
Jangan pernah takut dengan kegagalan, bukankah sesuatu yang sempurna itu ber awal dari kegagalan?
***
Laras merebahkan tubuhnya diatas kasur, dia merasa capek dengan kegiatan nya yang padat hari ini, ditambah lagi dengan tidak hadir nya Yuni dalam acara tadi malam, terpaksa dia harus menghandle jalan nya acara dari awal hingga selesai, dia menatap jam dinding yang ada di kamar nya, waktu sudah menunjukan angka 1:30 AM, namun matanya masih sulit untuk terpejam, dengan menahan rasa perih di perut nya, seperti nya hari ini dia benar benar melupakan makanan nya sejak siang tadi, yang seharusnya menjadi komoditi utama untuk kembali membangun energi,dia hanya meminum air putih yang di berikan oleh Jaka kepada nya, dia mulai mengambil obat maag ada di dalam tas nya, sembari mengingat tentang Jaka, kenapa dia lupa sama sekali jika ada karyawan yang bernama Jaka sejak setahun terakhir ini,
Seusai meminum obat lambung tadi, dia mencari cari Hp nya yang di taruh nya di tas sedari tadi, dia benar benar tidak sempat melihat HP sama sekali hari ini, beberapa panggilan tak terjawab dari kolega kolega bisnisnya atau pun dari costumer tidak bisa dia angkat,
dan beberapa chat yang menumpuk tak sempat dia balas satu persatu, dan baru kali ini dia sempat membalas nya, Setelah dia membalas chat dari costumers dan rekan rekan bisnis nya, dia menyempatkan diri untuk membuka status dari teman teman nya yang di anggap penting, tak terkecuali Yuni,
mata Laras tertuju pada tulisan Yuni yang di Eja dengan Huruf kapital di setiap kalimat nya,
TERNYATA PATAH HATI ITU SAKIT
Seketika Laras tertawa melihat status galau dari sahabat sekaligus orang kepercayaan nya itu.
" ya ampun, dasar nih anak ya? Tahun berapa ini masih aja galau? Bilang nya ngerawat ibu nya yang sakit, gak tau nya hati nya yang sakit!" Laras bergumam sendiri di kamar nya, sebelum akhir nya memejamkan mata nya untuk mensyukuri nikmat Tuhan berupa rasa kantuk tersebut. Seandainya manusia tidak di anugerahi rasa kantuk, mungkin manusia tidak akan berkembang sebegitu rupa, sel sel di tubuh nya akan sulit untuk memperbarui kerusakan kerusakan yang diakibatkan aktifitas sehari sehari.
***
Pagi mulai menyingsing, langit yang sebelum nya gelap gulita, kini menunjukan warna biru cerah dengan awan awan yang menghiasi wajah nya, Laras kembali berangkat ke kantor nya, setelah cukup puas dengan tidur nya yang hanya 3 jam itu, seperti biasa nya, dia selalu berangkat lebih awal di banding karyawan karyawan nya, kebetulan hari ini dia mendatangi kantor anak cabang yang di pimpin langsung oleh Yuni. Waktu sudah menunjukan pukul 8 pagi, Laras yang kembali segar setelah berolahraga duduk di meja nya dengan membuka laptop untuk melanjutkan kerja nya, dia melihat Yuni yang datang sedikit terlambat dari diri nya, dengan mata yang sembab membentuk kantong di bagian bawah nya.
Laras pura pura tidak melihat Yuni yang terlihat sedikit berantakan itu.
__ADS_1
" aduh, ada apa nih? Pagi pagi udah ketawa aja?" Laras menyindir Yuni dengan sarkas nya.
" ketawa? Mata kau rusak? emang wajah ku kelihatan ketawa?" Yuni tau Laras sedang menyindir nya, karena sudah membaca status galau nya tadi malam.
" lagian sih, siapa suruh berbohong? Katanya merawat ibu nya yang sakit, eh ternyata merawat hati nya yang sedang sakit!" Laras kembali menyindir Yuni sembari tertawa melihat sahabat nya itu yang sedang galau.
