ARISTOKRAT

ARISTOKRAT
DISGUISE 2


__ADS_3

Robi yang baru saja menikmati secangkir kopi di dapur, kembali ke ruangan nya, dengan di iringi Nova yang hendak memberi kabar tentang pemecatan Tiara, ketika dia sudah mau duduk di kursi kebesaran nya, dia melihat ada sebuah kaca yang ukuran nya lumayan besar terpampang di dekat nya, melihat kaca itu dia teringat tentang ucapan Tiara yang mengatakan jika anak Presdir itu jelek,


Dia yang sudah percaya Diri dengan penampilan nya, secara tiba tiba mendekatkan diri nya ke kaca besar itu, sembari memasang beberapa ekspresi,


" Nova, apa Aku jelek?" dia melihat bayangan nya sendiri yang memantul di kaca, dia membetulkan rambut dan dasi nya, entah mengapa ucapan Tiara terus terngiang ngiang di pikiran nya, Nova yang melihat kejadian langka itu, tersenyum kecil di buat nya, tumben tumbenan seorang Robi yang selama ini sangat percaya diri dengan penampilan nya, tiba tiba harus melihat pantulan diri nya sendiri di cermin, dengan wajah yang sedikit putus asa?


" siapa yang bilang tuan Robi jelek? Wanita mana yang tidak tergoda dengan Ketampanan tuan Robi!" Nova menghibur hati Robi dengan pujian pujian nya, tapi kenyataan nya, seorang Robi ini memang ganteng nya maksimal, postur tubuh nya tinggi dan tegap, seperti model model yang ada di majalah fashion pada umum nya, meskipun Tuan Haris selaku Ayah nya itu tak setampan dan tak setinggi diri nya, darah blasteran dari Ibu nya lah, yang membuat Robi ganteng nya paripurna,


" Nova, apa Aku akan sulit mendapat jodoh?" sekali lagi Nova di hadap kan dengan pertanyaan yang cukup aneh dari mulut Robi, tak biasa nya laki laki yang ada di hadapan nya ini seperti ini, jangan kan ngomongin jodoh, melirik perempuan perempuan cantik yang ada di sini saja dia belum pernah,


" i, itu, itu!" Nova bingung mau menjawab apa.


Robi memandang Nova dengan sorot matanya yang tajam, Nova mundur satu langkah di buat nya, laki laki di depan nya itu terbilang galak jika dengan karyawan yang pekerjaan nya di nilai kurang memuaskan, apa lagi tak mampu menjawab pertanyaan demi pertanyaan nya.


" apa Aku gak bakal menemukan jodoh di luaran sana Nova?" Robi kembali bertanya dengan tatapan yang mengintimidasi


" mu,mungkin tidak di luaran sana, tapi barang kali jodoh tuan ada disini!" beruntung Nova cukup cerdas dalam menjawab pertanyaan itu,


Robi sedikit puas dengan jawaban Nova, jika dipikir pikir memang betul apa yang di ucapkan Nova, tapi prihal jodoh, Robi sebenar nya tidak memikirkan nya, sebab memang saat ini hatinya sudah terkunci untuk urusan asmara, dia sudah berjanji dengan diri nya sendiri, untuk fokus dengan karir dan membanggakan diri di hadapan ibu nya.


" ada apa kau kemari Nova?" tanya Robi, yang sudah kembali ke kursi kebesaran nya,

__ADS_1


" tentang pemecatan pelayan baru itu tuan, saya sudah memecat nya sesuai instruksi tuan dan memberi nya pesangon seperti apa yang anda perintah kan!" ucap Nova, Robi menghela nafas panjang nya, entah kenapa pelukan Tiara seperti masih membekas di tubuh dan ingatan nya,


" kamu panggil kembali dia untuk bekerja di divisi kantor pusat dan apartemen ku, suruh dia mengurus semua kepentingan ku, tapi ingat jangan bilang kalau Aku adalah Presdir baru di sini, berpura pura lah kalau Aku adalah asisten Presdir!" Robi seperti nya sangat tertarik dengan Tiara, pria kaku itu merasa ingin mengetahui semua tentang Tiara lebih jauh dengan memindahkan Tiara ke kantor pusat sebab tidak menutup kemungkinan Robi akan setiap hari berada disana, jika Tiara kembali di sini, Robi tidak akan leluasa mengawasi nya, sebab dia hanya sesekali saja mengunjungi hotel ini.


