ANTOLOGI CERPEN [HORROR] !

ANTOLOGI CERPEN [HORROR] !
REVAN


__ADS_3

03 JUNI 2020


KOTAPINANG, SUMATERA UTARA


Proses pemakaman baru saja selesai di lakukan. Banyak orang membacakan doa kepada yang meninggal.


Sudah banyak pula dari mereka yang meninggalkan pemakaman.


Disana hanya tinggal seorang gadis yang menatap nisan sambil menangis.


"Kenapa kamu tinggalin aku? Dulu kamu janji akan menua bersama ku tapi kamu kini meninggalkan ku, mana janji mulu, " ucap gadis itu sambil menatap nisan.


Di atas nisan itu tertulis nama seseorang yang di tangisi oleh gadis itu.


REVAN PRATAMA


Seorang wanita parubaya mendekati gadis itu dan berjongkok di samping nisan putranya.


"Nisa Revan gak suka kalau kamu menangis, jadi kamu harus kuat agar Revan gak sedih," ucap wanita itu kepada sang gadis, Nisa.


Nisa melihat kearah wanita itu, lalu tersenyum kepada Mama Revan.


"Iya Tante. Nisa gak bakal nangis lagi, Nisa gak mau Revan sedih," ucap Nisa sambil mengusap pipinya yang basah.


Mama Revan tersenyum melihat ketegaran gadis ini.


"Kalau begitu kita pulang ya, sudah mau malam," ucap Mama Revan sambil berdiri diikuti Nisa.


Mereka pulang bersama, sebelum pergi Nisa berbalik dan melihat nisan Revan dan tanpa Nisa sadari perlahan air matanya kembali turun.


"Van, Nisa rindu,"-Batin Nisa sedih.


....


Hujan turun dengan deras seolah sedang ikut bersedih dengan hari ini.


Di tempat tidur itu Nisa menangis dengan sengguguan yang keras dan air mata yang tak berhenti keluar.


Mata nya mulai membengkak karena kelamaan menangis.


"Revan jahat, Revan tinggalin Nisa. Dulu Revan udah janji sama Nisa, tapi Revan bohong," ucap Nisa ntah pada siapa.


"Jangan pergi Van, Nisa butuh Revan di sini, jangan tinggalin Nisa, Revan kembali," ucap Nisa lagi kini tangisnya mulai kuat.


Sebuah elusan di pipinya membuat Nisa mendongak.


Ada roh Revan di sini, sedang tersenyum kepada Nisa dan menghapus air mata Nisa.


"Jangan menangis Nis, Revan gak suka," ucap roh Revan sambil menggeleng.


Tangisan Nisa semakin pecah mendengar perkataan Revan.


"Revan yang udah membuat Nisa menangis, Revan yang udah membuat Nisa bersedih," ucap Nisa sambil menatap Revan sendu.


Revan tersenyum mendengar perkataan Nisa, hati nya tercubit menyadari bahwa dirinya yang membuat gadisnya menangis.


Wes, jangan salah bro. Roh juga punya hati kali walaupun gak bisa di sentuh.


"Jangan pergi Van, jangan tinggalkan Nisa," ucap Nisa memohon kepada Revan.


Revan tersenyum dan menggeleng pelan.


" Gak bisa sayang, ini bukan dunia Revan lagi, Revan harus tinggal di dunia Revan yang sekarang. Nisa harus bisa jaga diri ya," ucap Revan mengelus kepala Nisa.

__ADS_1


"Oh iya Revan cuma mau bilang, tolong selidiki kematian Revan yah Nisa, Revan gak tenang soalnya," ucap Revan lalu memeluk Nisa.


Nisa memeluk Revan erat, walaupun itu untuk terakhir kalinya.


Revan melepaskan pelukan itu dan tersenyum ke Nisa lalu menghilang perlahan.


Nisa menatap kepergian Revan dengan diam dan sorot mata sedih.


Nisa butuh Revan !!! Batin Nisa berteriak.


...


Pagi ini Nisa kembali ke lokasi kejadian tempat di mana Revan meninggal.


Saat melewati taman di samping lokasi kejadian, Nisa mendengar ada yang menangis.


Nisa melihat ada seorang gadis remaja seusia nya sedang menangis dengan pelan.


Nisa menghampiri gadis itu, dapat Nisa lihat keadaan gadis itu yang berantakan dengan rambut yang acak-acakan serta baju seragamnya yang lusuh dan sudah robek di sana sini.


"Em hai, kamu kenapa menangis?" Tanya Nisa sambil duduk di sebelah gadis itu.


Gadis itu mendongak melihat Nisa, Nisa terkejut melihat wajah gadis itu yang rusak.


"Kamu kenapa? " Tanya Nisa menatap sedih gadis malang itu.


"Kamu bisa lihat aku?" Tanya gadis itu balik.


Nisa mengangguk saja.


"Aku indigo, kamu kenapa? kenapa wajah kamu rusak begini? Apa kamu perlu bantuan aku?" Tanya Nisa menawarkan bantuan kepada gadis itu.


