
Tiara, kembali ke Hotel itu dengan penuh semangat, teman teman nya yang melepas kepergian nya kemarin tidak menyangka, Tiara akan kembali secepat itu,
" Tiara!" teriak Nancy dia memeluk Tiara sebagai tanda kebahagiaan nya melihat temanya itu kembali lagi kesana.
" kog kamu kembali ke sini lagi Ra?" tanya Dinar, mereka semua terheran heran, mengapa Tiara dengan cepat kembali lagi kesana?
" iya, jadi kemarin Aku dapat telpon dari pak Nova, kalau hari ini Aku harus datang lagi ke Kantor!" ucap Tiara sembari melompat kegirangan, mereka saling berpelukan atas kembali nya Tiara ke Hotel tersebut. Seusai lepas kangen dengan teman teman nya yang baru satu hari di tinggal nya itu, Tiara segera menemui Nova di ruangan nya,
" Selamat pagi pak!" ucap Tiara dengan full senyum di wajah nya
" selamat pagi Tiara!" Nova membalas nya
" emm, apa kemarin saya tidak salah dengar pak? Jika hotel ini mau memperkerjakan saya kembali?" tanya Tiara yang begitu bersemangat.
" iya, tentu saja kamu tidak salah dengar Tiara, tuan Haris memerintah kan saya langsung untuk memanggilmu kembali bekerja!" ucap Nova yang duduk di kursi kerja nya,
" syukur lah, terimakasih pak!" ucap Tiara,
" tentu nya dengan satu syarat Tiara!" tubuh Tiara lemas seketika, ketika mendengar kata syarat, sudah pasti syarat itu akan merugikan nya,
" apa pak?" Tiara sudah tidak seantusias tadi, wajah nya kini lesu, seperti bunga yang belum di siram air.
" kamu sudah tidak bekerja di sini lagi, dalam artian, kamu akan di pindahkan ke kantor pusat sekaligus menjadi asisten pelayan di apartemen tuan Haris, tentu nya dengan gaji yang fantastis!" senyum Tiara kembali mengembang, meskipun dia tahu, jarak antara rumah nya harus melewati beberapa kota, tapi itu tidak menyurutkan semangat nya untuk bekerja dan mendapat gaji yang lebih banyak untuk menebus obat obatan ibu nya yang dinilai cukup mahal itu,
" pasti ini semua karena Pak Doni yang sudah merekomendasikan saya kepada tuan Haris, agar tidak memecat saya, saya harus menemui nya!" ucap Tiara, mendengar hal itu, Nova mulai kebingungan, sebab Robi tidak ingin identitas asli nya di ketahui oleh Tiara, secepat kilat, Nova mengirim pesan melalui Whats Up kepada Robi, agar segera keluar dari kantor nya,
__ADS_1
Robi yang sedang asik dengan beberapa proposal, mendapati HP nya berdering, dia segera melihat nya, ternyata sebuah pesan dari Nova.
Pak, Tiara sedang mencari anda, dia mau mengucapkan terimakasih kepada anda
Melihat pesan itu, Robi secara refleks berlari larian menuju Dapur pelayan,
" terimakasih Pak, atas kabar baik nya saya permisi dulu!" Tiara pamit undur diri dari tempat kerja Nova,
" oke, silakan Tiara, lakukan apa yang harus kamu lakukan!" Nova mempersilakan Tiara pergi dari tempat nya, Wanita itupun undur diri dan bersiap pergi dari hadapan Nova.
Tiara mencari cari keberadaan Doni di hotel tersebut, namun tak kunjung di temuin nya, bahkan ke dapur pelayan pun Doni tak ada di sana.
" kemana pergi nya Doni ya?" gumam nya, dia mencari di koridor koridor hotel, hingga akhir nya, dia melihat seseorang yang sedang berlari dengan kencang menuju ke arah dapur pelayan, Tiara tau betul siapa dia.
" Doni!" teriak Tiara, memanggil nya.
" kamu kenapa lari larian di hotel!" Tiara tertawa melihat Robi yang berlari sekencang itu,
" eehemm,!" Robi berdehem, sembari membetulkan posisi dasi nya yang agar miring setelah berlari cukup kencang tadi.
