ARISTOKRAT

ARISTOKRAT
PHILOPHOBIA 3


__ADS_3

Laras kembali ke meja kerja nya, dengan menahan gejolak di dada, perang batin nya kini di mulai, perasaan aneh itu muncul kembali di dalam diri nya, setelah sekian lama dia kubur jauh di dalam hati, sejauh ini dia sudah jerah dengan yang nama nya cinta, setelah beberapa kali di khianati oleh orang orang yang dia cintai, dia pernah beberapa kali menjalin asmara dengan lawan jenis nya, namun beberapa kali juga dia harus menelan rasa kecewa,


" tenangkan hatimu Laras, dia sudah punya istri"! Gumam nya, sembari menghela nafas panjang, tidak mungkin juga dia mempunyai perasaan kepada laki laki beristri, apa lagi Yuni juga sangat cinta berat kepada Jaka, meskipun dia tidak beristri, tidak mungkin juga dia menghianati sahabatnya itu dengan menaruh perasaan kepada gebetan nya, toh cinta ujung ujung nya hanya akan membuat derita.


Sesekali Laras melihat ke arah Yuni, dia tahu, saat ini pandangan mata Yuni hanya terfokus kepada Jaka, Karena memang tidak muda, memupus perasaan begitu saja,


Jaka memang berbeda dari laki laki lain nya, dia memiliki hati yang sangat tulus dan menyayangi semua nya dengan ikhlas.


Tidak terasa hari sudah mulai petang, seluruh karyawan berbondong bondong untuk pulang kerumah nya masing masing termasuk Yuni, hanya menyisakan Laras seorang yang masih sibuk menyelesaikan pekerjaan nya, kebetulan 2 hari lagi divisi ini kembali mendapatkan kepercayaan untuk terlibat dalam acara besar di salah satu perusahaan, dalam rangka merayakan pesta ulang tahun berdiri nya perusahaan tersebut, dia harus membuat desain acara sebagus dan sedetail mungkin, agar tidak mengecewakan costumer nya itu,


"Yuni, kamu pulang duluan aja, Aku nanti aja menyusul!" ucap Laras,


"oke lah, lagian badan ku sudah sangat lelah, rasanya mau istirahat saja!" ujar Yuni.


" iya, istirahat lah, persiapkan dirimu untuk acara besar besok lusa!"


" oke, baik baik disini, hati hati ada hantu!" bisik Yuni, di dekat telinga Laras.


" nggak takut!" Laras menanggapi nya dengan santai, bukankah manusia lebih menakut kan? Pemahaman itu yang dia terapkan setiap rasa takut mendera nya. kemudian Yuni berjalan pergi meninggalkan kantor tersebut, tempat itu kini hanya menyisakan dia sendiri, begitu hening dan sepi, tapi Laras sebenar nya memang lebih menyukai kesendirian di bandingkan harus selalu bersama banyak orang, bagi nya ketika sendiri, semua inspirasi bermunculan di kepala nya, termasuk juga kisah trauma di masa lalu nya tentang cinta.


ketika Laras sedang asik tenggelam dalam lamunan nya, tiba tiba terdengar suara langkah kaki seseorang yang mendekat kepada nya,


" perasaan semua orang sudah pada pulang deh,!" gumam nya, Laras menghentikan aktifitas mengetik nya, untuk mendengar suara itu lagi, namun suara itu menghilang entah kemana,

__ADS_1


Laras melanjutkan lagi aktifitas nya, setidak nya suara ketukan laptop nya bisa membunuh rasa takut nya, tiba tiba suara itu terdengar lagi samar samar, Laras menghentikan lagi aktifitas nya, namun lagi lagi suara itu tidak terdengar, sampai beberapa kali dia melakukan hal yang sama.


Keringat dingin mulai keluar dari sekujur tubuh nya, bulu kuduk nya berdiri, baru kali ini dia merasa takut yang amat sangat, sebenar nya yang dia takutkan bukanlah hantu, tetapi dia takut jika tiba tiba ada psikopat yang mengintai keberadaan nya dan bersiap menyerang untuk menyerang nya, membayangkan itu saja sudah membuat nya bergidik.


