![ANTOLOGI CERPEN [HORROR] !](https://asset.asean.biz.id/antologi-cerpen--horror---.webp)
Kenalin nama gue Dion Aksara. Anak mahasiswa di salah satu Universitas Indonesia. Kalo bicara masalah hantu, gue nggak pernah percaya sama yang namanya hantu.
Secara karena gue belum pernah melihatnya langsung. Kalaupun ketemu, mungkin gue bakalan lari terbirit-birit ngalahin atlet pelari nasional. Hehe bercanda…
Tapi, suatu hari gue punya kenalan. Namanya Vianti, gue biasa manggilnya Via. Dia itu cantik, tapi ya gitu … Dia seperti paranormal, itu yang membuat gue gak suka dari dia.
“Via,” teriak gue memanggilnya.
“Kenapa? Lo gak usah teriak segala, gue juga udah tau kali” jawabnya.
“Lo mau bantuin gue gak?” ucap gue kepada nya
“Bantuin apa? Oh gue tau, pasti nyari tau makhluk halus ya?” ucapnya menebak.
“Hah? Eh, gue itu gak percaya sama hal gituan. Kalaupun ada gue gak bakal ganggu dia kok” ucap gue kepada nya.
“Ya udah, ya udah. Harus bantuin apa nih gue?” tanya nya lagi ke gue.
“Bentar dulu deh, lu kan bisa ngelihat makhluk astral. Apa lu bisa lihat masa lalu dan masa depan?” ucap gue gak masuk akal.
“Oh itu jelas bisa. Karena itu merupakan suatu keajaiban yang ada di hidup gue” ucapnya menerangkan keajaiban miliknya.
“Keren dong, lo bisa lihat masa depan gue gak?” ucap gue meminta.
“Haha gampang, masa depan lu aman kok. Gak suram-suram amat sih haha” ucapnya tertawa.
__ADS_1
“Yang bener lu?” tanya gue gak yakin.
“Yah kalo lu gak percaya tunggu aja 10 tahun kemudian” ucapnya lagi.
“Yehh” gue hanya mengiyakan ucapan nya.
Pembicaraan kami terputus karena jam pelajaran gue segera dimulai.
“Udah dulu ya nanti lanjut lagi” ucap gue berjalan menuju meja.
Kebetulan, gue hanya 3 jam pelajaran. Dosennya nggak masuk dengan alasan kesibukannya. Mungkin?. Gue rasa gue nggak punya kerjaan di kampus itu, akhirnya gue memutuskan untuk balik ke rumah. Tapi di parkiran gue bertemu dengan Via,
“Via,” panggil gue
“Kenapa Dion?” tanya Via.
“Gak ah” tolaknya.
“Loh kenapa?” tanya gue.
“Males gue, paling cuma buat modusin gue doang” ucapnya.
“Widih, Sok banget lu” ledek gue.
“Gue bercanda kok, kita jalan ke mana?” ucapnya.
__ADS_1
“Minum aja di cafe yuk” tawar gue.
Akhirnya kita pun sepakat untuk minum di cafe terdekat.
Selang beberapa jam berbincang dan hari sudah mulai gelap. Adzan maghrib sudah berkumandang,
“Dion gue balik dulu ya, oh iya lo baliknya jangan lewat terowongan UI ya. It’s Scarry” ucapnya memperingati gue
“Ah lo, ada ada aja” ucap gue gak percaya.
Gue pulang mengendarai motor gue dengan kecepatan rendah, gue sempat berfikir kenapa Via melarang gue untuk tidak lewat terowongan UI ya?
sebenarnya ada akses jalan lain tapi, gue rasa itu jauh bagi gue. Dan saat itu gue memutuskan lewat terowongan UI.
Gue merasa ada yang aneh, melihat seorang supir taksi yang berhenti di pinggir terowongan tersebut. Padahal tidak ada orang sama sekali.
Setiap kali yang lewat terowongan itu, selalu membunyikan klakson kendaraannya dan ngebut. Gue tidak melakukan itu, karena gue rasa untuk apa?
Di pinggir terlihat seorang cewek sendirian yang sepertinya mencari tumpangan, gue medekatinya dengan secara TIDAK SADAR. Gue nggak merasakan apa-apa.
Tapi setelah gue lihat dan gue dengar suara klakson salah seorang pengendara yang melintas, itu cewek hilang seketika. Tanpa jejak, entah ke mana.
Yang jelas gue masih penasaran siapa dia?
****
__ADS_1
END