" ih, diem gak mulut kau?" yuni melempar sebuah majalah ke arah Laras, dengan sigap Laras menangkap nya.
" nggak kena!" Laras terus meledek nya,
Yuni menenggelamkan wajah nya di sela-sela tanganya yang dia tekuk di atas meja, sembari menangis sesenggukan
" ada apa sih Yun? Cerita dong sama Aku, kita kan sudah bersahabat cukup lama!" Laras mendatangi meja kerja Yuni, sembari mengelus elus punggung sahabat nya itu.
" hatiku sakit banget Ras!" Yuni mendongakkan kepalanya dan menenggelamkan nya di dada sahabat nya itu, sementara Laras memeluk sahabat nya itu sembari mengelus rambut panjang nya,
" sama karyawan yang ada di sini juga, memang sih dia office boy, tapi gue bener bener jatuh cinta dengan nya, dia orang baik banget Ras!" Yuni terus menerus menangis, hingga air mata nya membasahi baju yang di kenakan Laras,
" kamu di tolak?" tanya Laras penasaran
" enggak Ras!"
" terus apa yang membuat mu patah?"
" dia, dia sudah berkeluarga!" Yuni menangis semakin kencang,
__ADS_1
" kamu tau dari mana?" Laras kembali bertanya, dia sangat kasihan melihat Yuni yang sedang di selimuti rasa sedih itu,
" kemarin Aku lihat dia sedang mengantarkan anak kecil ke sekolah, udah gitu wajah nya sangat mirip dengan nya lagi!"
Yuni masih terus menangis, Laras menenangkan Yuni agar tidak terlarut dalam kesedihan, padahal dirinya sendiri juga tidak mampu berdamai dengan masa lalu nya, tapi kali ini dia cukup bijak untuk memberikan saran ke sahabat nya itu.
" Yun, lupakan saja apa yang harus di lupakan, toh kamu juga tidak mungkin kan? Menjalin hubungan dengan laki laki yang sudah punya istri?" ucap Laras.
" tapi Aku, benar benar di buat jatuh cinta oleh nya Ras, senyuman nya, perhatian nya, semua yang ada di diri nya Aku benar benar suka!"
" lambat Laun kau akan melupakan nya Yun, mungkin awal nya saja sakit, tapi lam lama kau juga akan sadar, jika dunia masih akan tetap berjalan, meskipun tanpa dia, kalo boleh tau? Apa Aku boleh melihat Foto nya? Barang kali Aku kenal?" ucap Laras,
Yuni mengambil Hand phone yang masih ada di dalam tas nya, kemudian mulai scroll scroll galeri, mencari cari Foto pria yang sudah membuat nya sangat jatuh cinta tersebut, setelah beberapa lama Laras menunggu, Akhirnya Yuni menemukan foto Pria tersebut yang sedang tersenyum dengan menggunakan kaos hitam, kaos yang sengaja di cetak Laras untuk Tim lapangan nya,
Laras memperhatikan Foto itu dengan seksama, setelah beberapa menit mengingat, dia baru menyadari jika foto laki laki yang menggunakan kaos hitam itu adalah Jaka, karyawan yang membantu nya membereskan barang barang yang jatuh berceceran di lobi hotel Diamond Sea tadi malam,
" oh, jadi dia orang nya!" teriak Yuni, yang membuat semua pekerja yang sudah datang ke kantor itu secara spontan melihat ke arah nya,
" ssssttt,jangan kenceng kenceng suaran nya, nanti orang orang pada kepo!"
Yuni membungkam mulut Laras, Laras pun tertawa terbahak bahak,
" jadi kamu malu? Kalau harus suka sama office boy?" Laras terus meledek Yuni,
" nggak malu sih, lebih malu nya, Aku jatuh cinta sama orang yang sudah punya istri!" tutur Yuni,
__ADS_1
" iya juga ya!" Laras membenarkan ucapan Yuni itu.
Tak lama kemudian Jaka datang ke kantor dengan menggunakan motor Vespa klasik 2 tak nya.