
dan benar saja keesokan harinya pada malam itu Pak setia menemani menemani Ali untuk pergi ke rumah Hasan dengan niatan untuk membicarakan tentang niat ahli yang ingin menjalani taaruf bersama dengan Fatimah
sesampainya di rumah Hasan mereka berdua pun diterima dengan baik oleh Hasan dan dijamu dengan jamuan yang sangat istimewa.
tidak perlu untuk waktu Prasetya sebagai ayah Ali kemudian berbicara kepada Hasan mengutarakan niatan sang putra yang ingin melakukan taaruf dengan Fatimah.
tentu saja hal itu membuat kaget Hasan dan juga Zaenab karena Ia tidak menyangka jika putrinya saat ini sedang dipinang oleh seseorang. ada seseorang itu tidak lain adalah Ali.
sejenak Hasan dan juga Zaenab saling bertatapan mereka sepertinya bingung dan juga kaget karena tiba-tiba saja tidak ada angin tidak ada hujan Ali datang dengan ayahnya dan mengutarakan niatan mereka,
nali Apakah niatanmu ini serius tanya lagi Hasan kepada Ali.
saya serius Paman saya serius dengan anak paman yang bernama Fatimah saya saat ini memang belum bekerja tapi saya sudah magang di perusahaan tempat ayah saya dan saya juga saat ini sedang belajar untuk bekerja dan kegiatan saya untuk menikahi Putri Paman adalah untuk beribadah dan juga untuk menyempurnakan agama saya kepada kalian Saya tidak mau banyak janji tapi saya punya niatan yang baik dan semoga niat dan baik saya ini disambut oleh paman dan juga bibir serta Fatimah sendiri.
__ADS_1
kami boleh bisa memberikan jawabannya kepada anak Ali karena kami juga belum karena berita ini adalah Baru saja kami dengar dan kami pun juga harus bicara pada Fatimah menanyakan apakah dia bersedia dengan niat dan taaruf yang nak Ali ingin lakukan kepada Fatimah.
Saya pasti memberikan waktu kepada Paman untuk bisa membicarakannya dengan Fatimah dan setelah hasil pembicaraan Paman dengan Fatimah saya akan kembali lagi untuk menanyakan kesediaan Fatimah untuk mau menjalani ta'aruf dengan saya atau tidak.
dan akhirnya malam itu adalah malam pembukaan bagi Ali dan juga Prasetya untuk membuka komunikasi dengan orang tua Fatimah.
setelah niatan pertama itu sudah lancar didiskusikan Ali dan juga ayahnya para setiap pamit undur diri
seusai Ali dan juga Prasetya telah meninggalkan rumah Zainab dan juga Hasan kemudian langsung pergi ke kamar.
Fatimah yang sejak tadi mendengarkan perbincangan di ruang tamu menjadi deg-degan dan.
karena ia tidak mengirim dan tidak menyangka jika ada seorang laki-laki yang kini sedang meminangnya dan itu adalah Ali.
__ADS_1
seseorang yang memang membuat dia bergetar berdebar dan merasakan sesuatu yang sudah aneh beberapa bulan lalu ketika ia bertemu pertama kali dengan ahli di saat insiden kecelakaan.
ketika Fatimah mendengar langkah kaki kedua orang tuanya menuju kamarnya Fatimah pun langsung pura-pura berbaring di atas tempat tidur saking iya gugupnya.
Fatimah pura-pura tertidur ketika orang tuanya mengetuk pintu.
Apa mungkin Fatimah sudah tertidur pintunya tidak juga dibukakan ucap Zaenab yang kalah itu mengetuk 3 kali pun tetap Fatimah butuh gambar Fatimah atau Fatimah tidak suka membukakan pintu.
ini masih sore mana mungkin dia sudah tidur biasanya kan dia juga tidurnya sedikit larut ucapan.
sebaiknya kita beritahu besok pagi saja ini sudah malam.
Ya sudah kalau begitu besok pagi saja kita beritahukan hal ini kepada Fatimah biarkan dia tidur kalau memang dia tidur ucap Hasan kemudian ia menundanya tanya untuk memberitahu Fatimah dan ia memilih untuk memberitahu sang Putri besok pagi tentang semua hal yang akan ia beritahukan kepada Fatimah.
__ADS_1