
"Ali, dari mana saja kamu sejak kemarin. Kamu pergi meninggalkan rumah dan baru kembali sekarang!" seru Prasetya. Ketika Prasetya mengintrogasi sang putra Ali di ruang kerjanya pada malam itu.
Tidak hanya Prasetya yang ada di ruangan kerja. Tapi Hanin juga ada di sana kala itu.
Karena Hanin adalah orang yang paling mengkhawatirkan Ali di saat putranya itu tidak pulang semalaman.
Bahkan ahli baru pulang tadi sore setelah Magrib.
Dengan wajah tertunduk, Ali kemudian bicara untuk memberikan penjelasan pada kedua orang tuanya.
"Pertama-tama Ali minta maaf sama ayah dan bunda. Kalau Ali pulang telat dan tidak memberi kabar. Ali juga telah melewati batas saat Ali keluar rumah. Seperti yang ayah dan bunda lihat. Aku mengalami insiden ketika sedang mengendarai motor saat akan pulang ke rumah. Di tengah jalan, Ali hampir saja menabrak seseorang. Karena ingin menghindari seseorang. Ali jadi malah mengalami musibah." jelas Ali.
__ADS_1
"Itu kan kejadian sore tadi. Bapak-bapak yang mengantarkan kamu tadi juga sudah menjelaskan sama ayah tentang insiden itu. Dan dia juga sudah meminta maaf atas kejadian insiden tersebut. Jika misal yang salah itu adalah kesalahan putrinya. Mungkin juga kamu yang salah. Karena kamu tidak melihat kiri kanan. Tapi dalam situasi yang sudah dijelaskan oleh Pak Hasan tadi ayah. Ayah menilai kamu juga salah. Mungkin kamu melanjutkan motor dengan kecepatan yang sangat tinggi. Yang jadi pertanyaan Ayah adalah. Sebelum kamu pulang ke rumah kamu ke mana saja?" tanya Prasetya tegas.
Dan pertanyaan sang Ayah membuat Ali tergugup. Ia tidak mungkin bilang jika ia pesat minuman keras bersama teman-temannya.
Kini Ali bingung harus menjawab apa.
"Ali, jawab pertanyaan ayah mu. Kamu kemana saja seharian kemari." tanya Hanin lembut.
Padahal apa yang diucapkan Ali adalah bohong.
Dia sendiri bersama teman-temannya semalaman berada di klub mabuk-mabukan. Tetapi mana mungkin Ali mengatakan itu kepada ayahnya.
__ADS_1
"Aku tidak perlu mencari tahu kebenaran tentang dirimu melalui temanmu. Tapi ayah bertanya kepadamu. Jika kamu sudah berbicara seperti itu maka ayah akan percaya perkataan kamu. Tapi jika kamu bohong, kamu akan mendapatkan konsekuensinya."
"Ali paham ayah, Ali berjanji hal seperti ini tidak akan terulang."
"Ingat kata ayah, jangan pernah melakukan suatu hal yang ayah tidak inginkan. kamu melakukan itu jaga pergaulan kamu Ayah sudah sering katakan pada kamu kan hindari minuman beralkohol hindari narkoba dan jangan pernah berpacaran tiga hal itu yang ayah larang sama Ali jika tiga hal itu terus kamu pegang ayah akan tetap memberikan kamu fasilitas seperti apa yang kamu mau tapi jika tiga hal itu kamu langgar siap-siaplah ayah akan mencabut semua yang Ayah sudah berikan kepada kamu termasuk motor yang kamu kendarai saat ini
ucapan status itu adalah bagian dari ketegasannya untuk mendisiplikan putranya karena belakangan ini Prasetya merasa putranya sudah bergelakat berbeda dari sebelumnya
ya Ayah Ali paham Alif pasti akan patuh dengan semua perkataan ayah terima kasih Ayah kalau begitu alim istirahat dulu biar nanti masih sedikit terasa sakit
ya sudah istirahat ucapkan setia yang kemudian dia membiarkan putranya itu untuk keluar dari ruang kerjanya
__ADS_1