![ANTOLOGI CERPEN [HORROR] !](https://asset.asean.biz.id/antologi-cerpen--horror---.webp)
12 JUNI 2020
KOTAPINANG, SUMATERA UTARA
Ria sedang duduk di ruang keluarga sendiri, ia duduk sambil membaca novel horor miliknya.
Ria membaca novel itu dengan lambat sambil memahami isi novel itu.
"Nih penulis pinter banget buat cerita, banyak teka-teki nya lagi," ucap Ria pelan.
Ntah dari mana datangnya, ketika ia sudah ikut dalam arus cerita itu ada suara tangisan bayi dengan sangat kuat.
Awalnya Ria tak peduli, ia berpikir kalau itu suara bayi tetangganya yang baru melahirkan kemarin.
Suara tangisan bayi itu hilang tapi muncul pula suara-suara dari balik dinding, seolah ada seseorang yang sedang menggaruk dinding itu.
Semakin lama, malam semakin larut dan menegangkan bagi Ria.
Televisi hidup sendiri padahal tak ada yang menghidupkan nya.
Hal itu membuat Ria melihat ke arah televisi itu dan tak menyadari ada bayangan yang keluar dan menghilang.
Ria berjalan mematikan televisi itu lalu kembali sofa dan membaca kembali buku itu.
Saat memasuki konflik cerita, Ria merasa ada yang aneh di sekitarnya.
Ia merasa kalau ada orang yang memperhatikan dirinya dengan intensif.
Mencoba tak memperdulikan perasaan aneh nya itu, Ria berjalan menuju kamar membawa novel nya.
Tanpa dia sadari ada orang lain yang mengikuti dirinya memasuki kamar.
Ria meletakkan bukunya di meja belajarnya dan berjalan menuju balkon kamarnya.
Dia duduk di ayunan yang ada di pinggir balkon sambil melihat langit malam.
Saat sedang melihat langit malam, ayunan yang ia duduki bergoyang seolah ada yang mengayunkannya.
Ria menjadi bingung dan takut di saat bersamaan.
"Mengapa ayunan ini bisa bergoyang sendiri?" Tanya Ria sendiri.
__ADS_1
Ria melompat dari ayunan saat ayunan itu bergoyang semakin kuat dan kencang.
Ria bersyukur setidaknya ia selamat kalau tidak bisa bisa ia terjatuh dari balkon kamarnya sendiri.
Ria melihat ke arah jalanan dan komplek perumahan itu.
Lagi suara bayi menangis terdengar lagi bahkan diikuti suara garukan dinding juga bunyi air closet.
Ria melihat ke samping rumah dimana tetangga nya tinggal untuk memastikan kalau yang menangis itu bayi tetangganya.
Tapi ada yang aneh, di salah satu kamar yang lampu nya masih menyala asal suara tangisan bayi itu ada seseorang yang membelakanginya menggunakan baju putih.
Dengan rambut yang panjang, sosok itu seolah ingin mengambil bayi itu.
Ria mempertajam penglihatan nya dan dapat ia lihat kalau sosok berbaju putih itu menggendong bayi yang menangis itu lalu berjalan menuju pintu keluar.
Ria terus melihat rumah itu, tak ada satu pun dari banyak kamar yang lampu nya menyala.
Sosok berbaju putih yang Ria lihat tadi keluar melalui pintu gerbang utama sambil menggendong bayi itu, lalu terbang menghilang diiringi tangisan bayi itu yang semakin kencang dan juga tawa yang mengerikan.
Rara terdiam melihat semua kejadian ini.
Ria memutuskan masuk ke rumah dan mengunci pintu balkon kamar dan berjalan menuju kamar mandi .
Di kamar mandi, Ria mencuci wajah mencoba menyadarkannya bahkan sesuatu seperti itu tak ada.
"Tenang oke, tenang. Hal seperti itu tak ada di dunia ini, itu hanya halusinasi ku saja," ucap nya mencoba menenangkan diri sendiri.
Setelah ia merasa sudah tenang, Ria memutuskan untuk masuk ke kamar dan tidur.
Tapi itu tak semulus yang dia pikirkan. Tepat saat dia akan keluar dari kamar mandi, suara air dari closet membuat nya menghentikan langkah nya.
Dia berjalan dengan pelan menuju closet untuk memeriksa.
Tak ada siapa pun di sana, bahkan suara closet yang seolah ada yang menggunakan juga tak ada.
Hening dan mencekam, Ria melihat ke sekiling kamar mandi nya dan terkejut saat melihat tulisan di kaca closet yang menyeramkan.
MATI
Tulisan itu begitu besar dan jelas dengan warna merah seperti darah.
__ADS_1
Ria terkejut dan menutup mulutnya takut. Tiba-tiba seluruh ruangan ada darah yang mengalir dari dinding ataupun kaca.
Darah itu keluar dari segala arah dan membuat Ria takut.
Ria membuka pintu closet dan keluar menuju kamarnya.
Tak berhenti di situ buku yang ia letakkan di meja belajar tadi tiba-tiba terbuka dan keluar lah sosok bayangan hitam dari buku itu menuju Ria di atas tempat tidur.
Ria ketakutan melihat sosok yang ada di depannya ini. Begitu menyeramkan, dengan wajah yang rusak dan darah di setiap sisi nya belum lagi pakaian yang penuh dengan darah dan luka membuat Rara teringat akan cerita yang ia baca tadi.
"Ka-kamu Rika, gadis yang ma-mati di bu-bunuh oleh Dika, bukan?" Tanya Ria terbata-bata dan gugup kepada sosok itu.
Sosok itu mengangguk mendengar pertanyaan Ria, ia masih berjalan menuju Ria berada.
"Jangan baca buku itu lagi, atau aku akan membunuh mu!!!" Seru sosok itu setelah di depan Ria.
"Siapa pun yang membaca buku itu akan mati, aku sudah memperingati mu. Penulis buku itu bukan menulis hasil karangan nya sendiri tapi itu kisah nyata," ucap sosok itu lagi.
Kini Ria melihat sosok itu berubah menjadi gadis cantik.
"Penulis nya adalah sahabat ku sendiri, ia memang seorang penulis cerita. Tapi aku tak mengerti mengapa ia menulis kisah kematian ku, aku tak ingin seorang pun tahu bagaimana kisah kematian ku. Jangan baca cerita itu lagi atau aku akan membunuh mu," ucap gadis itu dan kembali menjadi sosok yang menyeramkan kembali.
Ria mengangguk dan berjalan menuju buku itu lalu membawa nya ke balkon kamar.
Ria menghidupkan api dan membakar buku itu.
Ketika buku itu hangus terbakar api, Ria melihat ke arah sosok itu dan sosok itu perlahan berubah menjadi Rika, si gadis utama dalam cerita.
Rika tersenyum dan menghilang. Ria menghela napas lega, setidaknya ia bisa tenang.
Ria berjalan masuk ke kamar dan menuju tempat tidur setelah mengunci pintu balkon kamar.
Ria tertidur dengan lelap, dengan senyum yang ada di bibirnya.
Mulai saat itu Ria memutuskan tidak membaca cerita horor dari penulis yang pernah ia baca bukunya.
Dia akan bertanya kepada orang-orang yang sudah membaca novel horor itu, apakah ada sesuatu yang terjadi kepada nya sesudah membaca novel horor itu.
***
END
__ADS_1