ARISTOKRAT

ARISTOKRAT
AUTOPHILE 2


__ADS_3

Bebi yang sudah sangat geram dengan siswa laki laki yang sudah menyenggol tubuh nya hingga terpental itu, dia berteriak teriak histeris memaki maki siswa tadi dengan umpatan kasar,


" Nona, apa anda tidak apa apa?" Si sopir yang sudah susah payah membuat majikan nya itu senang, kini merasa panik dengan kejadian itu, bisa bisa dia akan kena imbas dari kejadian ini, dia takut Bebi akan meminta kepada orang tua nya untuk segera memecat nya, lantaran tidak becus mencari tempat parkir yang bagus buat anak kesayangan mereka itu.


" ini semua gara gara elo, gak bisa cari tempat parkir yang bener!" sesuai dugaan, Bebi pasti akan mengucapkan kalimat itu, dia mengumpat kasar kepada sopir yang sudah kerja 5 tahun lama nya bekerja di rumah keluarga Pak Handoko sebagai supir pribadi Bebi,


dengan bantuan Ani, Bebi bangkit dari kubangan lumpur itu, si sopir yang sudah merasa ketakutan, hanya diam mematung dengan kepala menunduk, dihadapan Bebi,


" udah Beb, ayo kita ke toilet, sebelum banyak orang ngelihat Lo yang basah kuyup kayak gini!" Ani menuntun Bebi yang sedang kesal bukan main,


" hey, cowok sialan, awas Lo ya, bakal gue bikin sengsara hidup lo selama Lo masih menginjakan kaki di sini!" Bebi kembali berteriak, dia tidak habis pikir, kenapa di sekolahan elite ini masih saja ada orang miskin yang sombong seperti dia, laki laki yang berjalan di koridor kelas itu sama sekali tidak menggubris teriakan Bebi, dia bersikap angkuh dan acuh kepada perempuan yang meneriaki nya itu.


" ya ampun Bebi, ada apa dengan baju Lo?" teriak Cika, sahabat Bebi yang sudah berangkat lebih awal dari Bebi dan Ani, perempuan yang selalu membawa kipas kemana mana itu, segera mengikuti Bebi ke toilet,


" sumpah ya, ngeselin banget tuh orang, udah miskin sombong lagi!" Bebi sembari membersihkan seragam nya dari sisa sisa lumpur yang menempel,


" Aduh, gak bisa kering secepat nya, masak gue harus pakek baju basah kayak gini sepanjang hari, jijik banget tau nggak!" teriak Bebi dari dalam toilet, Cika mengedipkan mata nya kepada Ani,


" An, buruan deh Lo beliin Bebi seragam baru ke kantor!" ucap Cika,


" gue gak mau tau, pokok nya Lo cepet beliin gue baju baru, klo bisa lari secepat nya An!" Bebi kembali berteriak, perempuan yang doyan memerintah ini menjadikan Ani sebagai sasaran utama nya saat sedang marah atau sedang butuh sesuatu, dalam artian, Ani adalah jongos nya, yang rela melakukan apa saja demi terus menjadi teman baik Bebi,


" ya kali harus cepet, kaki gue terbatas woy!" jawab Ani,


" pokoknya harus cepet, gue gak sabar pengen nyari tuh cowok!"


" oke oke, tunggu di dalam sana!" ucap Ani,


Secepat kilat, dia berjalan membelah murid murid lain yang memadati di koridor, dia mencari cari ruangan guru untuk segera mendapatkan seragam yang di inginkan Bebi.


" emang gimana sih kejadian nya Beb? Kog bisa Sampek segitu nya dia gak punya hati?" ucap Cika yang menunggu nya di dalam toilet sekolah,

__ADS_1


" gue juga nggak tau Cik, tiba tiba dia Dateng dari arah yang berlawanan, gue yakin seyakin yakin nya, kalo dia ngelihat gue!" Bebi semakin kesal di buat nya, saat harus mengingat ingat kejadian tadi.


" emang gimana sih orang nya?" tanya Cika penasaran


" dia tinggi, kulit nya putih, wajah nya ganteng, tapi nyebelin,!" secara tidak sadar Bebi memuji muji siswa tadi, Cika yang menyadari itu ketawa cekikikan,


" nyebelin apa nyenengin?" Cika menggoda Bebi yang sedang tersulut emosi itu.


" ih, najis, amit amit, Sampek kiamat pun, gue gak bakal suka sama cowok miskin sombong seperti dia!" teriak Bebi, Cika hanya tertawa mendengar Omelan sahabat nya itu.


Beberapa saat kemudian, Ani yang setengah berlari datang membawa seragam yang sudah di pesan Bebi tadi.


" huft,huft,huft,!" Ani menghela nafas panjang, dia tersengal sengal seperti orang yang habis lari maraton.


" ini, seragam Lo!" ucapnya dengan suara tersendat sendat, sembari menyerahkan seragam itu kepada Cika yang tepat berada di depan pintu toilet yang di gunakan Bebi itu.


" minum dulu minum dulu!" Cika memberikan sebotol air mineral untuk Ani, dia sedikit kasihan melihat Ani yang sudah berjuang untuk mendapatkan seragam buat Bebi.


