memeluk tubuh Angel. Transparan.


“Tapi, tolong makamkan mayat ku dengan layak” pesannya.


“Oke!” aku memberi tahu warga sekolah. Dan mereka melaporkan pada pihak berwajib. Kepala sekolah dan pengurus sekolah sangat berterimakasih padaku.


Dan aku juga telah menceritakan semuanya pada mereka. Aku sekarang sudah tidak dibully, teman teman mendekati dan berteman denganku.


"Terima kasih Angela. Berkatmu semuanya membaik, kau tahu kau orang pertama yang mau berbicara kepadaku selama aku bersekolah di sana. Terima kasih dan kau harus tenang di sana," ucapku di depan makan Angela yang sudah mulai kering.


****


END

__ADS_1


__ADS_2