ARISTOKRAT

ARISTOKRAT
KUPU KUPU MONARCH ( awal mula Raisa bertemu Rudi )


__ADS_3


Jangan pernah takut jatuh cinta, sebab cinta adalah bagian dari kasih sayang Tuhan yang dia sebarkan ke Bumi untuk seluruh mahluk nya. Selama masih ada Cinta, Bumi ini aman Bukan?


***


Pagi ini, seorang siswi cantik duduk menyendiri di sebuah ruangan khusus melukis yang ada di sekolahan Elite internasional yang menyandang predikat sekolahan terbaik se Antero negri, siswi kelas 2 SMA ini memang sangat menggilai seni lukis sejak masih duduk di bangku sekolah dasar, jiwa nya yang memang seorang introvert, lebih suka melampiaskan perasaan nya melalui lukisan, dari pada harus menyampaikan nya secara langsung lewat lisan.


Tangan nya begitu cekatan dalam membuat garis garis estetik hingga terciptalah karya seni yang indah nan apik.


Sinar matahari merambat masuk melalui jendela ruangan yang berada di lantai 3 bangunan tersebut, menyinari wajah nya yang lembut, membiaskan cahaya biru pada rambut nya yang hitam legam.


Bibir nya yang tipis itu tersenyum, melihat lukisan yang terpampang di hadapan nya, sebuah lukisan seekor kupu kupu MONARCH hinggap di sebuah dahan kecil di kelilingi bunga berwarna warni yang cantik, wajah nya nampak puas ketika kerinduan nya melihat kupu kupu MONARCH terbayar sudah.


Suara bel panjang tanda masuk sekolah membuyarkan lamunan nya, segera dia mengemasi peralatan lukisan nya, memasukan nya ke sebuah kotak merah muda yang memang sengaja dia siapkan untuk meminimalisir kehilangan peralatan lukis yang dia bawa dari rumah, atau agar tidak tertukar dengan peralatan lukis milik siswi lain yang juga mengikuti kelas melukis di sana,setelah mengembalikan barang itu ke tempat asal nya, sembari setengah berlari dia bergegas menuju ke kelas nya yang berada di lantai 2 sekolah tersebut.


Siswa siswi yang semula sedang asyik mengobrol dengan kawan kawan nya, atau yang sedang asyik berolah raga di lapangan sekolah, menghentikan aktifitas nya dan berjubel memadati koridor koridor kelas mereka masing masing, di tengah perjalanan nya menuju kelas , gadis itu melambat kan jalan nya, dia tak ingin tubuh nya yang kecil terdorong kesana kemari lantaran berdesakan dengan siswa siswi lain yang memadati pintu kelas untuk segera menduduki bangku mereka masing masing.


Dari kejauhan, seorang siswa laki laki dengan menggunakan seragam yang berbeda dari siswa siswa lain nya, berjalan dengan rompi yang di taruh nya di pundak, seperti nya wajah siswa itu tampak asing, tak pernah sekalipun gadis itu melihat wajah seperti itu di sekolahan yang sudah 2 tahun dia datangi setiap hari ini.

__ADS_1


" permisi, bisa minta tolong tunjukan ruangan kelas XII IPA 1?" Siswa itu menghampiri Raisa yang sedang berdiri seorang diri di bawah anak tangga yang menuju lantai atas, siswa baru itu tampak sopan dengan wajah penuh senyum nya menyapa Raisa yang sedang sendirian disana.


" bo, boleh, ikuti Aku!" mimik Raisa sedikit cemas, entah mengapa diri nya selalu merasa cemas setiap dia bertemu dengan orang baru atau pun berada di lingkungan baru yang belum pernah dia lihat sebelum nya, butuh waktu 2 tahun bagi Raisa untuk beradaptasi dengan lingkungan sekolah nya ini, itu sebab nya, dia tidak banyak mengenal siswa siswi lain yang bersekolah disana, hanya beberapa dari mereka saja yang di kenal nya, itu juga sangat jarang mereka berinteraksi.


Suasana koridor koridor kelas sudah mulai merenggang, Siwa siswi yang memadati pintu kelas sudah mulai berkurang, Raisa berjalan memandu siswa tersebut untuk menuju ke kelas XII IPA 1


" sudah sampai,!" ucap Raisa, mereka menghentikan langkah nya tepat di sebuah ruangan yang tidak begitu jauh dari kelas Raisa.


" terima kasih,!" ucap siswa itu masih dengan senyum manis nya.


" sa, sama sama!"


Raisa memutar badan nya, dan bersiap pergi meninggalkan siswa tadi, dia berjalan menuju kelas nya yang tak jauh dari kelas XII IPA 1.


****


Raisa bersama seorang teman nya berjalan menuju kantin untuk mengambil jatah makan siang yang sudah di sediakan oleh sekolahan untuk para siswa dan siswi yang bersekolah di sana.


Kantin itu berada di lantai utama sekolah tersebut, butuh melewati beberapa anak tangga untuk bisa sampai ke kantin itu.

__ADS_1


Beberapa siswa laki laki dari kelas 3 sedang bermain basket di lapangan utama, para pemain basket yang digawangi Alan dan teman teman nya itu, tampak lihai dalam memainkan bola basket, Alan yang menjadi kapten sekaligus yang bertubuh paling tinggi melakukan lay-up dengan sangat sempurna, tubuh nya melayang menggantung di udara bersiap untuk memasukan bola basket itu kedalam keranjang. Seluruh siswi yang melihat itu bersorak ramai, memberi dukungan nya kepada tim yang di gawangi Alan dkk.


Wajah tampan Alan lah yang membuat mereka para kaum hawa memadati lapangan hanya untuk melihat idola nya itu bermain basket, teriakan dukungan para siswi siswi tersebut, semakin memacu Alan untuk lebih semangat lagi dalam bermain basket, ketika dia hendak melakukan shooting yang kedua, secara tiba tiba bola yang di lemparkan nya kedalam ring, melenceng jauh dan terlempar ke arah Raisa yang sedang berjalan dengan teman nya itu yang sedang menuju ke kantin.


Lemparan keras itu, mendarat tepat di perut Raisa hingga membuat tubuh Raisa yang kurus seketika jatuh tersungkur di atas lantai.


"Raisa!" teriak teman Raisa yang bernama Irene, dia terkejut dengan datang nya bola basket yang dengan keras menghantam tubuh Raisa.


" sa,sakit!" Raisa merintih kesakitan, Kedua tangan nya memegangi perut nya untuk mengurangi rasa nyeri akibat hantaman bola basket tersebut.


Irene membantu Raisa untuk berdiri,


sementara Alan yang melempar bola itu, dengan angkuh nya mendekati Raisa untuk mengambil bola basket yang berada tepat di hadapan Raisa, tanpa sepatah kata, dia mengambil bola itu kemudian berjalan selangkah membelakangi Raisa dan Irene,


" Jadi, begini caramu memperlakukan perempuan? Dengan sangat tidak gentle, kamu tidak mau meminta maaf kepada gadis itu, atau hanya sekedar mengantar nya ke UKS untuk mendapatkan pengobatan atas ulah Mu?"


Seorang siswa laki laki menghampiri Alan untuk menegur nya sekaligus memberi nya peringatan.


" jangan kau campuri urusan ku!" Alan memutar badan nya, menghadap langsung ke sumber suara itu, dilihat nya, seorang siswa yang sama sekali tidak asing bagi nya berdiri dengan gagah di samping Raisa, bak seorang super Hero yang ada di komik komik, mereka menolong para korban dari arah yang tidak di sangka sangka.

__ADS_1


__ADS_2