![ANTOLOGI CERPEN [HORROR] !](https://asset.asean.biz.id/antologi-cerpen--horror---.webp)
13 JUNI 2020
KOTAPINANG, SUMATERA UTARA
Konon katanya, bagi mereka yang melihat cermin yang ada di kamar mandi sekolah akan bisa melihat ' mereka'.
Tak sedikit dari mereka yang masuk ke dunia lain dan tak bisa kembali ke dunia nyata sendiri.
Katanya sosok yang ada di cermin itu menangkap mereka dan mengajak mereka di alam sana untuk bersama-sama.
Sosok yang ada di dalam cermin mengajak orang yang melihat cermin itu untuk bermain bersama.
Sosok itu menunjukkan dan menjanjikan harta juga segala kekayaan dunia kepada mereka yang mengikuti sosok itu.
Ada juga siswa yang kembali ke dunia nyata, tapi siswa itu menjadi gila karena menginginkan kekayaan itu.
Hari ini Siska dan Arga akan membuktikan tentang kebenaran cermin itu.
Mereka memasuki kamar mandi di mana cermin itu berada saat pulang sekolah.
Suasana hening menambah kesan seram pada sekolah, apalagi karena sekolah berseberangan dengan kuburan umum di depan sana.
Merek melihat cermin itu bingung. Tak ada yang aneh pada cermin ini, bahkan sosok yang ada di cerita itu tak muncul.
"Gak ada apapun di sini, Ga. Mungkin aja itu cuma mitos atau cerita anak anak lain yang ngarang. Kita pulang aja yuk," ucap Siska kepada Arga.
Arga mengangguk dan mereka berjalan keluar.
__ADS_1
Saat berjalan menuju pintu keluar, ada seseorang yang menghentikan langkah mereka.
"SELAMAT DATANG,"
Suara itu membuat mereka berbalik dan terkejut. Di dalam cermin itu ada seorang wanita dengan menggunakan baju merah yang terlihat elegan sedang tersenyum menatap mereka.
"Siapa dia?" Tanya Siska kepada Arga berbisik.
Raga mengangkat bahunya tak tahu.
"Siapa kau?" Tanya Siska kepada wanita cermin itu.
Wanita itu terkekeh pelan mendengar pertanyaan Siska.
"Tidak mungkin kau tak tahu siapa aku. Kau pasti tahu aku ini siapa dan buktinya kau kemari ingin bertemu dengan ku bukan?" Ucap Wanita itu menatap keduanya bergantian.
Wanita itu benar, mengapa kami datang ke sini kalau bukan ingin bertemu hantu cermin ini.
Melihat keduanya yang diam, Wanita itu tertawa pelan.
"Mari ikut dengan ku, akan ku berikan kekayaan dunia kepada kalian berdua," ucap Wanita itu mengajak Raga dan Siska.
Raga dan Siska tahu apa maksud perkataan wanita cermin itu. Keduanya saling melihat satu sama lain, Siska menggeleng kepada Raga.
"Kami tidak akan mengikuti mu, kami hanya ingin berbicara kepada mu. Jangan mengganggu murid lain, dan jangan mengajak mereka ke dalam dunia mu, " ucap Raga menolak ajakan wanita itu dan menjelaskan maksud kedatangan mereka.
Wanita itu diam lalu tertawa kuat.
__ADS_1
Suara tawa yang kuat dari wanita itu menambah kesan menyeramkan di dalam sana.
"Aku tak pernah mengganggu mereka, dan soal aku mengajak mereka itu memang tujuan ku. Tapi ikut tidak nya mereka ke dalam dunia ku itu terserah mereka, dan mereka semua mau ikut aku ke dunia lain. Apakah itu salah ku?" Tanya Wanita itu kepada keduanya.
"Ya kau benar itu memang kehendak mereka masing-masing, tapi mengapa kau tak mengembalikan mereka ke dunia nyata, mengapa kau menahan mereka di dunia mu? " Ucap Siska kepada Wanita itu.
wanita itu menatap Siska dengan pandangan meremehkan.
"Aku hanya membuat mereka senang, dan jika mereka ingin kembali itu akan terjadi jika mereka dapat memikirkan dunia nyata. Tapi tak ada satu pun dari mereka yang memikirkan dunia nyata. Lihatlah," ucap Wanita itu sambil menunjukkan murid lain yang terjebak dalam dunia lain yang sedang bersenang-senang di sana.
Raga dan Siska meringgis melihat kehidupan di sana, sungguh mengerikan walaupun di limpahi harta berlimpah.
"Apakah kalian ingin ikut dengan ku," ucap Wanita itu kepada keduanya.
Spontan mereka menggeleng dan wanita itu tertawa dengan keras kembali.
"Kalau kalian ingin kekayaan dunia, datanglah ke sini aku akan memberikannya," ucap Wanita itu kepada Raga dan Siska.
"Kami pergi dulu. Ingat jangan pernah menghasut murid lain," ucap Siska menarik Raga pergi menjauh.
"Ya ya ya, tapi aku tak janji," ucap Wanita itu melihat kepergian keduanya.
Senyum sinis muncul di bibirnya dan perlahan dia menghilang menyisahkan teriakan dari dalam cermin.
Ternyata kekayaan dunia yang di janjikan tak seindah itu, akan ada penderitaan untuk kebahagiaan.
****
__ADS_1
END