
Dengan senyuman manis di bibir nya, Jaka menyapa semua karyawan yang ada di sana, sembari membawa satu kresek pisang goreng.
" selamat pagi!" dia menyapa semua orang yang ada di sana.
" wah, hari ini kamu bawa apa Jek?" tanya Faisal, salah seorang karyawan laki laki yang ada di kantor tersebut,
" pisang goreng kipas home Made!" jawab nya, sembari menaruh nya di atas meja salah satu karyawan yang ada disana.
" buatan istri kamu jek?" tanya salah seorang dari mereka, namun Jaka tidak menjawab pertanyaan itu, dia hanya tersenyum ke arah mereka, sebuah senyuman yang mampu menggetarkan hati siapapun yang melihat nya.
" enak banget Jek, istri kamu memang pandai memasak ya!" Vivi, yang juga menjadi karyawan disana, memuji muji kecakapan istri Jaka dalam bidang masak memasak, lagi lagi Jaka hanya tersenyum tanpa menjawab satu pun perkataan dari mereka,
" waduh, makan bersama nih!" Laras menghampiri mereka yang sedang menyantap pisang goreng kipas yang dibawa Jaka tadi.
" selamat pagi Buk!" Jaka menyapa Laras sembari menganggukkan kepala nya,sementara yang lain kembali ke meja nya masing masing, saat Laras tiba tiba bergabung,
"pagi juga Jaka!" Laras membalas sapaan Jaka, kemudian menatap ke arah karyawan nya satu persatu,
" lho, kenapa kalian pada duduk lagi? ayo di teruskan lagi makan nya, kasian Jaka yang udah bela belain bawa makanan buat kalian!" ucap Laras, membuat semua yang ada di sana saling pandang, sembari berbisik bisik, ternyata Laras lebih baik dari pada Yuni, yang suka marah kalau bawahan nya lebih asik nimbrung dari pada bekerja,
" boleh nih buk?" tanya Faisal, laki laki berkacamata itu kembali mengambil pisang goreng yang sudah di gigit nya tadi,
" boleh lah, silakan di lanjutkan makan nya!" ucap Laras, kemudian juga ikut mengambil pisang goreng itu,
" boleh kan? Saya ambil satu?" tanya Laras kepada Jaka
" boleh Buk!" Jaka kembali menganggukkan kepala nya sembari tersenyum ke arah nya, Laras juga mengambilkan satu untuk Yuni, namun sebelum pergi dari sana, Laras mengamati wajah Jaka Lamat Lamat, yang menurut nya biasa biasa saja, sangat standar, di banding kan dengan mantan mantan pacar Yuni yang berasal dari kalangan atas, sesaat dia berpikir tentang apa istimewa nya Jaka di mata Yuni,
" terimakasih ya!" ucap Laras,
" iya, sama sama Buk!"
Dia pun kembali ke Kemudian Mampir ke meja Yuni,
__ADS_1
" ini, cobain!" Laras memberikan sepotong pisang goreng yang di bawa Jaka tadi untuk nya, Yuni hanya menggelengkan kepalanya,
" Aku nggak Sudi kalau harus makan makanan buatan istri nya Jaka, lagian kamu niat banget bikin Aku cemburu Ras?" Yuni berpura pura mengetik di laptop nya untuk mengalihkan perhatian Laras,
" jadi nggak mau nih? Enak lho!" Laras sudah makan separuh nya,
" bagiku nggak enak!" Yuni terus cemberut menatap kearah laptop nya
" Yun, lihat ada apa itu disana!" dia menunjuk langit langit kantor, secara refleks Yuni langsung melihat ke arah yang di tunjuk Laras tadi, namun tidak ada apa apa, pada saat Yuni lengah, dia Langsung memasukan potongan pisang goreng ke mulut Yuni, alih alih melepehkan nya, Yuni malah mengunyah pisang goreng itu, mata nya terbelalak merasakan betapa enak nya pisang goreng itu.
" enak,,, mau lagi!" ucap nya,
" ih, dasar manja, tadi aja bilang nya nggak sudih, haduh!" Laras menepuk jidat nya, melihat kelakuan sahabat nya itu, Yuni hanya tersenyum senyum kecil seperti orang yang tidak punya dosa, mereka pun melanjut kan pekerjaan nya masing masing,
Hingga jam makan siang pun tiba,
Yuni lebih memilih untuk makan di luar bersama beberapa karyawan lain nya, sedang kan Laras lebih menikmati istirahat nya di dapur kantor sendirian sembari membuat kopi untuk menemani waktu istirahat nya, kebetulan dapur kantor itu berhadapan langsung dengan taman yang ada di luar ruangan, terdapat beberapa bangku dan pohon kelapa yang menjulang tinggi di atas bangku bangku tersebut.
