
Raisa berusaha meraih buku yang ada di rak paling atas, tubuh nya yang tidak begitu tinggi membuat dia kesulitan untuk mendapatkan buku itu, meskipun kaki nya sudah berjinjit untuk bisa mengambil buku itu, namun tak sedikit pun buku itu tersentuh.
" perasaan kemarin Aku tempatkan di rak bawah, siapa yang sudah memindahkan nya?" gumam nya, sembari terus berusaha untuk meraih buku itu.
Saat dia sudah hampir putus asa untuk meraih buku yang belum sempat ia selesaikan tersebut, seorang laki laki bertubuh tinggi menolong nya untuk mengambil buku itu.
" Kupu kupu MONARCH!"
Laki laki itu membaca judul sampul buku tersebut, Raisa mendongak kan wajah nya, tubuh tinggi laki laki itu tepat berada didepan nya membuat Raisa salah tingkah, wajah nya semakin memerah lantaran menahan gugup,
" Rudi!" ucap nya sedikit terkejut, mata nya membulat terpaku melihat wajah laki laki yang kini beberapa Senti lebih dekat dengan wajah nya itu.
" jadi kamu pecinta kupu kupu MONARCH juga?" Rudi terlihat antusias bertanya kepada Raisa.
" i,iya!" Raisa masih gugup.
" apa yang membuat kamu menyukai kupu kupu ini?" tanya Rudi, mereka berbicara sembari berjalan menuju meja perpustakaan itu, suasana disana sangat hening, hanya ada mereka berdua di perpustakaan itu.
" entah mengapa melihat kupu kupu itu bermigrasi dari satu tempat ke tempat lain secara bersamaan, membuat hatiku begitu tenang ketika melihat nya!"
Raisa tenggelam dalam ingatan nya saat berlibur ke Kanada bersama keluarga nya beberapa tahun yang lalu, momen tak terlupakan itu hanya terjadi sekali seumur hidup nya, sebelum akhir nya sebuah kejadian yang membuat hati Raisa sangat terpukul dan menaruh rasa kecewa nya yang sangat dalam kepada kedua orang tua nya, hingga menyebabkan dirinya tumbuh menjadi gadis penderita Social Anxiety Disorder.
" jadi kamu sering ke Kanada?" tanya Rudi,
" sering, tapi sekarang hampir tidak pernah kemana mana lagi!" ungkap nya menghelakan nafas panjang,
" Aku juga menyukai kupu kupu MONARCH, bagiku sayap dan warna mereka sangat indah, ketika terbang secara bersamaan melewati langit dengan berbagai macam cuaca!"
Raisa tidak menyangka, kecintaan nya kepada kupu kupu MONARCH di apresiasi oleh Rudi, yang ternyata juga merindukan keberadaan kupu kupu itu yang sudah hampir punah, mereka hanyut dalam percakapan demi percakapan yang membuat jantung Raisa berdetak lebih kencang, baru kali ini, dia merasakan sensasi percakapan yang begitu mendebarkan seumur hidup nya, wangi aroma cinta semerbak memenuhi ruangan itu membuat nya tak ingin berlama lama di sana, tak ingin pergi begitu saja.
" bagaimana dengan luka mu?" Rudi melihat wajah gadis itu yang masih lebam.
__ADS_1
"tidak apa apa, nanti juga sembuh sendiri!"
Raisa semakin di buat gugup saat Rudi mencoba menyentuh bagian wajah nya yang terlihat lebam itu.
" jangan lupa untuk mengompres nya dengan air hangat, agar rasa sakit nya berkurang!" Rudi menyibakkan poni panjang yang menutupi bagian luka Raisa, perasaan apa ini? Yang membuat gadis itu serasa ingin terbang di buat nya.
" i, iya, nanti Aku lakukan!" dia merasa malu, ketika Rudi menatap wajah nya dengan tatapan maut nya itu.
" kamu mau melihat lukisan Ku?" Raisa mencoba memecah suasana canggung di hari nya itu, dengan mengalihkan pembicaraan.
" jadi kamu suka melukis?" Rudi sedikit terkejut dengan bakat yang di miliki gadis kalem itu.
" Aku sudah memenangkan beberapa kali perlombaan tingkat nasional!" ungkap Raisa yang sedikit malu mengatakan itu kepada Rudi, seharusnya dia tidak pamer dengan apa yang di raih nya saat ini, tapi apalah daya, demi melepas ketegangan di dalam dirinya.
" wah, hebat nya!" Rudi berdecak kagum,
" emm Rudi, maukah kamu berkenan menghadiri acara pameran lukisan yang di adakan di gedung Juwita? kebetulan Aku ikut berpartisipasi di acara tersebut, bekerja sama dengan seniman seniman lukis terkenal yang ada di kota ini!" ucap Raisa yang sebenar nya sedikit sungkan untuk mengundang Rudi ke acara tersebut, dia merasa takut Rudi tidak berkenan untuk datang menghadiri acara nya.
Raisa menganggukkan kepala nya meng iyakan pertanyaan Rudi, tanpa mengeluarkan sedikitpun kata dari bibir nya.
" Akan Aku usahakan untuk hadir!" ucap Rudi.
