
Cinta itu yang merobohkan keangkuhan, cinta itu juga yang mengalahkan keegoisan,
***
" Kenapa Lo jalan kayak orang pincang sih Beb?" tanya Ani yang sudah menunggu Bebi di depan rumah mewah nya, sudah menjadi rutinitas gadis 16 tahun itu untuk datang ke rumah Bebi sebelum berangkat sekolah, tujuan nya sih cuma satu, yaitu NEBENG, lumayan untuk menghemat uang jajan nya yang tidak seberapa itu.
" ya ini, gara gara pesta sialan tadi malem itu, pelayan nyebelin yang nabrak badan gue Sampek Handphone gue jatuh terus lecet kayak gini!" Bebi yang berjalan dari kamar, yang ada di lantai dua rumah nya, menunjukan HP keluaran terbaru yang lecet itu ke pada sahabat nya yang lebih sering menjadi parasit itu.
" waduh, gak bisa di biarkan ini, Lo harus beli yang baru, ya kali, seorang Bebi putri pejabat konglomerat di negri ini, musti pakek HP yang sudah lecet lecet kayak gini" sembari mengambil HP keluaran terbaru itu dari tangan Bebi, dengan mata yang melotot, dan mulut nya yang sedikit terbuka dia benar benar terkesima oleh HP super mahal yang ada di tangan nya tersebut. Sebenarnya kerusakan Hand phone itu tak begitu signifikan, hanya ada sedikit lecet di bagian pojok kiri bawah layar nya,
Bebi, memicingkan bibir nya, tangan nya bersedekap melihat ekspresi sahabat nya itu saat memegang HP nya,
" udah ambil aja ambil!" Bebi tau betul sifat sahabat nya itu, yang lebih banyak menjadi parasit dari pada menguntungkan diri nya,
Tapi dia sangat menyayangi sahabat nya itu, sebab hanya Ani yang paling mengerti keadaan nya dibanding kan dengan teman teman nya yang lain,
" wo wo wo,, serius Beb?" dia kembali membulat kan matanya, tak percaya dengan apa yang di ucapkan Bebi,
" iya, serius lah, gak percaya amat sama gue, biasanya juga gitu kan?" Bebi memutar badan nya membelakangi Ani, dan beranjak masuk ke dalam mobil mewah nya,
" makasih Bebi,!" Ani memeluk tubuh sahabat nya itu dari belakang.
__ADS_1
" ih, apaan sih geli tau!" Bebi melepaskan tangan Ani, yang mengikat di tubuh nya itu,
" naik nggak Lo?"
" ya naik lah, masak gue Lo tinggal gitu aj?" Ani segera ikut naik untuk masuk kedalam mobil mewah itu, kemudian sopir yang sudah menunggu mereka sedari tadi menyalakan mesin mobil untuk bersiap berangkat menuju sekolah mereka,
Bebi adalah anak tunggal dari seorang pejabat negara sekaligus konglomerat yang kekayaan nya tidak akan habis 7 turunan, perempuan itu cantik, pandai merawat diri, kedua orang tua nya sudah terbiasa memanjakannya sejak kecil, apapun yang di inginkan oleh Bebi, selalu mereka turuti, dan wajib ada, jika tidak, Bebi tidak segan segan mengurung diri nya di dalam kamar selama berminggu Minggu, hal itu yang membuat mereka takut terjadi apa apa dengan anak kesayangan nya itu,
" sumpah ya An, perasaan gue masih kesel bnget sama pelayan hotel itu, Lo lihat kaki gue,!" Ani melirik kaki Bebi, dia sama sekali tidak melihat apa apa di kakinya, apa lagi bekas luka yang di keluhkan nya.
" ya ampun Bebi, kamu harus mendapatkan penanganan khusus, jika dibiarkan bekas lukamu nanti bakalan menjalar sampai ke ujung kaki kamu,!" Ani yang memang pandai berimprovisasi, bergidik ngeri melihat kaki Bebi itu,
" apa? Kamu serius An? Gak bohong kan?" Bebi yang manja dan polos itu, mudah sekali percaya dengan kebohongan Ani.
" emang nya kaki nya kenapa An?" wajah nya semakin panik,
" gara gara jatuh di kasur, Sampek luka parah, saking parah nya dia dapat perawatan khusus, khusus tanpa di rawat maksud nya!" Ani tertawa cekikikan, namun Bebi, menatap wajah nya dengan tajam,tangan nya bersedekap dengan sebelah alis nya yang terangkat.
melihat Bebi yang tampak marah, Ani menghentikan tertawanya.
" nggak lucu ya Beb?" dia menyeringai,
" garing!" Bebi menyandarkan kepalanya di kursi mobi mewah itu, kemudian memalingkan mukanya ke arah jendela mobil,
__ADS_1
" habis nya, gue nggak lihat kaki Lo lecet sama sekali Beb!" ujar Ani.
Ani memang benar, Bebi hanya terlalu berlebihan, sampai sampai harus menyeret kakinya untuk berjalan dengan luka yang hampir tak terlihat sama sekali itu, tapi pada dasar nya memang Bebi anak yang super super manja dan keras kepala.