" Aku, Aku sedang olah raga!" dia menarik turunkan tangan nya sambil berlari di tempat, seperti orang orang yang sedang berolah raga pada umum nya,
" oh ya, kamu hebat ya, bisa menyempatkan diri buat berolah raga meskipun sedang sibuk kerja kayak gini!" perempuan itu tersenyum memperlihatkan gigi gingsul nya,
baru kali ini Robi bertingkah sangat konyol, apa lagi di hadapan seorang wanita, harga diri nya saat ini benar benar sangat turun.
__ADS_1
" kamu kenapa ada disini lagi?" Robi ber basa basi, padahal dia tau tentang apa yang sudah terjadi,
" oh ya, Aku mau berterimakasih sama kamu, sudah mau merekomendasikan Aku kepada tuan Haris, supaya tidak jadi memecat ku!" perempuan itu kembali memeluk tubuh Robi secara spontan, lagi lagi Robi merasa grogi di buat nya, di dalam benak nya, dia berpikir bahwa wanita ini benar benar mempunyai hobi meluk seseorang dengan paksa seperti nya,
" i, iya sama sama!" entah kenapa, Robi jadi tidak berkutik di buat nya, dia merasa di nodai oleh perempuan polos yang ada di hadapan nya itu, sebab baru kali ini dia berinteraksi dengan seorang wanita sedekat ini, jantung nya kembali berdetak dengan kencang, wajah nya kini bersemu merah karena malu, dia tak tahu harus berbicara apa? Bagi nya , Tiara memang sangat mudah menarik perhatian nya,
" oh ya, tapi hari ini, hari kita terakhir bertemu, Aku dipindah kerjakan ke kantor divisi utama yang lumayan jauh sih, dari sini!" Tiara melepaskan pelukan nya itu dari tubuh Robi, akhir nya Robi bisa bernafas lega, jantung nya sudah mulai berdetak dengan normal seperti sedia kala,
" Oh ya? Kalau begitu kita sama, tuan Haris juga memerintahkan Ku supaya pindah ke kantor Utama untuk mengurus semua kepentingan kantor nya!" ucap Robi,
" wah, syukurlah, kita bisa bertemu lagi!" Tiara kembali memeluk tubuh tegap Robi dengan senyum yang sumringah, Robi merasa sangat tertekan berada di dalam pelukan Tiara, dia serasa ingin berteriak dan berlari sekuat tenaga untuk menjauhi Tiara yang hobi sekali memeluk nya secara tiba tiba itu, tapi dia tidak mampu, entah mengapa dia merasa nyaman dengan pelukan gadis manis ber gigi gingsul itu, mau tidak mau dia harus menikmatinya sebuah pelukan hangat yang tidak pernah dia dapatkan dari wanita manapun, termasuk ibu nya sendiri.
" tapi, gimana cara nya ya? Aku bisa membagi waktu? Tidak mungkin juga Aku meninggalkan ibuku sendirian!" ucap Tiara yang masih memeluk Robi,
" emm, kamu tidak usah khawatir, kamu bisa tinggal di kosan ku yang sudah lama tidak Aku tempati, jarak nya sangat dekat dengan kantor utama!" Ucap Robi,
" iya kah? Terima kasih ya Don, kamu banyak sekali membantuku!" ucap Tiara seraya melepaskan pelukan nya dan membungkuk kan badan nya untuk mengucapkan terima kasih kepada Doni,
" jangan berterimakasih kepadaku, terimakasih lah kepada tuan Haris!" ucap Robi dengan ekspresi datar nya itu,
" baik, nanti aku akan berterima kasih kepada nya kalau bertemu di kantor utama besok!" Tiara kembali tersenyum di hadapan Robi,
tolong jangan terus menerus tersenyum manis seperti ibu di hadapan ku, Aku tidak suka melihat seseorang yang sok manis dengan memasang senyuman palsu,
Gumamnya dalam hati.
__ADS_1
" pulang lah, dan istirahatlah dirumah, besok Aku akan menjemput mu!" ucap Robi yang sudah mau berbesar hati untuk menjemput nya, lagi lagi dia tak paham dengan diri nya sendiri, entah mengapa dia berubah menjadi pria yang sangat manis di hadapan Tiara.