![ANTOLOGI CERPEN [HORROR] !](https://asset.asean.biz.id/antologi-cerpen--horror---.webp)
16 JUNI 2020
KOTAPINANG, SUMATERA UTARA
Dimas merasa ada yang aneh dalam mimpinya. Dia juga merasa aneh dengan sekelilingnya.
Dimas mengeratkan pelukannya pada guling miliknya. Sesuatu yang aneh dapat Dimas rasakan saat ia memeluk guling itu.
Seolah guling itu menjadi kasar dan basah, juga menjadi aneh karena bentuk guling itu bukan lagi seperti biasanya.
Dimas merasa kalau ada yang tidak beres dengan gulingnya itu di tambah dengan ada nya bau busuk yang menyengat di sekelilingnya.
Tak tahan dengan bau itu, Dimas terbangun dan melihat ke sekeliling nya . Tak ada apapun di kamarnya, dia melihat ke arah guling yang ada di kakinya.
Gulingnya biasa saja tak ada yang aneh, tapi mengapa ia tadi merasa kalau gulingnya basah dan kasar.
Tak ingin terlalu larut dalam ketakutan, Dimas melanjutkan tidur nya walaupun rasa gelisah juga risih masih menghantui tidurnya.
...
Dimas bercerita tentang tidurnya kepada Mama dan Papa nya pagi ini.
"Malam tadi sewaktu Dimas tidur, suasana kamar mencekam banget Pa, Ma. Tapi ada yang aneh Ma, Pa, guling yang biasanya Dimas pake kasar banget, seperti lagi megang tanah," ucap Dimas menceritakan kejadian semalam.
"Terus ada bau amis yang menyengat banget. Guling yang Dimas peluk juga aneh, guling itu kasar dan basah. Emangnya guling itu dari mana Ma?" Tanya Dimas kepada sang Mama.
Mama dan Papa saling melirik satu sama lain, mereka bingung untuk menjawab pertanyaan Dimas.
__ADS_1
"Kamu inget dulu sewaktu kamu menangis tengah malam ingin guling?" Tanya Mama kepada Dimas.
Dimas mencoba mengingat tentang hal itu, dia mengangguk ketika sudah mengingat malam di mana ia memaksa Mama nya untuk membawakannya guling.
"Malam itu Mama sama Papa carikan kamu guling yang kamu minta. Di tengah jalan kami lihat ada sesuatu yang berbentuk seperti guling, kami berhenti di sana dan melihat benda itu. Ternyata benda itu guling yang kamu pakai sekarang, itu sebabnya dulu kamu bilang sama Mama dan Papa ' Kenapa gulingnya kotor dan bau'," ucap Mama menjelaskan.
Dimas mengangguk dan mengerti.
"Jadi guling itu mama sama Papa dapat di tengah jalan dekat kuburan?" Tanya Dimas kepada keduanya.
Mama dan Papa mengangguk.
"Dimas pikir kalau itu bukan guling deh Ma, Pa, Mungkin aja itu...," ucap Dimas menggantungkan ucapannya.
Mama sama Papa saling lihat dan mengerutkan dahi mereka.
"Ayo lihat Ma, Pa, kita harus periksa itu beneran guling atau bukan," ucap Dimas menarik sang Mama juga Papa ke dalam kamar nya.
....
Kamar itu sangat gelap, dan jangan lupakan bau amis yang muncul saat mereka membuka pintu kamar.
Dimas menghidupkan lampu kamar dan berjalan menuju tempat tidur nya.
Dia memeriksa guling miliknya, tak ada yang aneh pada guling itu. Dia sama hal nya seperti guling lain.
"Gulingnya biasa saja Pa, Ma," ucap Dimas menghampiri keduanya yang ada di depan pintu kamar.
__ADS_1
"Tapi kok ada bau amis sewaktu kita masuk tadi?" Tanya Mama kepada Dimas.
Dimas mengangkat kedua bahunya menandakan bahwa ia tak tahu.
Dimas mematikan lampu kamar lagi dan ya, bau itu tercium lagi. Bahkan guling yang ada di tempat tidurnya lebih panjang dari guling biasanya.
"Ma,Pa, Dimas rasa itu bukan guling deh," ucap Dimas mulai takut.
"Kamu jangan bicara aneh-aneh deh, gak mungkin kan itu pocong, " ucap Mama yang mulai takut karena perkataan Dimas.
Mereka memperhatikan guling itu, seolah ada nyawa nya, guling itu berdiri dan berlompat seperti pocong!!
Mereka bertiga terkejut dan takut di saat bersamaan. Mereka salah mengira kalau guling itu hanya guling biasa.
Dimas langsung menghidupkan lampu dan pocong itu berubah menjadi guling kembali dan tergeletak di atas lantai.
"Kita harus kembalikan guling ini ke tempat di mana Mama sama Papa membawanya, " ucap Dimas memungut guling itu.
Keduanya mengangguk dan mereka menuju tempat di mana mereka menemukan guling itu.
Sesampainya di sana, ketiganya turun dan langsung meletakkan guling itu di tempat sama seperti dulu.
Mereka langsung berlari masuk ke mobil dan pergi meninggalkan tempat itu juga guling itu di sana.
Dimas menoleh ke belakang dan guling itu berubah menjadi sosok hantu pocong yang menyeramkan.
Mulai saat itu mereka tak lagi berani mengambil barang yang bukan milik mereka juga barang yang tergeletak sembarangan.
__ADS_1
****
END