
Di sepanjang perjalanan pulang Raisa lebih banyak terdiam.
" Ada apa? Apa Aku punya salah Nyonya?"
Angga menghentikan langkah nya tepat di hadapan Raisa.
" Nggak ada?"
Ungkap Raisa yang sedikit kamu menanggapi pertanyaan Angga.
" Katakan saja Nyonya, biar Aku bisa memperbaiki diriku!"
Laki laki itu bersikukuh, ingin mengetahui kesalahan yang sebenar nya dari mulut Raisa.
Perempuan 30 tahun itu berbelok arah menuju sisi jalan kemudian menyandarkan tubuh nya di antara pembatas Danau yang menghiasi kota itu.
Pandangan nya jauh terfokus pada air danau yang berkilauan oleh cahaya lampu jalanan, Angga mengikuti nya dari belakang.
"Dari mana uang sebanyak itu?"
Raisa memulai pembicaraan itu, sesekali tangan nya mengambil beberapa batu kecil dan melemparkan nya ke tengah Danau, untuk melepaskan rasa gusar di hati nya.
" Astaga, jadi masalah itu?"
Remaja itu tersenyum tipis, mengikuti Raisa yang melempar batu batu kecil ke tengah Danau.
" Kamu tidak usah repot repot mengeluarkan banyak uang untuk Ku Ngga, pakai saja uang Mu untuk kepentingan pribadi Mu!"
Perempuan itu mulai berkaca kaca, dia terlalu melankolis dalam menanggapi beberapa hal yang membuat hati nya terbawa perasaan.
" Nyonya lupa siapa Aku?"
Angga menyombongkan diri nya, sebagai seorang pelukis terkenal dengan karya karya yang terbilang tidak murah jika di rupiah kan.
" Meskipun lukisan Mu banyak terjual, setidak nya kau bisa menyimpan nya untuk biaya kuliah Mu, masa depan Mu masih panjang, jangan kau dedikasikan hidup Mu untuk Perempuan seperti Ku!"
Raisa berbalik arah, kini tubuh nya membelakangi danau,Punggung nya masih bersandar di antara tembok panjang yang menutupi tepian Danau itu, pandangan nya terfokus pada langit hitam yang tanpa Bintang.
" Bagaimana kalau masa depan Ku adalah kamu sendiri Nyonya?"
__ADS_1
Laki laki itu menatap tajam mata Raisa, dia tampak lebih serius dari sebelum nya, tatapan mata nya yang biasa teduh, kini seperti seekor Singa yang siap menerkam musuh nya.
Raisa sedikit takut melihat pandangan itu, 'Bagaimana jika Laki laki yang ada di samping nya terlalu terobsesi kepada nya dan melakukan hal hal yang di luar dugaan?'
" Jangan gila kau Angga, Aku terlalu dewasa untuk laki laki se usia Mu!"
Raisa menepis ucapan Angga tanpa memandang wajah laki laki itu Sama sekali, biar bagaimanapun dia tak cukup nyali untuk membalas tatapan tajam Angga kepada nya.
" Anda mau bukti Aku sangat serius dengan Anda?" Jiwa laki laki dewasa mulai keluar dari diri Angga yang di anggap Raisa masih anak bawang yang belum pantas untuk bermain main dengan cinta.
laki laki itu menarik tubuh Raisa, kemudian mendaratkan sebuah Ciuman di bibir Perempuan yang tipis itu.
Dia menyentuh bibir Raisa dengan lembut, menyalurkan perasaan yang selama ini terpendam, Raisa mencoba menepisnya dengan mendorong tubuh Angga, namun kali ini dia gagal, Laki laki itu mengikat tangan Raisa dengan kedua tangan nya di sela sela tembok pembatas itu.
Kini bibir mereka saling bertaut, merasakan kehangatan demi kehangatan yang tak pernah mereka rasakan sebelum nya, Ini adalah kali pertama Raisa merasakan sebuah ciuman dari seorang laki laki, Jantung nya berdetak kencang, mendapati wajah Angga yang begitu dekat dengan wajah nya.
' Tolong Aku tuhan, Aku tidak mampu berbuat apa apa? Aku terlalu naif untuk menikmati nya'.
Angga melepaskan Ciuman nya, dan kembali menatap perempuan itu dengan tatapan tajam.
" Aku tidak pernah malu dengan siapapun meskipun usia Mu jauh dengan usia Ku, tolong jangan lagi meremehkan keseriusan ku kepada Mu!"
" Angga!"
