
Baru kali ini Raisa merasakan kebahagiaan seperti ini, Dia mampu tertawa lepas menikmati suasana, menari di bawah deras nya hujan, bernyanyi di antara bulir bulir bening yang merajai kota, Angga lah satu satu nya orang yang mampu mengalihkan dunia nya hingga membuat Raisa melupakan sakit hati nya kepada Rudi.
" Aku istirahat y, capek!" Teriak Raisa dari tengah lapangan, nafas nya tersengal energi nya terlalu banyak keluar setelah harus berlarian mengejar bola bersama anak anak yang bermain di sana.
" Iya, Nyonya istirahat saja di gazebo!"
kebetulan di dekat lapangan itu ada sebuah gazebo yang ukuran nya lumayan besar untuk menampung beberapa orang.
Dia berjalan mendekati gazebo, meregangkan otot otot kaki nya yang kaku, sembari melihat Angga dan anak anak itu bermain di tengah guyuran hujan.
Dilihat nya rambut Angga yang hitam itu ter basahi oleh Air hujan, Angga yang tanpa topi di kepalanya, terlihat sangat tampan saat rambut nya yang basah menutupi kening nya, Sejenak Raisa larut dengan ketampanan remaja yang sudah sangat baik kepada nya itu, tak habis di pikiran nya,
'Kenapa laki laki Muda yang menawan itu bisa jatuh cinta kepada nya?'
entah harus sedih atau bahagia? terbesit di hati kecil nya, 'Mungkin Angga hanya bermain main dengan nya? atau mungkin, perasaan nya itu hanya sekedar cinta Monyet yang lazim di rasakan Remaja se usia nya'.
Angga yang sedang sibuk bermain dengan anak anak kecil itu, mengarahkan pandangan nya kepada Raisa yang memang sedari tadi sudah mengamati nya dari jauh, Dia tersenyum kepada Raisa, 'Tuhan, senyuman itu menambah ketampanan nya menjadi berkali kali lipat, kulit putih dengan bahu bidang, wanita mana yang tidak terpesona dengan laki laki seperti itu?'
Raisa menepuk nepuk pipi nya, kenapa dia jadi grogi seperti ini? Melihat Angga yang tersenyum kepada nya.
'Tidak, Aku tidak boleh jatuh cinta dengan anak yang masih 17 tahun itu, masa depan nya masih sangat panjang, Aku tidak mungkin menghancurkan masa depan nya dengan keegoisan Ku' Dia kembali menepuk nepuk pipi nya sedikit keras, untuk menjaga kewarasan nya sebagai seorang Wanita dewasa.
Hujan mulai reda, Angga mendatangi Raisa dengan pakaian yang basah,
" Kenapa Anda tampak Murung?" Angga duduk di samping Raisa, menciptakan Cela diantara mereka hanya beberapa Senti saja, Raisa yang sedari tadi sudah grogi melihat ketampanan Angga, kini di buat semakin tak karuan, jantung nya berpacu lebih kencang dari biasa nya.
"emm, Aku lapar!" Raisa tak berani menatap wajah Angga, dia takut salah tingkah dengan tatapan mematikan pemuda tampan itu.
"Astaga, kenapa tidak bilang? Ayo kita pergi belanja bahan bahan makanan dulu!" Entah harus berapa kali Raisa merasa se canggung ini, Angga terlalu baik kepada nya, kehangatan sikap nya yang bertubi tubi, seolah memanjakan Raisa seperti Ratu di kehidupan nya, sifat itu sangat jauh berbeda dengan Rudi yang sama sekali tak menganggap nya sebagai manusia, sekali lagi Tuhan, wanita mana yang tidak bahagia diperlakukan seperti Angga memperlakukan Raisa?
Angga kembali menggandeng tangan Raisa, namun kali ini Raisa melepaskan nya, dia tak mau Angga menggandeng tangan nya seenak nya lagi.
"Ma, maaf!" Menyadari hal itu, raut wajah Angga berubah sedikit kecewa.
" jangan main gandeng tangan orang seperti ini, kalau ada orang yang lihat bagaimana? Aku masih istri sah Rudi Hartono!" ucap nya, seolah olah memasang wajah kesal, tetapi sebenarnya dia hanya bergulat dengan perasaan nya sendiri, takut jatuh cinta adalah alasan paling utama yang membuat Raisa tidak mau kontak fisik dengan Angga.
" Iya, sekali lagi maaf Nyonya!"
' Kenapa wajah bersalah nya malah membuat dia semakin menggemaskan?'
Sejenak mereka terdiam dalam keheningan, Angga memimpin perjalanan itu di iringi Raisa yang mengekor di belakang nya,
" Nyonya mau makan apa hari ini?"
Angga mendadak berhenti membuat Raisa menubruk tubuh Angga yang jauh lebih tinggi dari nya.
" Ma, maaf Aku nggak sengaja!" Angga terlihat seperti orang panik, takut Raisa akan marah lagi kepada nya.
" Tidak apa apa!"
Wajah nya bersemu merah, lagi lagi dia harus terjebak dalam situasi canggung. Angga menatap Wajah Raisa, dia tahu wanita yang ada di hadapan nya ini sedikit malu.
__ADS_1
" Nyonya mau makan apa?"
Kembali Angga memecah keheningan di antara mereka.
" Boleh hari ini Aku yang masak!"
Raisa menawarkan diri untuk memberi kesempatan Angga mencicipi masakan nya,
" Dengan senang hati Nyonya!"