Sebelum akhir nya waktu istirahat tidur siang telah berakhir, mereka kembali ke kelas nya masing masing berjalan saling beriringan melewati koridor koridor kelas sebelum akhir nya terpisah oleh persimpangan,
Raisa berjalan dengan perasaan yang penuh gembira, jika mampu di deskripsikan, mungkin ada ribuan bunga bermekaran yang memenuhi relung hati nya yang kini tak lagi kosong.
***
Malam ini, Ratusan orang memenuhi gedung Juwita untuk melihat pameran lukisan dari beberapa pelukis hebat yang ada di kota ini, berbagai macam lukisan di pamerkan di setiap sudut sudut tempat yang kosong, mulai dari lukisan realisme,naturalisme,abstraksionisme dan berbagai jenis lain menghiasi dinding dinding bangunan tersebut.
Pameran itu di hadiri beberapa kalangan, beberapa dari mereka terdiri dari kalangan atas yang hobi mengoleksi lukisan dan karya seni lain, beberapa dari mereka juga terdiri dari mahasiswa mahasiswi seni yang sedang melakukan observasi, ada juga dari mereka orang biasa yang memang mencintai seni lukis, mereka berkumpul menjadi satu, untuk menikmati pemandangan pemandangan menakjubkan yang memanjakan mata mereka.
__ADS_1
Raisa menghadiri acara itu bersama kedua orang tua nya, keluarga terpandang itu akhir nya kembali bisa berkumpul setelah sekian lama mereka menjalani kehidupan sendiri sendiri di planet nya masing masing,
Ibu Raisa nyonya Herman adalah seorang pebisnis wanita yang menggeluti bidang fashion dan kecantikan, bisnis nya sudah merambah hingga ke luar negri, sementara Tuan Herman selaku Ayah Raisa adalah seorang pengusaha sekaligus diplomat hebat yang nama nya sudah terkenal hingga manca negara, tak jarang majalah majalah bisnis menjadikan foto nya sebagai cover majalah itu.
Acara itu juga di hadiri Tuan Hartanto yang kebetulan datang bersama anak mereka yang masih berusia 6 tahun, anak itu tampak antusias menikmati lukisan lukisan yang ada di sana, hingga akhir nya matanya tertuju pada sebuah lukisan kupu kupu MONARCH milik Raisa.
Sementara Tuan Hartanto beserta kedua orang tua Raisa saling mengobrol, alih alih mengobrol masalah seni lukis, mereka malah keasikan membicarakan bisnis mereka yang memang sudah menjamur di mana mana.
" Mama, Aku mau kupu kupu itu!"
Anak kecil putra tuan Hartanto itu merengek, menunjuk nunjuk kanvas besar yang berisikan gambar kupu kupu di dalam nya.
" kamu suka dengan lukisan itu?" tanya nyonya Hartanto kepada anak nya yang menggemaskan itu.
" iya!" jawab nya, anak kecil yang masih duduk di bangku kelas 1 sekolah dasar dia benar benar menginginkan lukisan itu untuk di pajang di dinding kamar nya, dia sangat menyukai kupu kupu MONARCH hasil karya tangan Raisa yang menjadi fokus utama nya.
Raisa yang melihat hal itu, tersenyum melihat anak kecil yang sangat antusias dengan lukisan nya tersebut, dia merasa bangga ada seseorang yang begitu menyukai karya nya.
" kamu boleh memiliki nya!" gadis cantik itu mencubit pipi anak kecil 6 tahun yang menggemaskan di hadapan nya itu.
" terima kasih!" anak itu tersenyum manis, hati nya girang mendapati lukisan itu kini sudah menjadi hak penuh milik nya.
" sama sama!" ucap Raisa yang berjongkok di hadapan anak kecil yang jauh lebih pendek dari nya itu.
Setelah selesai dengan urusan nya, Raisa berjalan menyusuri ruangan demi ruangan dari gedung Juwita tersebut, dia mencari cari seseorang yang benar benar dia tunggu kedatangan nya, namun dia sama sekali tidak melihat kehadiran laki laki itu disana, raut wajah nya memancarkan sedikit kecewa, namun apalah daya? Siapa dia yang berharap kedatangan Rudi hanya untuk melihat lukisan nya? dia memupus harapan nya untuk bisa bertemu Rudi malam ini, dan kembali menemui para penggemar lukisan nya itu.
Hari sudah semakin larut, satu persatu orang mulai beranjak pergi dari gedung tersebut, termasuk Kedua orang tua nya dan keluarga Hartanto yang menghadiri acara itu bersamaan, mereka juga berpamitan kepada Raisa untuk segera pergi dari tempat itu,
" Kami pulang dulu ya Ras!" nyonya Hartanto ber cipika cipiki dengan Raisa untuk berpamitan pulang, mereka membawa lukisan milik Raisa, untuk ikut dibawa pulang.
" kami bawa ya Ras!" ucap Tuan Hartanto dengan sedikit mengangkat lukisan Raisa itu, sebagai bentuk permohonan ijin untuk memiliki lukisan itu secara penuh, Raisa mengangguk menyetujui nya.
__ADS_1
" terimakasih ya Ras!" ucap nyonya Hartanto di dalam mobil nya, dan bersiap untuk pergi dari sana.