
" jadi namanya Dirga?" Bebi bergumam sendiri, kali ini dia tak fokus dengan dua sahabat nya yang sedang asik bercanda,
kemudian dia segera beranjak dari tempat duduk nya, dan kembali mencari Dirga, dia sangat berharap bisa bertemu dengan laki laki yang membuat nya kesal itu, di dalam hati nya, ingin sekali dia memukul mukul wajah laki laki menyebalkan itu untuk meluapkan semua amarah nya, atas penghinaan yang sudah dia lakukan kepada nya.
Dia berjalan dengan pandangan kosong, entah kenapa di otak nya saat ini hanya dipenuhi dengan wajah Dirga yang terus menerus menjadi titik fokus nya, tanpa dia sadari, tubuh nya menabrak seorang siswi berkacamata yang sedang membawa nampan berisi bakso dan vanila cofee untuk menu sarapan nya pagi ini.
Brukk
sontak semua yang ada di sana terdiam, termasuk Cika dan Ani yang baru saja bersusah payah membersihkan seragam Bebi dari lumpur,
Apa iya? Ani harus kembali berlari larian membelikan seragam baru lagi untuk Bebi?
" maaf, maaf Aku nggak sengaja!" ucap perempuan berkacamata itu,
" aaahhhhhh,,,!" Bebi hanya berteriak kesal, kenapa hari ini dia apes sekali? Baru saja menginjakan kaki di sekolah, ada saja masalah yang menimpa nya.
" maaf kak,!" perempuan itu terlihat ketakutan, dia berusaha membersihkan baju Bebi yang kotor akibat tumpahan kuah bakso dan cofee vanilla yang di bawa nya itu.
" dasar cewek culun sialan, gue nggak terima, Lo harus menanggung akibat nya!" dia mengangkat tangan nya, seraya mengambil gelas cofee vanila yang tersisa untuk di siramkan nya ke kepala gadis berkaca mata yang ada di hadapan nya itu,
namun, sebelum cofee itu benar benar mendarat di kepala gadis berkacamata itu, sebuah tangan yang jauh lebih besar dari tangan nya, secara tiba tiba menghentikan aksi nya, Bebi yang sudah naik pitam, melihat siapa pemilik tangan itu, betapa terkejut nya ia, saat mendapati seorang siswa laki laki yang jauh lebih tinggi dari nya, sedang berkedip di hadapan nya, dia tau betul wajah itu, wajah yang sudah menjadi titik fokus nya sejak pagi ini.
" jangan kau sentuh dia dengan tangan kotor mu ini!" laki laki itu benar benar angkuh, dia tidak tahu siapa Bebi sebenar nya? dia tidak tahu apa akibat yang di timbulkan setelah menghina Bebi seperti ini.
__ADS_1
" apa Lo bilang? Gadis ini tidak jauh lebih berharga dari tangan gue!" teriak Bebi, matanya sudah memerah dia hampir menangis atas ucapan yang keluar dari mulut laki laki itu.
" iya, dia lebih berharga dari pada kamu,!" laki laki itu masih memegang tangan Bebi, dia menatap Bebi dengan sorot mata nya yang tajam.
"Lo tau? Sedang berhadapan sama siapa?" Bebi mulai mengeluarkan jurus andalan nya.
" bukan urusan ku untuk mengetahui siapa dirimu yang sebenar nya, yang jelas, sekolahan ini di khususkan untuk siswa siswi yang berprestasi karena usaha nya sendiri, bukan siswa siswi yang berprestasi lewat jalur orang tua!" laki laki itu melepaskan tangan Bebi dengan keras, kemudian merangkul gadis berkaca mata itu seraya mengajak nya pergi,
" hey, Lo bakal tau akibat nya, kalo udah berurusan sama gue!" teriak Bebi, namun Dirga tidak mempedulikan nya, dia sama sekali tak gentar dengan ancaman Bebi, tanpa menoleh, dia membawa gadis itu pergi dari hadapan Bebi.
" ihh,, nyebelin!" teriaknya, Cika dan Ani hanya terperangah melihat kejadian tersebut, dia tak mampu berbuat apa apa, yang ada di pikiran mereka, hanya seragam Bebi, yang pasti bakalan merepotkan nya lagi.