Dia mencoba berkilah, Namun kembali Angga mencium nya secara tiba tiba, untuk menutup keresahan keresahan di hati Raisa, dia tau betul pergulatan hati Perempuan itu sedang di uji, Dia harus di hadapkan dengan pilihan antara kembali kepada Rudi, atau menjalani masa depan dengan pemuda receh seperti diri nya,
Biarlah waktu yang menjawab nya Raisa, nikmati saja kedekatan kita, biar Aku tunjukan kepada dunia, Aku tidak setengah setengah dalam mencintaimu, sebab dirimu begitu berharga untuk Ku, baik sekarang esok dan seterusnya.
***
Perjalanan menuju Galeri lukis Angga terasa sangat panjang dan mendebarkan, suasana di antara mereka menjadi sangat canggung nyaris tak ada suara dari kedua bibir mereka, hanya suara binatang malam yang menjerit jerit dari sela sela dedaunan atau tumpukan batu yang ada di sekitaran sana.
Kedua nya sama sama saling tidak berani bertatap muka seperti biasanya, Ingin sekali rasa nya Raisa lari dari keadaan ini, atau hanya sekedar bersembunyi di antara pepohonan yang memadati jalanan kota itu.
Begitu juga dengan Angga, seharusnya dia tak melakukan hal itu, Kenapa dia begitu tergoda untuk ******* bibir Raisa yang amat di cintai nya itu, Sejak kapan hasrat nya sebagai laki laki mulai muncul seperti ini? Bukankah selama ini yang dia inginkan hanyalah menjaga perasaan wanita itu, agar tetap waras di tengah dunia yang tidak waras ini?
'Ah, rasanya nasi sudah menjadi bubur'
Dia sudah terjebak di dalam situasi yang Se canggung ini.
__ADS_1
"emm,Angga!"
"Nyonya!"
Kedua nya saling berbarengan memanggil satu sama lain, niat hati mereka untuk menghilangkan rasa canggung ini sebenarnya,
" Kamu duluan saja!"
Raisa mengalah, dan mempersilakan pemuda untuk berbicara terlebih dahulu.
" Nona duluan saja!"
Raisa mengernyitkan dahi, kenapa Angga ribet sekali sih? Bukankah Risa sudah mempersilakan nya terlebih dahulu?
"Sebenar nya selama ini Aku mengalami gangguan sosial Akut, Dokter mendiagnosa Aku mengalami Social Anxiety Disorder!"
"Kecenderungan sikap anti sosial?"
Tanya Angga
"I,iya!"
Sedikit banyak, Remaja itu tau tentang beberapa kecenderungan yang di alami seseorang mengenai kejiwaan nya, termasuk apa yang di alami oleh Raisa ini, cukup mudah bagi Angga untuk masuk ke dunia Raisa.
"Anda kurang bersosialisasi saja Nyonya!" ungkap pria itu.
"Aku sudah berusaha untuk bersosialisasi, tapi semakin Aku mencoba semakin Aku sulit untuk bertahan dalam keadaan seperti ini!"
"Apa yang membuat Anda menjadi seorang yang enggan bersosialisasi?"
Pria itu mencoba mencari cari tahu penyebab utama Raisa tumbuh menjadi orang yang anti sosial.
"Sejak kecil, Aku selalu menjadi korban oleh teman teman sebaya Ku, hanya karena Aku terlahir sebagai anak seorang pengusaha terkenal yang kehidupan nya sering di sorot media, Ayah dan Ibu ku, hanya terlihat akur saat dalam beberapa acara saja, tapi sebenar nya mereka sudah tidak saling bertegur sapa selama kurang lebih 10 tahun terakhir ini, sebab Ibuku sering sekali ketahuan selingkuh dengan seorang pengusaha Tuan Hartanto!"
Angga sedikit terkejut mendengar cerita Raisa, sebab yang di tangkap nya selama ini, kedua orang tua Raisa terlihat harmonis dan baik baik saja.
"Mulai hari ini, jangan lagi takut menghadapi orang banyak, ada Aku di samping mu Nyonya, Aku tidak akan membiarkan seorang pun untuk merundung mu, seperti masa lalu yang sudah Anda lewati selama ini!"
Hati Raisa bergetar mendengar ucapan Angga yang indah sekali di dengar telinga, tidak ada satu pun hal di dunia ini, yang lebih indah selain hadir nya orang orang baik yang selalu mensuport kita dalam keadaan suka mau pun duka.
__ADS_1
Percayalah!!