Assalamualaikum Ya Fatimah

Assalamualaikum Ya Fatimah
merintis usaha


__ADS_3

Semakin hari, Ali semakin mematangkan dirinya untuk mempersiapkan diri sebagai imam bagi Fatimah.


Tidaklah hanya mempersiapkan diri untuk menjadi imam bagi seorang wanita yang akan ia nikahi. Tetapi Ali juga mempersiapkan finansial yang sudah ia persiapkan jauh-jauh hari.


Hari itu, dengan mengenakan pakaian dan baju rapi Ali. Aku sedang mencoba untuk bernegosiasi dengan sebuah perusahaan konstruksi dengan ingin mengenalkan desain gedung yang sudah ia buat sebelumnya.


Ali berharap, desain gedung yang ia buat akan diminati oleh beberapa kontraktor yang saat itu tengah mencari seseorang yang akan di ajak kerjasama.


Dan akhirnya, Ali pun berhasil mendapatkan apa yang ia inginkan.


Seeseorang tertarik dengan desain gedung yang ia buat dan membuat Ali kini mendapatkan proyek dalam usaha yang baru saja akan ya rintis.


Hari berjalan begitu cepat. Tan terasa sudah dua bulan jarak yang sudah Ali jalani saat ini untuk memulai kehidupan barunya.


Dan pernikahannya dengan Fatimah juga akan berlangsung sebulan lagi. Dan Ali semakin ingin menunjukkan kepada kedua orang tua Fatimah jika pada saat itu di usianya yang masih sangat muda dan baru saja lulus kuliah dengan masih berusia 21 tahun. Ia ingin menunjukkan kepada keluarga Fatimah. Jika ia mampu dan bisa untuk bisa berdiri sendiri. Dalam mencari nafkah kelak untuk kehidupan keluarga yang akan ia bangun.

__ADS_1


Ali bener-bener ingin berdiri di atas kakinya sendiri. Tidak lagi ia ingin ditopang oleh perusahaan ayahnya Prasetya.


Dan pada sore itu l, Ali berniat untuk bermain ke rumah calon mertuanya.


Dengan membawakan makanan yang ada di tangannya. Ali mampir ke rumah Fatimah.


Kedatangan Ali pun disambut sangat baik oleh Hasan. Hasan sangat bangga dan juga senang memiliki calon menantu seperti Ali.


Ali pun kemudian bercerita kepada Hasan apa yang ia lakukan pada hari itu. Ali menceritakan semuanya. Dan dari cerita Ali, Hasan pun sangat mengapresiasi usaha sang calon menantu.


"Alhamdulillah, aku ikut bahagia dengan apa yang sudah kamu lakukan. Semoga usaha yang akan kamu rintis itu bisa sukses dan kedepannya akan menjadi ladang rezeki untukmu. Untuk bisa membangun keluarga bersama Fatimah kelak." ucap Hasan menasehati Ali.


"Seperti biasa pasti dia sedang di kamarnya. Jika kau ingin bertemu bisa aku panggilkan."


"Jika tidak keberatan. Saya hanya ingin memberitahu dia tentang apa yang sudah saya lakukan hari ini." ucap Ali.

__ADS_1


Hasan pun kemudian berdiri dan ia berjalan menuju kamar Fatimah.


Kemudian ia mengetuk pintu kamar Fatimah dan memanggil putrinya itu untuk menemui Ali.


Dan pada saat itu atau tidak meninggalkan putrinya bersama Ali sendirian di ruang tamu. Melainkan Hasan juga ada di sana.


Ali kemudian menceritakan apa yang sudah ia berhasil lakukan pada hari itu para Fatimah.


Dan fatimah pun juga memberikan ucapan selamat kepada Ali. Dan juga memberikan doa agar usaha yang yang dijalani oleh Ali bisa berkembang.


Tidak lama mengobrol dengan Fatimah. Ali kemudian pamitan kepada Hasan. Karena pada saat itu sudah larut.


Dengan diantara Hasan, Ali pamitan dan kemudian ia kembali mengendarai sepeda motornya untuk kembali pulang ke rumah.


Banyak perubahan yang dirasakan oleh Ali ketika ia bertemu dengan Fatimah.

__ADS_1


Entah ada apa atmosfer apa yang dikeluarkan Fatimah yang membuat ahli langsung berubah.


Ia kini telah meninggalkan geng motornya dan sudah tidak aktif lagi menjadi ketua geng motor. Karena ia telah membubarkan geng motor yang selama ini ia bentuk.


__ADS_2