Secara tidak sengaja Laras melihat Jaka yang sedang merebahkan tubuh nya di atas salah satu bangku yang berada di taman tersebut, seperti nya dia terlihat sangat lelah setelah berkutat dengan pekerjaan nya sebagai OB kantor, dia sudah bekerja keras hari ini, hampir dari semua karyawan yang ada di sana menggunakan jasa nya untuk membelikan sesuatu atau mengantar kan sesuatu sesuai instruksi karyawan karyawan yang meminta tolong kepada nya, sering juga Jaka merangkap sebagai pekerja lapangan disana, setiap ada acara yang menyewa jasa Even Organizer di cabang kantor itu, Jaka selalu ikut untuk mendekor ruangan yang akan di jadikan tempat acara,
" Aduh!" dia merintih kesakitan sembari mengusap usap kening nya yang terlihat memerah akibat kejatuhan buah kelapa tadi, Laras yang melihat itu tertawa dibuat nya, suara nya yang sedang tertawa terdengar hingga ketaman itu, Jaka menoleh ke arah sumber suara yang ada di dapur, tempat Laras menghabiskan waktu istirahat nya, dia pun ikut tertawa melihat Laras yang menertawakan nya, meskipun dia harus menahan sakit, dia terus tertawa sehingga memperlihatkan lesung pipi nya yang membuat senyuman nya itu semakin manis, Laras salah tingkah di buat nya, seketika dia menghentikan tawa nya, dan kemudian kembali menikmati secangkir kopi yang masih hangat itu,
persepsi nya tentang wajah standar Jaka kini berubah, sebab jika di lihat lihat Jaka sebenarnya cukup tampan, untuk ukuran orang Indonesia yang bekerja di bagian lapangan, meskipun dia bukan dari kalangan orang kaya, tapi dia pandai merawat tubuh nya, penampilannya selalu bersih dan wangi di bandingkan dengan karyawan bagian lapangan lain nya, di samping itu, dia sangat menjaga kesehatan, hampir tidak pernah dia terlihat membawa rokok atau sejenis nya, kini dia tau, kenapa Yuni sangat tergila gila dengan laki laki yang sedang duduk di taman tersebut,
Tok tok tok
terdengar suara jendela dapur itu diketuk, membuyarkan lamunan Laras, dia melihat ke sumber suara, ternyata itu berasal dari Jaka yang berniat memanggilnya,
" ibuk, mau air kelapa?" dia menawarkan kelapa yang menjatuhi kepalanya tadi kepada Laras,
" jadi itu kelapa yang udah menjatuhi mu tadi?" muka Laras memerah menahan tawa,
" iya nih Buk, sekalian di makan aja, salah sendiri main jatuhin kepala orang seenak nya!" Jaka mencoba bercanda dengan Laras.
__ADS_1
" iya, boleh deh!" Laras meng iyakan,
Kemudian Jaka masuk kedalam dapur untuk membuka kelapa itu, dan mengambil air nya,
" ini Buk, mau di kasih es atau diminum biasa saja?"
" tambahin es juga gak papa sih!" jawab Laras
Kemudian Jaka mengambil beberapa kepingan es batu dari kulkas dan menyajikan nya untuk Laras,
" silahkan di nikmati!" pria itu memberikan air kelapa muda yang sudah di campur es kepada Laras,
" terima kasih Jaka!" ucap Laras kemudian dia meminum es kelapa itu
" gimana rasa nya? enak kan Buk?"
" iya enak banget rasa kepala, ups kelapa maksud nya!" Laras membuat Jaka tertawa,
"ibuk bisa aja, ya sudah saya mau lanjutkan pekerjaan dulu Buk!" Jaka berpamitan, namun Laras mencegah nya
" Jaka, kamu duduk dulu!" Laras meminta Jaka untuk duduk di hadapan nya, kemudian dia mengambil kotak P3K untuk mengobati jidat Jaka yang memar dan sedikit berdarah.
Sebelum mengobati luka itu, Laras mengompres nya dengan air hangat terlebih dahulu.
" makan nya, lain kali jangan tiduran di taman, lihat kalau sudah luka begini!" sembari terus mengompres luka yang ada di kepala Jaka, Laras memang seorang CEO yang sangat baik, sifat nya sama sekali tidak sombong terhadap semua karyawan nya, bahkan dia sangat mudah untuk berbaur dengan karyawan karyawan nya, meskipun tidak mengenali mereka satu persatu,
" iya Buk!" Jaka meng iya kan nya,
Laras masih sibuk dengan luka Jaka,
"Sudah Buk, saya bisa sendiri!"
Jaka secara refleks memegang tangan Laras yang mengompres luka nya itu, tiba tiba mata mereka saling berpandangan sesaat, membuat masing masing dari mereka menjadi salah tingkah,
__ADS_1
" ma, maaf Buk!" Jaka melepaskan tangan Laras yang halus tersebut,
" ya sudah, kamu lanjutkan sendiri, saya permisi dulu, mau melanjutkan input data!" Laras yang terlanjur salah tingkah, beranjak pergi dari tempat itu.