ANTOLOGI CERPEN [HORROR] !

ANTOLOGI CERPEN [HORROR] !
2 CERITA


__ADS_3

CERITA PERTAMA


DOKTER MISTERIUS


Malam itu aku mengalami kecelakaan dan dibawa oleh beberapa orang yang melihat kejadian tersebut, di antara mereka tak ada satu pun yang aku kenali. Mereka membawaku ke sebuah rumah sakit. Sampainya di rumah sakit, mereka meletakkan tubuhku di atas sebuah tandu yang diiringi oleh tiga orang perawat langsung menuju ke ruang operasi karena kakiku mengalami patah tulang.


Rasa takut datang menghantuiku saat ku lihat seorang dokter masuk ke ruangan itu sambil membawa peralatan operasi. Beberapa menit setelah itu aku ditinggal oleh tiga orang perawat yang mengantarkanku ke ruang operasi tadi. Mereka meninggalkanku bersama seorang dokter yang akan menanganiku. Dokter itu terlihat seram dan menakutkan, segala sesuatu yang dilakukannya di ruangan itu sangat kasar. Dokter itu pun terlihat berbeda dari beberapa dokter yang pernah menanganiku di rumah sakit waktu aku mengalami kecelakaan dulu. Ku lihat dokter itu berjalan menghampiriku dan berdiri tepat di sampingku, lalu ia berbisik di telingaku.


“Kamu tidak akan bisa lolos dariku, kamu adalah korban berikutnya.” bisik dokter itu.


Aku sangat ketakutan mendengar bisikannya itu, lalu dokter itu memukul kakiku yang mengalami patah tulang ini, seketika aku menjerit keras karena tak kuasa menahan rasa sakit yang ku alami. Kemudian dokter itu segera pergi ke luar dari ruangan itu, kelihatannya ia akan mengambil sesuatu. Pikirku dokter itu akan datang dengan membawa sesuatu yang lebih mengerikan. Kesempatan ini tak akan ku sia-siakan, aku mencoba turun dari tempat tidurku sambil merintih kesakitan. Aku berusaha bergerak semampuku dengan memanfaatkan kakiku yang satu lagi menuju ke luar untuk melarikan diri dari dokter itu. Sesampai di luar terdengar suara teriakan dokter itu memanggilku, dengan sekuat tenaga aku berusaha melarikan diri darinya.


Tiba-tiba, “Brrukkk” dokter itu memukul bahuku dari arah belakang dan membuat tubuhku terjatuh tak sadarkan diri. Itulah yang terakhir kali ku ingat, sekarang aku tidak tahu lagi bagaimana persisnya. Apakah aku masih di dunia ini atau telah berada di dunia yang lain.


****


END


CERITA KEDUA


****** COMES TRUE


Tik. tok. tik. tok


Tap.. tap..


Sret… sret..


Suara itulah yang dari tadi mendominasi pendengaranku.

__ADS_1


Aku diberi tugas yang lebih banyak dikarenakan tidak masuk sehari dan membuatku lembur. Aku yakin sekali cuma aku yang masih ada di dalam kantor. Mereka semua pasti sudah terlelap menunggu hari esok, sementara aku masih harus mengerjakan tugas yang diberi bos yang dari tadi aku kerjakan


Tap.. tap.. tap…


Sret.. sret..


Suara itu lagi, suara yang terus membuat jantungku berdesir. Suara langkah kaki seseorang dan suara seperti ada sesuatu yang terseret


Rasanya aku harus cepat keluar dari sini. Satu paragraf lagi dan aku akan dapat keluar dari sini.


“Ng…” aku merentangkan tangan dan melemaskan punggungku.


Menyimpan dokumen yang sudah kukerjakan dan mematikan komputer. Aku sudah bersiap pulang


Kukemaskan barangku di atas meja dan berjalan menuju pintu keluar. Sebelum sampai di pintu keluar, aku melewati jendela dan melihat seseorang berpakaian serba hitam dan tampak memegangi sesuatu yang meninggalkan bekas di setiap lantai. Dengan bentuk seperti itu aku pun bisa menebak apa yang orang itu seret dari tadi


“Mayat!” pekikku


Klik. Orang itu mencoba membuka pintu, tapi untungnya tadi aku telah menguncinya.


Setelah mendengar langkah kakinya menjauh, aku keluar dari persembunyianku dan kagetnya dia ada di depanku sambil memegang sesuatu yang terlihat berkilau, pisau.


“Jangan bunuh aku, aku bahkan tidak mengenalmu” kataku dan langsung berjalan mundur.


Orang itu berjalan ke depan.


“Berhenti!” teriakku putus asa


Orang itu berhenti seketika.

__ADS_1


“Jangan mendekat! Aku tidak melakulan kesalahan apapun!”


“Itu menurutmu, tapi menurutku ada” kata orang itu, wajahnya tidak bisa kulihat maupun kukenali. Menggunakan topi yang hampir menutupi mata dan masker hitam.


“Apa salahku?!”


“Kau telah melihat sesuatu yang seharusnya kau tidak lihat”


Orang itu berlari ke arahku dan menodongkan pisau ke depan


“Aaaaaaaa….”


“Mimpi cuma mimpi” aku berdiri dan berjalan ke toilet membasuh wajahku yang sudah basah akan keringat.


“Fyuh.. untung hanya mimpi” aku keluar dari toilet.


“Mungkin udara sejuk bisa menenangkan pikiranku yang sedang kalut ini”


Sret.. pintu balkon terbuka


Udara sejuk langsung memapar kulitku dalam sekejap. Menghirup udara malam sepuas-puasnya sebelum tidur lagi.


“Hah… kurasa sudah waktunya untuk tidur lagi” kataku sambil menutup pintu balkon.


Seseorang berdiri di balik pohon sambil menyeringai.


“Kau selanjutnya”


*****

__ADS_1


END


__ADS_2