Remaja tampan itu sangat antusias tidak sabar untuk bisa mencicipi hidangan yang akan di buat sendiri oleh Raisa hari ini.
***
Dengan pakaian yang masih basah, mereka berjalan menuju supermarket terdekat berbelanja beberapa sayuran dan lauk pauk untuk mereka masak sore ini.
Raisa mengambil beberapa bungkus jamur dan ayam potong,rencana nya sepulang dari super market ini, dia akan memasak sup jamur spesial ke sukaan nya, apa lagi cuaca yang dingin seperti ini, makanan hangat berkuah adalah pilihan yang tepat untuk di jadikan santapan sekaligus media untuk menghangat kan tubuh,
"Apa ini sudah cukup gak Ngga?"
Raisa bertanya tanpa menoleh ke belakang,
"Angga!" Dia kembali memanggil Angga namun masih saja tidak ada sahutan dari laki laki tersebut.
'Apa jangan jangan dia kabur dari supermarket?'
Raisa mulai panik mengingat dia tidak membawa uang sepeserpun.
"Angga!" Ucap nya lirih, Air mata nya berderai menetes hingga membasahi lantai.
"Nyonya!"
Terdengar suara Angga yang memanggilnya dari belakang, Raisa merasa bersyukur akhir nya Angga menemui nya juga.
"Anda kenapa?"
Laki laki itu sedikit pun tak mengerti tentang gangguan psikis yang dialami Raisa selama ini.
Perempuan itu berdiri masih dengan air mata yang membasahi pipi nya.
" Kamu kemana saja?"
Raisa memukul mukul dada Angga yang sedang membawa setumpuk pakaian baru untuk nya.
"Sudah, jangan menangis lagi, Aku sudah disini!"
Laki laki itu menghapus air mata Raisa yang terus berjatuhan,
" Kenapa kau pergi tidak bilang bilang?"
Tangis perempuan itu semakin menjadi.
__ADS_1
"Hey, sudah jangan terus menangis, Aku janji tidak akan meninggalkan mu lagi!"
Angga memperlakukan perempuan itu dengan lembut, Entah mengapa? Suara laki laki itu mampu menyihir hati Raisa, sehingga membuat nya sedikit lebih tenang,
" Aku membelikan nyonya beberapa stel pakaian, Aku kasihan melihat Nyonya memakai baju ku yang terlalu besar kalau Nyonya pakai!"
" Terima kasih!" ujar Raisa dengan mata sembab nya.
" Sama sama, sebaik nya kita segera pulang dan berganti pakaian, kasihan Nyonya kedinginan!"
Angga kembali menggandeng tangan Raisa menuju ke kasir tempat pembayaran, kali ini perempuan itu tak menolak nya, dia membiarkan begitu saja Angga untuk menggenggam tangan nya dengan erat, sebab sentuhan tangan Angga membuat nya sedikit lebih tenang.
" Mbak, tolong total ini semua ya!"
Angga masih menggandeng tangan Raisa dengan erat, sesekali Kasir perempuan cantik yang kira kira usia nya sepantaran dengan nya, memandang dirinya yang menggandeng tangan Raisa dengan tatapan yang aneh,
" Ada apa mbak?" tanya Angga yang mengetahui gelagat kasir tersebut.
" Nggak apa apa Mas!"
kasir perempuan itu menyeringai malu, Seolah olah Angga bisa membaca isi hati nya.
Beberapa Ibuk ibuk yang Antri mengular di belakang mereka saling berbisik, berdebat tentang Angga dan Raisa.
" sst, Lihat apa mereka suami istri? Kenapa istri nya terlihat sangat tua ya?"
"Iya, mana laki nya cakep banget lagi, seperti Tante dan keponakan nya y? Hihihi!"
Beberapa dari mereka menertawakan Angga dan Raisa.
Mendengar hal itu, Raisa bermaksud melepaskan genggaman tangan Angga, dia merasa malu jika harus menjadi bahan pergunjingan Ibu ibu Kepo itu, Namun Angga semakin mempererat genggaman tangan nya.
" Maaf Ibuk ibuk, Nyonya ini memang Istri saya, tolong jangan bicara buruk tentang kami!"
Ucap Angga, Ibuk ibuk itu terkejut, mereka saling pandang dengan mulut yang menganga seolah tidak percaya dengan apa yang di ucapkan Angga.
" Oh, ternyata istri nya? Tapi kog mau y? Dengan perempuan yang lebih tua? Padahal dia cakep, banyak anak gadis yang mau sama dia dari pada Tante Tante yang di gandeng nya itu!"
Ibuk ibuk itu berdiskusi semakin panjang lebar tentang diri nya.
Angga menutup telinga Raisa dan merangkul tubuh nya, mendekatkan pada dada nya, agar tak lagi mendengar suara suara sumbang yang berbicara buruk tentang nya.
" Jadi total nya 2.760.000 Mas!"
Kasir itu memperlihatkan tagihan belanjaan kepada Angga.
"Baik, Saya bayar pakai kredit Card aj ya mbak!"
Angga mengeluarkan dompet nya mengambil salah satu Kredit Card nya, dan memberikannya kepada Kasir itu.
"Baik, Sudah kami tarik y! Terima kasih sudah mau berkunjung ke toko kami!" Ucap Kasir itu dengan senyum sopan nya.
__ADS_1
Mereka berdua pulang ke Rumah Angga bersama sama.