Gadis itu melihat Nisa dengan mata berbinar.


Nisa mengangguk.


"Aku masih sekolah, kamu bisa lihat dari seragam aku. Aku meninggal karena dibunuh oleh sahabat dan pacar aku, mereka menghianati aku dengan perselingkuhan di belakang aku. Kemarin aku mengetahui perselingkuhan mereka, tapi mereka malah membunuh ku, dan menyimpan jasadku di gudang rumah sahabat ku," ucap Gadis hantu itu mulai bercerita.


Nisa mengangguk paham akan masalah gadis hantu di depannya ini.


"Kamu dari kapan di taman ini?" Tanya Nisa kepada gadis hantu itu.


"Sudah lama sebelum kecelakaan kemarin," ucap gadis hantu itu.


"Ka-kamu tahu tentang ke-kecelakaan itu?" Tanya Nisa dengan nada bergetar.


Gadis hantu itu mengangguk menjawab pertanyaan gadis indigo di depannya ini.


"Iya aku tahu soal kecelakaan itu, dan iku sudah di rencanakan," ucap Gadis hantu itu kemudian.


"Dia pacar aku, dan dia Sudah Meninggal semalam. Bantu aku mengungkap tentang kecelakaan itu dan aku akan tolong kamu juga," ucap Nisa mencoba bernegosiasi.


Gadis hantu itu diam sambil berpikir dan akhirnya mengangguk setuju.


Dan Saat itu mereka menjadi teman dan saling bertukar janji untuk saling membantu.


....


Sebulan sudah berlalu, perihal kecelakaan Revan sudah selesai di urus ternyata dalang dari semua ini yaitu orang yang benci kepada Revan.


Orang itu membenci Revan karena Revan yang bisa mendapatkan Nisa dengan mudah.


Orang itu dendam kepada Revan bahkan ketika Revan mengalahkannya di adu taruhan motor yang di menangkan oleh Revan.

__ADS_1


Orang itu ada di rumah sakit jiwa, dia mengalami gangguan kejiwaan setelah di teror oleh hantu gadis itu.


Nisa duduk melamun di taman tempat dia dan gadis hantu itu bertemu.


"Rev, Nisa kangen," ucap Nisa pelan sambil memandang langit.


"Nisa, " panggilan itu membuat Nisa mengalihkan perhatian nya.


"Kamu rindu Revan?" Tanya gadis hantu itu.


"Iya Bel, Nisa kangen banget sama Revan," ucap Nisa memandang langit lagi setelah menjawab pertanyaan Bella, si gadis hantu.


"Bella janji deh kalo misi kita udah tuntas, Bella bawa Revan kemari untuk bertemu Nisa," ucap Bella berjanji kepada Nisa.


"Beneran?" Tanya Nisa girang.


Bella mengangguk dan tersenyum lebar melihat Nisa yang tak sedih lagi.


"Ayo beraksi!!" Seru Nina senang.


....


Misi mereka sudah selesai, hal ini memakan waktu dua minggu karena mantan pacar serta sahabat Bella tak mudah di kalahkan.


Tapi akhirnya Nisa dan Bella menang berkat bantuan Mama Revan yang mengetahui niat baik Nisa.


Yah, Mama Revan juga indigo tapi itu tak menurun kepada Revan.


Andi, Mantan pacar Bella mengaku kalau dia terpaksa membunuh Bella karena paksaan sahabatnya itu yang mengancam akan membunuh adiknya, Risa.


Sedangkan Mantan sahabat Bella mengaku kalau dianya iri kepada Bella yang mendapatkan semuanya, mulai dari kasih sayang orang tua dan orang di sekitar nya bahkan mendapatkan kekasih yang baik seperti Andi.


Sahabat Bella kini berada di rumah sakit jiwa karena kejiwaan nya yang terganggu akibat rasa bersalah nya karena telah membunuh sahabatnya sendiri.


Dan jenazah Bella telah di kuburan dengan layak di samping makam sang adik yang meninggal tiga tahun lalu.


....


Pagi ini Nisa bersiap untuk pergi ke makam Revan.


Sesampainya di sana, Nisa melihat seseorang memakai baju putih yang bersih juga bercahaya membelakanginya.


Nisa mendekati orang itu yang berada di makam Revan dan menegurnya.


"Maaf Mas, Mas siapa ya?" Tanya Nisa penasaran.


Orang itu berbalik menghadap Nisa dan tersenyum.


Nisa terdiam dan air mata nya mulai menetes melihat orang di hadapan nya ini.


"Nisa," Panggil orang itu.


"Revan," Ucap Nisa pelan.


"Iya ini Revan," Ucap Revan meyakinkan Nisa.


Nisa langsung memeluk Revan erat dan menumpahkan tangisnya.


Hari itu Nisa berbagi cerita dengan Revan meskipun tahu Revan telah tiada tapi Revan tetap akan ada di sisi Nisa selamanya.


****


END

__ADS_1


__ADS_2