" Ani, belikan gue seragam lagi!" teriak Bebi sembari berjalan menuju toilet untuk kedua kali nya, Ani menghela nafas panjang.
" ya, itu sih derita Lo!" Cika meledek Ani yang sudah kesekian kali nya bolak balik ke ruang guru, jarak antara gedung satu dan gedung dua terlampau jauh, Ani harus berlari untuk sampai tepat waktu,
Di dalam toilet, Bebi menangis sesenggukan, baru kali ini dia mendapatkan momen yang benar benar tidak pernah ada di kamus Bebi yang tidak boleh ada satu pun yang menghina nya kecuali dia yang menghina orang tersebut.
" sumpah ya, dia nyebelin banget, wajah nya memang ganteng, tapi hati nya kayak siluman!" ucap nya yang meringkuk di pojokan toilet,Cika hanya tersenyum kecil mendengar ucapan Bebi itu, bukan kah selama ini dia yang bertindak seperti itu? Wajah nya yang cantik tak mencerminkan hati nya, bahkan mulut nya jauh lebih kejam di banding laki laki yang sudah melukai hati nya tadi.
" sabar Bebi, nanti dia bakal dapat balasan nya sendiri!" Cika mencoba menenangkan perasaan sahabat nya itu.
" yang paling gue kesel, dia bilang gue cuma berprestasi lewat jalur orang tua!" ucap nya, masih dalam keadaan menangis sesenggukan,
__ADS_1
bukan kah dia memang tidak berprestasi? Sepanjang hidup nya, hanya di isi dengan berfoya foya, menikmati hasil kerja keras orang tua nya? Dia tak sedikitpun mempunyai bakat, hanya saja dengan wajah cantik nya, dia mampu menarik jutaan followers di IG nya, mungkin itu saja sedikit kelebihan dari Bebi, menghasilkan uang dari endrose dari beberapa brand kecantikan.
" ya, Lo harus tunjukin ke dia klo Lo punya prestasi yang baik di sekolah ini!" ucap Cika.
Bebi mulai menghentikan Isak tangis nya, saat Ani sudah datang membawa seragam baru untuk kedua kali nya buat Bebi.
***
Sepanjang pelajaran Bebi memikirkan ucapan Dirga tentang prestasi jalur orang tua nya, akhir nya dia menyadari tentang satu hal, bahwasanya diri nya harus berubah menjadi siswi teladan yang mempunyai sumbangsih besar di sekolahan itu tanpa embel embel orang tua di dalam nya.
Setelah beberapa lama berkutat dengan pelajaran, akhir nya bel waktu istirahat berbunyi,
di perjalan Bebi menuju kantin, tanpa sengaja dia melihat Dirga yang duduk di taman sembari membaca buku yang di bawanya kemana mana, entah kenapa sejak kejadian itu, pandangan nya selalu fokus kepada Dirga, rasa benci itu semakin membuat nya ingin terus mencari keberadaan Dirga, hari ini Bebi bersikap tidak seperti biasanya, dia lebih pendiam dan tidak lagi seaktif kemarin untuk mem bully siswa siswi yang terlihat jelek di matanya, dia hanya berfokus pada Dirga beserta ucapan ucapan yang sudah sangat melukai hati nya.
Saat dia sedang fokus menatap Dirga dari kejauhan, tiba tiba gadis berkacamata tadi datang menghampiri Dirga dan duduk tepat di samping nya. Dirga yang pendiam itu tampak menyambut kedatangan gadis tadi dengan ramah.
" jadi dia pacar nya?" gumam Bebi.
" pacar siapa Beb?" tanya Ani yang sedang sibuk dengan HP nya.
" udah lah, lupakan gak penting juga!" ucap Bebi, kemudian beranjak dari sana, untuk pergi ke kantin bersama dua sahabat nya itu, semua yang ada di kantin sana, sudah tau, dimana Bebi harus duduk, membuat mereka yang tak sengaja menempati meja Bebi, pindah ke meja lain tanpa di minta nya.
" kenapa kalian pada pindah? Duduk aja!" Bebi benar benar berubah, semua yang ada di sana merasa tidak percaya dengan perubahan Bebi,
__ADS_1
"haaa!" Cika dan Ani saling pandang dengan wajah yang sama sama terkejut nya.