Perusahaan Tuan Haris tidak hanya di bidang perhotelan, namun ada banyak perusahaan yang di dirikan oleh keluarga kaya raya ini, termasuk dalam bidang property dan sebagai nya, hal itu yang membuat Robi tidak melulu stay di hotel, dia lebih banyak menghabiskan waktu di kantor pusat, di sana dia terkenal sebagai pemimpin yang kejam dan otoriter kepada semua karyawan, wajah nya yang jarang tersenyum, membuat semua karyawan yang berpapasan dengan nya merasa takut di buat nya,


" kenapa anda secepat itu berubah pikiran?" tanya Nova,


" sudahlah, lakukan saja perintah Ku!" ucap Robi,


" baik Tuan, akan saya hubungi dia lagi!" Nova pun beranjak pergi dari ruangan itu,untuk segera memberi kabar gembira ini kepada Tiara.


" Halo, selamat siang!" ucap Tiara.


" halo, selamat siang Tiara, ini dari hotel Diamond sea, jadi Tuan Haris memintamu untuk kembali bekerja besok, harap kamu datang kesini besok ya!" suara Nova terdengar sangat merdu di telpon itu, dan ini adalah suara Ter merdu yang pernah dia dengar, sebab suara itu telah memberikan berita yang benar benar membuat nya bahagia.


" ba,baik pak!" saking senang nya, dia tak mampu berkata kata lagi.


" terima kasih tuhan!' dia terlampau bahagia, sampai sampai dia bersujud di atas jalanan aspal yang dia lewati itu, Akhirnya dia tidak jadi pengangguran, mungkin ini semua karena campur tangan Doni selaku asisten baru Tuan Haris, dia harus berterima kasih besok kepada nya,


***

__ADS_1


Pagi ini, dengan dandanan yang rapi, Tiara bersiap berangkat ke hotel dengan semangat yang baru,


" Ibuk, do'ain Tiara ya! Semoga Tiara semakin sukses kedepannya!" gadis manis itu tersenyum sembari mencium tangan ibu nya yang kini tengah duduk di kursi roda itu, ibu nya mengalami stroke beberapa tahun yang lalu, saat mendengar suami nya mati bunuh diri dengan melompat ke sungai besar yang kebetulan arus nya sangat deras,


Sejak saat itu, kehidupan Tiara yang serba berkecukupan, kini harus bersusah payah mencari pekerjaan, di tambah lagi, dia tidak bisa melanjutkan ke jenjang perkuliahan karena harus bekerja dan merawat ibu nya di rumah,namun Tiara tidak pernah mengeluh, hanya saja dia sangat benci dengan orang orang kaya yang sombong terutama yang sudah menghancurkan hidup nya sampai seperti ini.


Tiara menciumi ibu nya dan menitip kan nya kepada tetangga yang sudah seperti saudara nya sendiri.


" Tante, Tiara titip ibuk ya, Tiara mau berangkat kerja!" ucap Tiara yang sudah berdandan rapi itu


" iya, kamu kalau kerja hati hati y!! Apa perlu Ari yang mengantar kamu?" ucap Tante Mela, yang sudah sangat baik kepada keluarga nya,


" nggak usah tante, Tiara bisa berangkat sendiri!" ucap Tiara sembari mencium tangan Tante Mela, dari dalam rumah Tante Mela, terdengar Ari yang menyahuti pembicaraan mereka


" klo butuh bantuan Aku siap antar kamu Ra!" teriak Ari yang sedang menikmati sarapan nya.


Ari adalah sahabat Tiara sejak kecil, karena sering nya mereka bertemu, dan saking dekat nya Tiara dengan keluarga Tante Mela, sehingga lambat laun mereka menjadi akrab, kini Ari sedang menempuh pendidikan nya di sebuah kampus ternama yang ada di kota itu, berkat kepandaian nya, dia mampu mendapatkan beasiswa di kampus ternama itu.


" nggak usah Ar, Aku bisa berangkat sendiri, terimakasih tawaran nya!" teriak Tiara,


" Tiara berangkat dulu ya Tante!" sembari melambaikan tangan nya, Tiara bersiap untuk berangkat menuju Hotel Diamond sea yang sudah membuat nya sangat kesal kemarin.

__ADS_1


__ADS_2