" emang mata Lo aja yang rusak!" mata besar nya melototi Ani dengan penuh emosi. melihat hal itu, sedikit demi sedikit Ani memundurkan badan nya, sembari memutar otak untuk bisa kembali merayu Bebi.
" astaga, lihat itu, ada memar di kaki Lo Beb!" teriak Ani, dia menunjuk sebuah lingkaran kecil yang sedikit kebiruan di pergelangan kaki Bebi, dia menghela kan nafas pajang, merasa terselamatkan oleh lingkaran kecil itu.
" tuh kan gue bilang apa? kaki gue sakit banget!" Bebi kembali ke mode manja nya, Ani hanya bisa menahan tawa melihat kelakuan Bebi yang super super manja itu.
" aduh,, kasian banget temen ku yang satu ini!" Ani meng elus elus pergelangan kaki Bebi yang sedikit memar tadi, berharap emosi Bebi sedikit mereda,
****
Jarak sekolah Bebi memang sedikit jauh dari rumah nya, butuh 2 kali oper bus kota untuk bisa sampai kesana, sekolah yang di khususkan untuk para kaum elite, hampir tidak ada satu pun dari mereka yang bukan dari kalangan orang kaya berani mendaftarkan diri untuk bisa sekolah disana, kecuali Ani, yang sudah menjadi sahabat Bebi sejak masih duduk di bangku TK, kalau saja dulu Ani tidak pernah menolong Bebi yang di kejar kejar angsa, mungkin Ani tidak akan pernah merasakan bagaimana nikmat nya bersekolah di High Internasional School, yang menjadi sekolahan Favorite, dan tujuan utama para kaum berduit untuk menyekolahkan anak nya disana, beruntung memang nasib Ani, berkat kebaikan hati Bapak Handoko lah, selaku Ayah dari Bebi yang membuat Ani bisa merasakan bagaimana rasanya bersekolah di tempat yang sama dengan Bebi,bagai mana tidak? sejak kejadian itu, Bebi selalu mencari Ani, kemana mana mereka harus selalu berdua, hingga saat ini, persahabatan mereka masih terjalin dengan baik, meskipun Ani lebih sering menjadi parasite dalam persahabatan mereka itu, yang selalu memanfaatkan kebaikan keluarga itu, demi kepentingan nya sendiri, namun Bebi tak pernah mempermasalahkan nya, selagi itu tidak merugikan dirinya dan keluarga nya,
Mobil yang mereka tumpangi melaju dengan lancar di jalanan kota itu, membuat mereka sampai di sekolah tepat waktu,sopir memarkirkan mobil mereka tepat didepan pintu gerbang sekolah, kebetulan subuh tadi, hujan turun dengan deras, membuat seluruh jalanan aspal yang ada disana basah oleh air hujan, sebagian membentuk genangan genangan di jalanan yang memang tidak rata itu.
" ieuh, becek semua!" Bebi memang benci melihat genangan genangan air hujan yang jelas membuat sepatu nya basah dan meninggalkan jejak lumpur yang menempel di sepatunya itu, Bebi yang biasa hidup super duper bersih, sangat tidak nyaman dengan keadaan itu.
Sopir membukakan pintu untuk Bebi, dia tahu betul Bebi akan membenci keadaan aspal yang basah itu, dia berinisiatif memberikan alas berupa koran koran yang dia jajar diatas aspal, agar sepatu Bebi yang mahal itu,tidak menyentuh langsung aspal yang basah oleh air hujan itu,
" silahkan Nona,!" sopir mempersilakan Bebi untuk turun dari mobil mewah nya, bak putri kerajaan yang turun dari kereta kencana, ia mengeluarkan kaki jenjang nya untuk bersiap turun dari mobil yang di tumpangi nya itu, saat dia sudah benar benar menginjakan kaki nya di atas alas koran tadi, dari kejauhan dia melihat seorang murid laki laki dengan membawa sepeda goes, dari arah yang berlawanan dengan posisi tempat nya berdiri saat ini, siswa laki laki itu menggoes sepedanya dengan kecepatan tinggi tanpa melihat sedikit pun ke arah Bebi,lantaran jarak nya sangat dekat dengan posisi Bebi berdiri tanpa sengaja handel stir nya menyenggol tubuh Bebi yang baru saja turun dari mobil itu saat dia hendak berbelok ke arah pintu gerbang sekolah, sontak tubuh Bebi yang kecil itu, jatuh terpelanting di atas genangan air bercampur lumpur yang ada di kubangan dekat dia berdiri tadi, baju hingga wajah Bebi yang sudah full make up itu, kini di penuhi oleh lumpur bercampur air yang benar benar merusak penampilan maksimal.
__ADS_1
" ih,, sialan!" dia berteriak geram, namun siswa laki laki tadi tidak menghiraukan Bebi sama sekali, dia meneruskan aktivitas nya, untuk memarkirkan sepeda yang di naikinya itu, di antara barisan mobil mobil mewah yang terparkir rapi di area parkiran sekolahan elite tersebut.