Namun, di tengah rasa takut nya, dia terus mencoba berpikiran positif, mungkin itu suara tikus, atau suara kucing liar yang sedang mencari makan, lalu dia kembali melanjutkan aktifitas nya, lagi lagi suara langkah itu terdengar semakin mendekati nya,


" ya Tuhan tolong lindungi Aku!" gumamnya, rasa takut nya sudah mencapai ubun ubun, dia melihat ada sebuah tongkat satpam yang berada di pojok ruangan, tanpa berpikir panjang dia menghela nafas mengumpulkan tenaga untuk mengambil tongkat itu, alih alih ada perampok yang menyusup ke kantor nya, setidak nya, tongkat satpam ini menjadi pertolongan pertama buat nya, jika ada seseorang yang berniat menyerang nya.


Dia mendengar suara langkah itu sudah berada di balik pintu dapur, saat ini dia benar benar sedang berada di puncak ketakutan nya, ketika dia sudah mengambil posisi terbaik untuk menyerang, secara tiba tiba seseorang membuka pintu dapur dengan keras,


"aaaaaa!" Laras berteriak sekencang kencang nya, saat tau ada seseorang berpawakan tinggi dengan postur tubuh yang tegap, berdiri di balik pintu dapur, Laras yang benar benar ketakutan sampai tak sempat menggunakan tongkat nya untuk memukul orang itu.


" Buk Laras!"


Laras menghentikan teriakan nya, seperti nya dia mengenal suara orang itu dengan baik.


Tubuh Laras seketika menjadi lemas, dia terduduk lesu di atas lantai,


" ada apa Buk? Kenapa ibuk seperti orang yang benar benar ketakutan seperti itu?" tanya Jaka dengan membawa segelas coklat hangat di tangan nya.


" kenapa kamu belum pulang?" Laras yang lemas itu masih sempat bertanya.


Jaka membantu Laras berdiri dari duduk nya.

__ADS_1


" Saya biasa pulang telat Buk, soal nya yang bagian pegang kunci saya, kebetulan saya lihat Bu Laras belum pulang jadi saya bikinin coklat hangat buat ibuk, konon kata nya coklat hangat bisa menambah mood dan menghilangkan rasa lelah!" ujar nya,


" ya ampun, ternyata dedikasi kamu di perusahaan sangat tinggi ya Jak? Baru kali ini lho, Aku ngelihat karyawan kayak kamu, Rela tidak pulang demi orang yang masih belum ingin pulang, padahal kamu nggak perlu repot repot buat nunggu Aku pulang, Aku punya kunci duplikat nya!" Laras menunjukan kunci itu kepada Jaka,


" tidak apa apa Buk, saya tau ibuk punya kunci duplikat, setidak nya Aku disini untuk menemani Ibuk, barang kali ada orang yang berniat jahat kepada ibuk!" ucap Jaka dengan gaya khas nya, menundukkan kepala berkali kali demi menghormati bos nya.


" orang jahat itu bukan kamu sendiri kan?"


Laras menggoda Jaka, sembari menyeruput coklat hangat yang di buat kan Jaka tadi.


" Astaga, Ibuk berpikiran buruk kepada saya!" Jaka sedikit panik.


" bercanda Jaka!" Laras menatap wajah Jaka yang sedikit pemalu itu.


" syukurlah, kalau cuma bercanda!" Jaka menghela nafas lega, sembari mengelus dada nya.


" apa kah dengan semua karyawan kamu begini termasuk Yuni?"


" iya Buk!" Jaka meng iya kan nya, itu artinya Yuni salah mengartikan perasaan nya, Jaka memang perhatian kepada siapa saja, bukan hanya kepada Yuni, karena memang pada dasar nya, Jaka orang baik dan berdedikasi tinggi.


Laras larut dalam suasana, rasa penasaran nya bertambah kepada pria yang semakin lama semakin tampan jika di lihat secara seksama. Dengan di temani Jaka, Laras akhir nya menyelesaikan tugas nya, dan berniat untuk pulang.


" Jaka, jangan lupa kamu kunci semua pintu nya ya!" ucap Laras yang sudah diatas mobil nya,

__ADS_1


" iya Buk, sudah saya kunci semua, ibuk tenang aja!"


Laki laki itu juga berniat untuk pulang, dia mengenakan helm dan jaket nya, kemudian menyalakan mesin vespa dua tak nya itu, terkesan memang berisik, tapi mau tidak mau, memang itulah satu satu nya kendaraan yang dia miliki, dia harus mensyukuri nya, apapun yang dia miliki saat ini.


__ADS_2