
"Bunda, Fatimah hari ini minta izin ya, sama ayah dan bunda. Untuk menghadiri undangan pernikahan teman Fatimah." ucap Fatimah saat ia meminta izin pada Zaenab.
"Oh iya sayang. Kamu mau pergi kemana dan pergi sama siapa? Kamu tidak pergi sendiri kan?" tanya Zaenab kepada Fatimah. Ketika Fatimah meminta izin pada hari itu untuk menghadiri pesta pernikahan salah satu temannya.
"Fatimah tidak pergi sendirian kok Bunda. Ada dua teman wanita Fatimah lagi yang akan menghadiri pesta itu. Jadi nanti Fatimah pergi sama mereka."
"Ya sudah, Bunda izinkan. Tapi jangan pulang malam-malam ya. Pokoknya kalau acara sudah selesai kamu lekas pulang." pesan Zaenab kepada Fatimah.
"Ya Bunda, Fatimah pasti akan pulang tepat waktu."
🍁🍁🍁🍁🍁🍁🍁🍁🍁🍁🍁
Di sebuah acara resepsi pernikahan salah seorang teman Fatimah. Di sana kala itu tengah berlangsung gelaran resepsi pernikahan yang cukup mewah.
Fatimah yang datang dengan dua temannya kemudian memberikan salam bahagia kepada sahabatnya yang pada hari itu menikah.
Fatimah dan dua sahabatnya ikut berbahagia karena salah satu teman dari mereka kini sudah melepaskan masa lajangnya. Dan menikah dengan seorang pria yang ia cintai.
"Makasih ya teman-teman. Sudah datang ke acara pernikahan ku. Semoga kalian cepat nyusul." ucap Lusi, teman Fatimah yang kalah itu menerima ucapan selamat dari ke-dua temannya.
__ADS_1
tu masih jauh Jihan aku ikut turut berbahagia ya untuk pernikahan kamu semoga kehidupan di matamu sakinah mawadah warohmah ucapan terima kepada Jihan sahabatnya
terima kasih Fatimah aku juga berdoa untukmu jika kalau ada seorang pria yang meminangmu kamu juga akan mendapatkan dan menemukan pria yang baik seperti apa yang kamu doakan selama ini ujar Jihan memberikan doa kepada Fatimah
Amin saat sudah di rahasia Allah aku hanya
setelah memberikan salam kepada Jihan Fatimah dan teman-temannya pun kemudian menikmati makanan yang sudah ada di tempat resepsi tersebut.
🍁🍁🍁🍁🍁🍁🍁🍁🍁🍁🍁🍁
Setelah selesai menghadiri acara resepsi temanya. Kini Fatimah dan kedua temannya yang lain izin untuk pamitan pulang.
Di dalam mobil, Fatimah dan juga kedua temannya nampak berbincang seputar pernikahan. Yang tadi baru saja mereka hadirin.
Di tengah perjalanan menuju pulang. Fatimah dan dua sahabat saling berdiskusi dan melempar sebuah pertanyaan tentang pasangan hidup.
Mereka bertiga nampak saling beradu pandangan tentang kriteria pasangan hidup yang mereka akan pilih kelak.
Tapi hanya Fatimah yang lebih memilih diam. Sesekali dia memang menyahuti diskusi bersama dengan temannya. Tetapi Fatimah tidak ikut untuk menunjukkan pada mereka seperti apa bahwasanya pria idamannya. Karena bagi Fatimah. Semuanya itu cukup hanya ia yang tahu dan juga dia pasrah dengan Allah soal jodoh.
__ADS_1
Beberapa saat kemudian. Mobil yang mereka tumpangi kini telah tiba di sebuah gang. Di mana gang tersebut tidak bisa dilalui oleh mobil. Sehingga membuat Fatimah harus turut di gang tersebut untuk bisa menuju ke rumahnya.
Setelah berpamitan kepada kedua temannya yang lain. Fatimah yang saat itu turun terlebih dahulu dari mobil taksi yang mereka naiki. Kemudian ia melambaikan tangannya kepada kedua temannya. Yang kini mereka masih harus melanjutkan perjalanan untuk sampai ke rumah mereka masing-masing.
Setelah itu, Fatimah kemudian langsung berjalan menuju rumahnya.
Tanpa Fatimah sadari. Di sebuah ujung jalan, seseorang dengan mengendarai sepeda motor. nampak memperhatikan langkah Fatimah.
Pria itu nampak berhenti tepat di ujung jalan dan begitu memperhatikan langkah Fatimah yang saat itu sedang berjalan menuju rumahnya.
Tidak ingin menyia-nyiakan waktu. Pria itu pun kemudian langsung melajukan motornya dan langsung menghadang tepat di hadapan Fatimah. Sehingga membuat Fatimah terkesiap.
"Astaghfirullah." seru Fatimah kaget. Karena tiba-tiba ia di hadang oleh seorang pria.
Dengan masih mengenakan penutup kepala berupa helm. Pria itu kemudian berjalan ke arah Fatimah. Setelah ia berhasil untuk membuat Fatimah berjalan mundur. Karena pria itu terus berjalan maju untuk mendekati Fatimah.
Tentu saja Fatimah takut dan ia berjalan mundur. Karena ia takut bersentuhan dengan pria itu.
"Kamu mau apa?" tanya Fatimah akhirnya, karena ia merasa terintimidasi.
__ADS_1
Pria itu tak menjawab, justru ia malah semakin merangsak maju untuk bisa lebih dekat dengan Fatimah.
Fatimah pun makin takut. Apalagi saat itu waktu sudah hampir petang dan jalanan sepi.