Bebi segera memakai seragam baru nya itu, kemudian keluar dari dalam toilet tempat nya berganti pakaian tadi, beberapa siswi perempuan yang datang ke toilet juga tidak sengaja melihat penampilan Bebi yang berantakan,


" Apa Lo lihat lihat? Emang gue topeng monyet? Yang jadi tontonan kalian?" teriak Bebi, namun mereka hanya menunduk dan segera pergi dari toilet yang khusu di gunakan Bebi and the geng tersebut, memang sejauh ini, Bebi amat di takuti oleh siswa siswi lain yang bersekolah disana, banyak dari mereka yang lebih memilih untuk menghindar jika berpapasan dengan Bebi and the geng, perempuan itu menggunakan kekuasaan nya untuk menjadi siswi populer yang doyan mengganggu siswi lain yang menurut nya terlihat culun dan tidak modis, meskipun banyak menimbulkan masalah, namun karena nama besar Ayah nya yang sudah menjadi donatur terbesar disana, membuat Bebi seolah olah kebal hukum dengan peraturan peraturan yang ada di sana.


"Ani, sisirin rambut gue!" sekali lagi memberikan perintah, bak putri raja yang memerintah dayang nya, sebenar nya Ani sangat dongkol, jika setiap hari harus menuruti perintah dari Bebi, dia ingin sekali bebas dan tak lagi menjadi jongos Bebi, namun apalah daya, keluarga nya tidak cukup kaya untuk melanjutkan pendidikan nya, dengan sedikit terpaksa, Ani menyisir rambut panjang Bebi yang hitam dan lurus tersebut,setelah dinilai penampilan nya sudah kembali paripurna, Bebi and the geng keluar dari toilet itu, mereka berjalan dengan gaya sombong nya, wangi parfum gadis itu, menciptakan semerbak yang membuat siapa pun yang mencium aroma nya, akan terbius dan mengikuti langkah Bebi di belakang nya,


Para siswa laki laki bertekuk lutut di buat nya, bagaimana tidak? kecantikan Bebi, sudah seperti seorang bidadari yang jatuh ke Bumi, siapapun yang melihat nya, pasti akan di buat terkagum kagum oleh kecantikan nya.


" ya Tuhan, betapa sempurna nya ciptaan mu!" mereka bergumam, saat melihat Bebi yang kecantikan nya nyaris sempurna itu.


Bebi berjalan mencari cari keberadaan siswa sombong yang sudah menjatuhkan nya kedalam kubangan lumpur tadi, namun dia sama sekali tak menemukan batang hidung siswa itu, sembunyi dimana dia sebenar nya? pandai sekali dia berkamuflase.


" halo Bebi!" seorang siswa laki laki menyapa dengan bibir nya yang tersenyum tengil,

__ADS_1


" mau apa Lo?" Bebi membalas senyuman itu dengan ketus


" Buset masih pagi, udah marah marah aja?" sembari mencolek dagu Bebi tanpa rasa berdosa.


" eh, sialan main pegang pegang!" dengan sigap, Bebi men tampel tangan siswa tengil itu,


" ada apa Beb? ceritain sama ayang!" sembari merangkul pundak Bebi,


" gila, gue udah bilang y, jangan sentuh sentuh gue!" sorot mata mengintimidasi, namun laki laki berbadan tinggi itu tidak menghiraukan ancaman Bebi sama sekali, dia semakin mempererat rangkulannya, kemudian memaksa Bebi untuk duduk di meja kantin yang berada tak jauh dari tempat nya berdiri,


" Eh kak, mau dibawa kemana si Bebi?" teriak Cika, tetapi laki laki itu hanya mengerlingkan satu mata nya, sembari merangkul Bebi yang nurut nurut aja dibuat nya.


" Sini, duduk Lo punya masalah apa? biar gue bantu!" ucap laki laki bertubuh tinggi itu,sembari menyiapkan kursi untuk tuan putri itu.


Dia adalah Martin, seorang siswa yang duduk di bangku kelas 2 di SMA Favorite itu, meskipun dia terlihat cengengesan, namun diri nya termasuk seorang siswa terpopuler di sekolahan itu, bakat nya dalam olah raga membuat para cewek klepek klepek di buat nya, apa lagi kalau dia sudah bermain basket atau Volly, para ciwi ciwi akan meleleh saat melihat nya, Martin memang suka sekali menggoda Bebi selaku adik kelas nya yang paling populer sekaligus sadis itu.


" Lo tau nggak anak kelas 2 yang kalo pulang pergi dia naik sepeda goes?"


" owh, jadi Lo nyariin Dirga? Bilang dong!! Tapi Percuma klo Lo nyatain cinta ke dia, gak bakal diterima, Lo bukan tipe nya!" Martin semakin menggoda Bebi yang di bakar api amarah, dia tau betul, Bebi sangat benci dengan kalimat penolakan,


" cih, najis siapa juga yang mau jadi pacar cowok miskin sombong seperti dia, sampai kiamat gue nggak bakal suka sama cowok miskin bau kampung itu!" sembari ******* ***** rok yang di kenakan nya, Bebi menahan amarah yang semakin memuncak.


" waduh, gue nggak ikut ikut klo kayak gini, Lo kalo nyari dia, dateng aja ke lapangan basket sepulang sekolah, kebetulan kita satu tim!" ucap Martin, kemudian dia berdiri untuk beranjak pergi, namun sebelum dia pergi, tangan nya yang jail itu, mencubit pipi Ani, yang sedikit chubby itu,


" kamu manis banget!" ucap sembari mencubit pipi Ani, dengan wajah tengil nya.


" haaaaa!" Ani meleleh di buat nya, dirinya serasa berada di surga, saat Martin menyentuh pipi nya dengan gemas.


" udah, jangan baper!" ucap Cika, yang merasa iri dengan Ani,


" iri bilang boss!" seru Ani,

__ADS_1


" Lo tau aja kalo gue iri!" kemudian mereka saling tertawa geli.


__ADS_2